Kopi TIMES

Sunni Taliban, Rasanya....

Kamis, 09 September 2021 - 12:51 | 31.25k
Sunni Taliban, Rasanya....
M. Kholid Syeirazi. Skretaris Umum PP ISNU
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bisakah Anda membayangkan organisasi dengan madzhab Islam seperti NU menjadi radikal dan jihadis? 

Nyatanya bisa. Seperti yang terjadi dengan Taliban. Kaum salafi, termasuk salafi jihadi, umumnya mengikuti madzhab Hanbali yang cenderung tekstualis. Konsep tauhidnya mengikuti Ibnu Taimiyah yang menolak takwil. Tashih hadisnya mengidolakan Nashiruddin al-Albani. 

Namun, Taliban ini unik. Fikihnya ikut Hanafi. Tauhidnya ikut al-Maturidi. Kita tahu, Hanafi madzhab rasionalis dalam Islam. Ia representasi ‘madrasah ahli ra’y’ atau rationalist school dalam fikih. Maturidi juga rasionalis. Pandangannya mirip al-Asy’ari yang menengahi wahyu dan rasio.   

Akar madzhab Taliban berasal dari madrasah Darul Uloom Haqqania, Peshawar. Ini madrasah filial dari Darul Uloom Deobandi, sekolah Islam tertua dan paling berpengaruh di India. Darul Uloom Deobandi didirikan oleh Muhammad Qasim Nanautavi dan Rashid Ahmad Gangohi serta beberapa ulama lain pada 1866. 

Sekolah ini gratis. Siswa miskinnya diberi uang saku. Kurikulumnya mengajarkan fikih madzhab Hanafi dan tauhid Maturidi. Para pemukanya moderat dan nasionalis. Mereka tergabung dalam Jamiat Ulema-i Hindi yang mendukung Kongres Nasional India. Mereka menolak ide dua negara (India-Pakistan) yang disuarakan oleh Liga Muslim. 

Alumni Deobandi ribuan. Sebagian menjadi tokoh politik. Mahmud Hasan Deobandi, pejuang kemerdekaan India, alumni sini. Begitu juga Nik Aziz Nik Mat, tokoh legendaris pendiri PAS Malaysia. Pada 1966, Darul Uloom mengklaim mempunyai 9.000 cabang.

Ketika Pakistan merdeka dari India pada 1947, salah satu alumninya, Abdul Haq Akorwi, mendirikan filial Deobandi di Pakistan. Namanya Darul Uloom Haqqania. Lokasinya di Provinsi Perbatasan Barat Laut (NWFP), sekarang namanya Provinsi Khyber Pakhtunkhwat (KPK). Ibu kotanya Peshawar. 

Abdul Haq aktif di Jamiat Ulama-e-Islam, salah satu partai politik Islam di Pakistan. Santri-santri Abdul Haq melek politik. Mereka, antara lain, Mullah Omar, Jalaluddin Haqqani, Akhtar Mansoor, Sirajuddin Haqqani, dan Mohammad Yunus Khalis. 

Dari mana radikalisme Taliban muncul? Dari situasi politik. Uni Soviet menduduki Afghanistan pada 1980. Serentak muncul perlawanan, dari dalam dan luar. Amerika berkepentingan membendung komunisme. Arab Saudi berkepentingan membendung pengaruh Syiah yang sukses dengan revolusinya pada 1979. 

Pakistan jadi benteng Amerika dan Saudi untuk memukul Uni Soviet. Arab Saudi mengucurkan banyak uang. Amerika mengirim CIA dan militer untuk melatih mujahidin. Pakistan memasok logistik. Di sana kumpul banyak faksi. 

Ada sembilan yang tergabung dalam aliansi mujahidin Aghanistan (Ittehad-e Islami Mujahideeni Afghanistan). Mereka berasal dari pelarian IM Mesir, aktivis IM yang ditampung Saudi, pegiat IM cabang Afghanistan, dan pejuang lokal dari berbagai suku. 

Organisasinya ada Jamiat-e Islami, Hezb-e-Islami, Ittehad-e Islami, Maktab al-Khidmât, Bait al-Anshâr, Harkat ul-Mujahideen. Tokoh-tokohnya seperti Burhanuddin Rabbani, Gulbuddin Hekmatyar, Abdullâh Azzâm, Osâma bin Lâden, Fazlur Rahmân Khalîl, Jalaluddîn Haqqanî, dan Mullah Omar. 

Arab Saudi jor-joran menggelontorkan uang. Dia mendanai pendirian sekolah-sekolah Islam di tribal area di perbatasan Afghanistan (Federallay Administered Tribal Area/FATA). Tujuannya bukan hanya memperkuat mujahidin, tetapi juga menanamkan pengaruh Wahabisme. 

Arab Saudi mendatangkan Ibn Hanbal, Ibn Taimiyah, dan Muhammad bin Abdul Wahhab untuk membendung pengaruh Khomeini. Arab Saudi juga membantu Darul Uloom Haqqania. Pikiran politik Ibn Taimiyah masuk di tengah komunitas penganut Hanafi-Maturidi. Mereka jadi militan dan fundamentalis. 
Ketika Uni Soviet kalah dan minggat, aliansi mujahidin pecah. 

Rabbani bentrok dengan Hekmatyar. Azzâm tidak klop dengan Osâma. Pejuang-pejuang lokal sunni bentrok dengan pejuang lokal syiah dari suku Hazara. Situasi kacau balau. Kekuasaan dipegang para centeng lokal (warlord). Pemalakan marak, begitu juga pemerkosaan. 

Pada 1994, Mullah Omar, alumnus  Darul Uloom Haqqani, menggerakkan para santri madrasah untuk melawan mereka. Jadilah Taliban. Artinya murid atau santri. Kebanyakan dari etnis Pasthun. Mereka dididik dalam naungan pengaruh Ibn Taimiyah. Gerakan Taliban langsung populer. Hanya dalam hitungan bulan, anggotanya mencapai 30 ribu paramiliter. Pengaruhnya meluas. 

Pada September 1996, mereka merebut Kabul, menggulingkan Rabbani, dan mendirikan pemerintahan bernama Islamic Emirate of Afghanistan. Mereka menjalankan disiplin Islam ultrkonservatif ala Wahabisme.

Rakyat takut. Wanita tidak berkutik. Mereka wajib mengenakan burqa. Laki-laki harus memanjangkan jenggot. Musik haram. Buku-buku bergambar dilarang. Hukum hudud diterapkan secara keras.  

Ketika terjadi peristiwa 9/11, Amerika memburu Osama. Washington yakin al-Qaeda di balik serangan itu. Mereka juga yakin Osama dilindungi rezim Taliban. Banyak faksi domestik yang tidak suka dengan Taliban. 

Ahmed Shah Massoud, mantan panglima militer Rabbani, bersumpah untuk merongrong Taliban. Hekmatyar oposisi abadi. Wehdah Islamiyah, aliansi faksi Syiah, juga memusuhi Taliban. Rabbani dan Ahmed Shah Massoud memimpin Aliansi Utara untuk menggempur Taliban. Pada 2001, dibantu Amerika, Inggris, dan sekutunya, mereka berhasil menggulingkan Taliban.  

Rabbani memimpin kembali Afghanistan sebagai presiden transisi. Melalui pemilu, presiden lalu silih berganti, dari Hamid Karzai ke Ashraf Ghani. Kehidupan berjalan normal. Ekonomi tumbuh. Rakyat bermain musik dan menikmati kebebasan. 

Lalu di mana Taliban? Mereka masih eksis, tetapi minggir. Mereka menggalang kekuatan dan menguasai sekitar 40 persen wilayah Afghanistan. Mereka masih punya personel militer aktif sekitar 40 ribu.

Pada 2010, Obama menambah pasukan hingga 100 ribu personel untuk memerangi Taliban dan Al-Qaeda. Pada 2014, Pentagon mengumumkan mengakhiri operasi militer AS di Afghanistan. Secara perlahan, pasukan mereka ditarik mundur. Trump berjanji akan menarik setengahnya. Pada 2017, personel AS tinggal sekitar 8.400 pasukan.

Taliban enggan bertemu dengan pemerintah Afghanistan,  yang mereka anggap boneka, tetapi mau bernegosiasi dengan Amerika. Mereka bertemu dengan pejabat Amerika di Abu Dhabi, UEA, pada Desember 2018. Taliban buka kantor politik di Doha, Qatar, dipimpin Abdul Ghani Baradar. 

Melalui serangkaian pertemuan, kesepakatan damai tercapai. Pakta perdamaian ditandatangani di Doha, Qatar, pada 29 Februari 2020. Isinya, antara lain, penarikan pasukan AS dan NATO, maksimal 1 Mei 2021, lalu dialog intra-Afghanistan, dan gencatan senjata. 

Taliban juga berjanji tidak akan mendukung Al-Qaeda dan menyerang Amerika. Ketika Biden menjabat Presiden AS pada 20 Januari 2021, pasukan AS di Afghanistan tinggal 2.500. 

Taliban di atas angin. Mereka merebut Pul-e-Alam, ibu kota Logar. Ketika mereka menduduki Kabul, Presiden Ashraf Ghani memilih kabur ke Tajikistan. Taliban juga mengklaim berhasil  merebut Lembah Panjshir, utara Kabul, sarang perlawanan Aliansi Utara (NRFA) yang anti-Taliban. NRFA dipimpin Ahmad Massoud, putra Ahmed Shah Massoud, musuh bebuyutan Taliban.

Berkuasanya kembali Taliban adalah konsekuensi dari perjanjian Taliban dengan Amerika. Ironis, memang. Selama kurang lebih 20 tahun, Amerika menghabiskan duit US$2,26 triliun atau setara dengan Rp31.600 triliun, 10 kali lipat APBN Indonesia, dalam perang yang menewaskan ribuan orang, hanya untuk menyerahkan kembali panggung kekuasaan kepada Taliban. 

Jangan buru-buru menyimpulkan. Jika Taliban menggorok pemimpin ISIS atau Al-Qaedah, itu tidak berarti mereka berubah moderat. Mereka sedang menjalankan pakta yang ditandatangani dengan Amerika. 

Taliban tetap Taliban. Ideologi politiknya jihadis. Ideolog politik mereka Ibn Taimiyah dan Sayed Quthb. Praktek keagamaan mereka ultrakonservatif Wahabi. Meskipun sebagian dari mereka berasal dari santri Darul Uloom Haqqani, Darul Uloom Deobandi menolak dihubungkan dengan mereka. 

Pada 2008, Darul Uloom Deobandi  bersama 6.000 ulama dan mufti mengecam terorisme. Mereka menolak dikaitkan dengan kelompok-kelompok militan di Afghanistan, Pakistan, dan Kashmir. Mereka setuju sikap komunitas Muslim Mumbai yang menolak menguburkan mayat 9 orang pelaku teror Mumbai, November 2008. 

Mereka menegaskan Islam adalah agama toleran dan menghargai kemajemukan. Karena itu, mereka menganjurkan umat Islam tidak menyembelih sapi di hari Idul Adha, untuk menghormati keyakinan umat Hindu. Pada 2009, Darul Uloom menyebut India sebagai Darul Aman. Jihad fisik tidak dibenarkan di negara damai. Sikap-sikap mereka mirip sekali dengan ormas Islam moderat seperti NU.  

Al-hasil, Taliban adalah produk kawin silang sunni Jumhur yang bermadzhab dan sunni-salafi puritan. Dari kawin silang itu, nampaknya gen salafi-militan yang unggul dan dominan. (*)

***

*) Oleh: Penulis M. Kholid Syeirazi. Skretaris Umum PP ISNU

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Intönesia 2021, Acara Musik Asik Sekaligus Promosi Budaya Indonesia di Jerman
    Intönesia 2021, Acara Musik Asik Sekaligus Promosi Budaya Indonesia di Jerman
    28/09/2021 - 19:28
  • Menteri Nadiem Makarim Ungkap PTM Terbatas Baru 40 Persen
    Menteri Nadiem Makarim Ungkap PTM Terbatas Baru 40 Persen
    28/09/2021 - 19:22
  • Tanggapi Tuntutan Aksi Unjuk Rasa, PT KAI: Kami Berikan Hak Pensiunan Sesuai Aturan
    Tanggapi Tuntutan Aksi Unjuk Rasa, PT KAI: Kami Berikan Hak Pensiunan Sesuai Aturan
    28/09/2021 - 19:11
  • Pileg 2024 Banyuwangi Potensi Pecah Dapil, Apa Kursi DPRD Juga Bertambah?
    Pileg 2024 Banyuwangi Potensi Pecah Dapil, Apa Kursi DPRD Juga Bertambah?
    28/09/2021 - 19:04
  • Transformasi Digital, Kemkominfo RI Rumuskan Motto Baru
    Transformasi Digital, Kemkominfo RI Rumuskan Motto Baru
    28/09/2021 - 18:56

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    24/09/2021 - 19:12
  • Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    24/09/2021 - 11:01
  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25

KULINER

  • Cerita Dua Mahasiswa Tekuni Bisnis Kuliner di Era Pandemi
    Cerita Dua Mahasiswa Tekuni Bisnis Kuliner di Era Pandemi
    28/09/2021 - 18:51
  • Maknyus dan Ramah Kantong, Soto Bening Mbah Kromo Jember Tak Pernah Sepi
    Maknyus dan Ramah Kantong, Soto Bening Mbah Kromo Jember Tak Pernah Sepi
    28/09/2021 - 18:18
  • Merasakan Nikmatnya Ubi Cilembu di Pamongkoran Kota Banjar
    Merasakan Nikmatnya Ubi Cilembu di Pamongkoran Kota Banjar
    27/09/2021 - 05:49
  • Kujipang Tuse, Cemilan Gurih dan Nikmat Oleh-oleh Khas Indramayu
    Kujipang Tuse, Cemilan Gurih dan Nikmat Oleh-oleh Khas Indramayu
    27/09/2021 - 01:27
  • Jerome Polin Membuat Menantea Matos Banjir Pengunjung
    Jerome Polin Membuat Menantea Matos Banjir Pengunjung
    26/09/2021 - 10:05