Pendidikan

Kisah Inspiratif Mahasiswa UGM Magang di KJRI Cape Town Afrika Selatan

Selasa, 07 September 2021 - 19:22 | 27.58k
Kisah Inspiratif Mahasiswa UGM Magang di KJRI Cape Town Afrika Selatan
Haritz Lawana Prakasa saat magang di KJRI Cape Town Afrika Selatan (FOTO: Dok. Pribadi)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Haritz Lawana Prakasa, salah satu mahasiswa Program Studi Manajemen dan Kebijakan publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil menjadi bagian dari kesempatan magang di Konsulat Jendral Republik Indonesia atau KJRI Cape Town di Afrika Selatan.

Selama satu bulan, mulai Juni hingga Juli 2021, Haritz merasakan setiap divisi bagian di KJRI - dari ekonomi hingga sosial budaya, tapi kebanyakan waktu Haritz untuk menemui khususnya ABK (Anak Buah Kapal) yang berkewarganegaraan Indonesia karena Cape Town sendiri merupakan pelabuhan besar di pinggir samudra Atlantik.

"Tentunya banyak pengalaman baru yang saya alami di sana mulai dari budaya hingga pengalaman kerja. Dari segi budaya sendiri di sana juga berbeda. Untuk kotanya sendiri berbeda dengan Indonesia, fokusnya di sana juga adalah kota pelabuhan. Saya banyak bertemu dengan para ABK WNI di KJRI Cape Town," ungkap Haritz.

Haritz-Lawana-Prakasa-2618f76905c48135c.jpg

Haritz ditempatkan di beberapa fungsi misalnya di ekonomi mencoba membuat market research mengenai ekspor apa yang dapat dilakukan Indonesia untuk dikirim ke Afrika Selatan, melihat kondisi pasar Afrika Selatan seperti apa.

Sementara untuk fungsi sosial budaya, mengerjakan project pengenalan budaya Indonesia yang berkaitan dengan budaya Afrika Selatan seperti salah satunya penyebaran agama Islam di negara tersebut.

"Karena program magang ini di rolling di semua fungsi mulai dari ekonomi, fungsi sosial budaya dan juga fungsi protokoler,"  pungkas anak tunggal ini.

Menurutnya, Indonesia punya peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Afrika Selatan khususnya di kota Cape Town, karena di sana ada Syekh Yusuf dan Pangeran Madura yang dulu pernah diasingkan ke Afrika Selatan dan sampai sekarang meninggalkan budaya Islam.

"Sekaligus ada etnis yang disebut Cape Malay yang juga punya ikatan erat dengan kita orang-orang Indonesia," beber pria yang jadi delegasi Asean Korean Summit 2020.

Haritz memilih tempat magang berbeda dari yang lainya, agar dapat membandingkan khususnya negara Afrika Selatan dari segi perspektif yang berbeda mulai dari pembangunan negara hingga cara mengatur warga negara.

"Keunikan pengalaman itu sendiri, saya melihat ada pengalaman magang ini sesuatu yang mungkin tidak banyak kesempatannya lagi di masa depan. Jadi saya memilih pengalaman yang tidak terlupakan," jelas remaja kelahiran Malang pada 20 Juni 1999 ini.

Ia mengaku berusaha keras agar bisa magang di luar negeri sehingga dapat mempunyai pengalaman yang menarik dan berbeda dari teman-teman lainnya. Proses cukup panjang dihadapi remaja 22 tahun ini. Butuh waktu sekitar 1 hingga 2 bulan untuk memenuhi proses agar dapat magang di luar negeri, khususnya di Afrika Selatan.

Haritz-Lawana-Prakasa-3.jpg

"Yang pertama kami pastinya lihat ada kesempatan atau tidak di tempat itu, menyiapkan dokumen seperti CV, transkip nilai, surat pengantar dari kampus dan motivation latter. Persiapan berangkat membuat visa, lalu mengurus segala dokumen, mengurus sponsor dan kami mendapatkan surat sponsor dari Kedutaan itu," ucapnya.

Pria yang terpilih menjadi Youth ASEAN Leaders Policy Intiviative di Thailand ini menambahkan, faktor-faktor pendukung yang perlu disiapkan untuk magang di luar negeri mulai dari keseriusan berupa motivation letter dan menyatakan apa yang ingin dicapai saat magang dalam courtesy call pada pihak KJRI.

"Kami juga ingin menunjukan keseriusan ya kami bersedia berangkat kesana melakukan program magang serta yang pasti indikator yang ingin dicapai misalnya memproduksi tulisan, membuat video itu adalah satu ukuran bagaimana kita bisa diterima di sana," jelasnya.

Mengenai kelebihan magang di luar negeri, Haritz mengaku banyak mendapat perspektif baru dari pekerjaannya, bisa mendapat pengalaman hidup baru dengan gaya hidup yang baru dan mempunyai lingkungan baru, dalam hal ini masyarakat lokal Afrika Selatan.

"Saya juga belajar kata-kata lokal di bahasa sana, juga bahasa Afrikans, bahasa Sosa seperti itu, jadi banyak banget pengalaman yang bisa didapatkan," ungkapnya.

Pesan khusus diungkapkan Haritz untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan magang di Luar negeri agar terus dan tak mudah menyerah mencari kesempatan agar melihat dan belajar hal baru dari negara manca. 

"Kalau misalkan kita konsisten akan peluang tersebut yang harus disiapkan juga mental jadi untuk magang itu untuk belajar, mengembangkan diri, mencari ilmu agar nanti di dunia pekerjaan itu mengerjakan segala sesuatunya dengan baik." tutup Haritz Lawana Prakarsa, mahasiswa UGM yang magang di KJRI Cape Town, Afrika Selatan. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Cegah Covid-19, FORTASI Ingatkan Kembali Prokes Melalui Program Sargab
    Cegah Covid-19, FORTASI Ingatkan Kembali Prokes Melalui Program Sargab
    19/09/2021 - 15:14
  • Wisata Luar Angkasa Terwujud, SpaceX Inspiration4 Membuktikannya
    Wisata Luar Angkasa Terwujud, SpaceX Inspiration4 Membuktikannya
    19/09/2021 - 15:08
  • Hima Edsa Unusa Lakukan Pendampingan Pembelajaran Langsung Bahasa Inggris di Madura
    Hima Edsa Unusa Lakukan Pendampingan Pembelajaran Langsung Bahasa Inggris di Madura
    19/09/2021 - 15:02
  • Hasil Perikanan Pulau Bawean Gresik Berpeluang Ekspor
    Hasil Perikanan Pulau Bawean Gresik Berpeluang Ekspor
    19/09/2021 - 14:58
  • 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    19/09/2021 - 14:50

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06

KULINER

  • 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    19/09/2021 - 14:50
  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16