Peristiwa Nasional MPR Rumah Kebangsaan

HNW Apresiasi Presiden Jokowi Terkait Dana Abadi Pesantren 

Rabu, 15 September 2021 - 22:53 | 12.23k
HNW Apresiasi Presiden Jokowi Terkait Dana Abadi Pesantren 
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (FOTO: Dok. MPR RI).
FOKUS

MPR Rumah Kebangsaan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Jokowi (Joko Widodo) yang  menandatangani  Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren (Dana Abadi).  Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 merupakan aturan lanjutan dari UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren (pasal 49 ayat 2) yang juga telah mendapatkan dukungan terbuka dari PB Nahdlatul Ulama, Partai Kebangkitan Bangsa, PPP dan Partai Solidaritas Indonesia. 

Pasal 23 ayat (2) UU Nomor 18 Tahun 2019 menyatakan,  Dana Abadi Pesantren bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan pesantren. Pesantren sendiri adalah Lembaga pendidikan yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia sejak sebelum Indonesia Merdeka. Lembaga pendidikan ini terus berkembang hingga kini jumlahnya mencapai 27.722 Pesantren berdasarkan data Pontren Kemenag. Dengan keluarnya Perpres Dana Abadi Pesantren maka Pemerintah sudah membuat Peraturan turunan yang legal untuk melaksanakan UU Pesantren.   Antara lain untuk merealisasikan bantuan pendanaan Pesantren yang bersifat abadi, hingga masa yang akan datang. 

PKS menurut Hidayat akan bersama Umat mengawal dan mengkritisi agar tujuan dari Perpres untuk membantu Pesantren betul-betul bisa dilaksanakan secara adil dan amanah. Dengan adanya Perpres ini akan membantu Pesantren sebagaimana harapan dunia Pesantren dan para Ulama Pengasuh Pesantren sesuai ketentuan UU. Hidayat  mengingatkan jangan sampai aturan ini hanya memberikan harapan tanpa perwujudan apalagi menghadirkan ketidakadilan. Atau malah menyulitkan Pesantren dan para Kiyainya, sebagaimana dikhawatirkan oleh sebagian Pesantren dan Kiyai. 

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur,  misalnya menyampaikan kekhawatiran  agar Perpres tersebut tidak menimbulkan keribetan pada tataran pelaksanaan yang bisa mengganggu proses belajar mengajar di Pesantren dan independensi serta marwah Kiyai.

“Kami apresiasi Pemerintah menindaklanjuti UU Pesantren dengan mengeluarkan Perpres Dana Abadi Pesantren. Ada beberapa catatan yang penting disampaikan khususnya terkait pasal 23 dan pasal 25 pada Perpres tersebut”, disampaikan Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

Politisi yang akrab disapa HNW ini menyampaikan,  catatan kritisnya yang pertama bahwa pada Pasal 23 ayat (1) disebutkan Dana Abadi Pesantren merupakan bagian dari Dana Abadi Pendidikan. Sementara Dana Abadi Pendidikan dibiayai dari alokasi 20% APBN untuk sektor Pendidikan. Oleh karena itu, HNW mewanti-wanti bahwa munculnya alokasi anggaran untuk Dana Abadi Pesantren tidak mengurangi anggaran program bantuan Pesantren yang sudah ada, yang dikelola melalui Kementerian Agama. 

Kedua, implikasi dari Pasal 23 ayat (1) adalah Dana Abadi Pesantren, sebagai bagian dari Dana Abadi Pendidikan, dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Berdasarkan pasal 9 ayat (1) Perpres Nomor 12 Tahun 2019 tentang Dana Abadi Pendidikan, disebutkan bahwa LPDP sebagai pengelola bisa menginvestasikan dana tersebut pada berbagai instrumen/portofolio. Dirinya mengingatkan Pemerintah agar memastikan bahwa hasil pengembangan dana abadi pendidikan yang dialokasikan untuk Pesantren harus berasal dari investasi yang dibenarkan oleh Dunia Pesantren, yaitu investasi yang sesuai dengan Syariah. 

Ketiga adalah soal Pasal 23 ayat (3) yang menyebutkan bahwa alokasi dana pemanfaatan untuk Pesantren mengikuti prioritas dari dana abadi pendidikan. Hidayat yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Gontor ini juga berharap Pesantren mendapatkan prioritas yang proporsional dengan sektor penerima manfaat lainnya. Tidak justru dipinggirkan apalagi sampai diakhirkan. 

Hidayat  mendukung usulan RMI PBNU agar alokasi untuk Pesantren setidaknya 20% dari Dana Abadi Pendidikan. Terakhir, pada Pasal 25 ayat (1) disebutkan bahwa Menteri Agama berwenang memantau dan mengevaluasi sumber dan pemanfaatan keuangan Pesantren. Hidayat mengingatkan Kementerian Agama untuk membantu dan tidak malah mempersulit serta  memberatkan Pesantren dengan proses pengajuan dan pelaporan keuangan yang rumit. Apalagi sampai mengusik independensi Pesantren dan marwah Para Kiyai pengasuh Pesantren.  Karena sebagian besar Pesantren bersifat mandiri/swadaya, dan tidak bergantung pada bantuan Negara. Selain bahwa para Kiyai Pengasuh Pesantren juga sebagai tokoh kharismatik/panutan di komunitasnya, Para Kiyai juga sangat padat kegiatannya di internal Pesantren. 

Hidayat berharap Dana Abadi Pesantren ini benar-benar bisa disosialisasikan secara baik dan benar ke Pesantren-Pesantren dan para Kiyai Pengasuh Pesantren. Program dana abadi itu juga harus direalisasikan secara adil, agar jadi berkah dan memberikan manfaat yang besar dan halal bagi Pesantren dan para Santri, tanpa mencederai independesi Pesantren dan marwah Pengasuh Pesantren.

"Saya juga kembali mengingatkan Pemerintah agar juga menggunakan Dana Abadi Pendidikan untuk membantu Santri/Mahasiswa di Universitas-Universitas Islam di dalam Negeri maupun luar Negeri yang terdampak covid-19, sebagaimana usul saya yang juga telah disepakati dalam raker antara Komisi VIII DPR-RI dan Menag, pada 9 April 2020 yang lalu. Itu diperlukan untuk  mempersiapkan generasi Ulama muda pelanjut kiprah banyak Ulama yang wafat karena covid-19,” pungkasnya. (*)



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Trending Twitter: Squid Game, Drama Garapan Netflix dari Korea Selatan
    Trending Twitter: Squid Game, Drama Garapan Netflix dari Korea Selatan
    19/09/2021 - 14:38
  • Penyandang Disabilitas Berdikari dengan Digitalisasi
    Penyandang Disabilitas Berdikari dengan Digitalisasi
    19/09/2021 - 14:32
  • Kementerian PUPR RI: PLBN Jagoi Babang akan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Kalbar
    Kementerian PUPR RI: PLBN Jagoi Babang akan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Kalbar
    19/09/2021 - 14:26
  • World Cleanup Day 2021, Senggigi Had Beach Cleaning
    World Cleanup Day 2021, Senggigi Had Beach Cleaning
    19/09/2021 - 14:19
  • Utak-atik Gawai Terapis Pijat Netra di Tengah Pandemi
    Utak-atik Gawai Terapis Pijat Netra di Tengah Pandemi
    19/09/2021 - 14:13

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06

KULINER

  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10