Ekonomi

Syarief Hasan: Dana Bantuan IMF Sama Dengan Utang

Jumat, 10 September 2021 - 20:00 | 15.44k
Syarief Hasan: Dana Bantuan IMF Sama Dengan Utang
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan.
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RISyarief Hasan menyoroti bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) dalam bentuk fasilitas Special Drawing Rights (DSR) sebesar US$ 6,32 miliar atau setara Rp 90,2 triliun.

Dana bantuan ini praktis membuat cadangan devisa Indonesia bertambah menjadi US$ 144,8 miliar per Agustus 2021. Jumlah ini naik dibandingkan pada bulan Juli 2021 sebesar US$ 137,3 miliar. Dengan adanya dana bantuan ini, praktis ruang fiskal Indonesia semakin longgar. Namun apakah dana bantuan ini memang betul-betul kita butuhkan?

Menurut Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini, dana bantuan IMF ini akan menimbulkan masalah tersendiri, yakni beban utang yang lebih besar. Di masa depan, ini justru akan membuat tekanan terhadap APBN menguat, bahkan menjadi beban fiskal yang akan diwariskan oleh pemerintah berikutnya, serta menjadi tanggungan rakyat.

Seharusnya pemerintah bisa mengaca pada keberhasilan Pemerintahan SBY yang berhasil melunasi utang pada IMF di tahun 2006, lebih cepat 4 tahun dari yang dijadwalkan. Bukan justru menambah utang.

“Pemerintah tidak bisa berkelit bahwa dana bantuan IMF ini adalah utang. Apakah khusus untuk DSR ini jangka waktu pengembaliannya lebih longgar, utang ini tetap mesti dilunasi. Bahkan pertanyaan paling pokoknya: apakah kita memang benar-benar membutuhkan dana bantuan ini? Jika memang kita tidak begitu membutuhkan, jelas pemerintah mengambil langkah keliru. Jika benar fundamental ekonomi masih cukup kuat, kita tidak membutuhkan tambahan utang baru,” ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Padahal, yang namanya utang tetap harus dilunasi, apalagi ada bunga yang juga mesti dibayar. Karenanya, politisi senior Partai Demokrat ini berpandangan pemerintah harus sangat berhati-hati untuk menambah utang baru.

Utang yang sudah ada saja sudah memberikan tekanan yang teramat berat terhadap APBN, apalagi ditambah dengan jumlah utang yang nilainya Rp 90,2 triliun. Ini nilai yang besar, yang juga harus dilunasi dengan beban bunga yang besar.

“Saya sangat menyayangkan sikap pemerintah yang masih saja doyan mengobral utang. Sementara di sisi lain, pemerintah kerapkali membanggakan pertumbuhan ekonomi mengesankan. Realisasi ekspor neto dan investasi meningkat. Ini jelas sebuah anomali, bahkan kebijakan yang tidak tepat arah. Jika memang pemerintah cukup percaya diri dengan kinerja perekonomian, harusnya tidak perlu menambah utang baru,” kata Syarief.

Apalagi, menurut Syarief, posisi utang per Juli 2021 telah mencapai angka Rp 6.570,17 triliun atau 40,51 persen dari PDB. Pada APBN 2022, pemerintah mengalokasikan pembayaran bunga utang sebesar Rp 405,9 triliun, lebih besar 10,8 persen dari outlook 2021. Jika memang pemerintah mengklaim dana bantuan IMF ini diberikan tanpa diminta, maka sudah seharusnya pemerintah berani menyatakan Indonesia tidak membutuhkan tambahan utang baru.

“Saya khawatir pemerintah mengambil resiko besar yang justru akan ditanggung bersama oleh seluruh rakyat Indonesia. Jelas kinerja utang kita menunjukkan indikator yang mencemaskan,” tutup Syarief Hasan. (*)



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Malang Raya Bermasker, MBLC Salurkan 3 Ribu Masker BNPB untuk Majelis Agung GKJW Malang Raya
    Malang Raya Bermasker, MBLC Salurkan 3 Ribu Masker BNPB untuk Majelis Agung GKJW Malang Raya
    19/09/2021 - 08:47
  • Persipura Jayapura vs Persija Jakarta: Bangkit atau Makin Babak Belur?
    Persipura Jayapura vs Persija Jakarta: Bangkit atau Makin Babak Belur?
    19/09/2021 - 08:31
  • Bantu Penanganan Covid-19,  ASTana Distribusikan Oksigen Konsentrator ke Ponpes
    Bantu Penanganan Covid-19,  ASTana Distribusikan Oksigen Konsentrator ke Ponpes
    19/09/2021 - 08:19
  • Aksi Dumfries dan Dzeko Warnai Pesta Gol Inter Milan
    Aksi Dumfries dan Dzeko Warnai Pesta Gol Inter Milan
    19/09/2021 - 08:12
  • Mario Suryo Aji Finish di Posisi 8 FIM CEV Moto3 Misano Circuit Italia
    Mario Suryo Aji Finish di Posisi 8 FIM CEV Moto3 Misano Circuit Italia
    19/09/2021 - 08:01

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06

KULINER

  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10