Kopi TIMES

OTT Bupati dan Keserakahan Kita

Jumat, 03 September 2021 - 09:58 | 43.03k
OTT Bupati dan Keserakahan Kita
Toto TIS Suparto; Penulis Filsafat Moral, Pengkaji di Institut Askara.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Ketika membaca berita kasus operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Probolinggo yang diduga melakukan jual beli jabatan, saya pun mundur ke beberapa waktu lalu. Saya mengernyitkan dahi, bukankah baru-baru  ini juga ada OTT Bupati?  Lah kok belum kapok ya? Apakah Bupati Probolinggo tak belajar dari kesalahan koleganya? Atau memang ia sudah terperangkap dalam nafsu serakah?

Saya pun teringat pernyataan filsuf  Plato bahwa setiap orang bisa hidup sejahtera secara merata, asal  manusia perlu dan berkewajiban mengendalikan nafsu keserakahannya untuk memenuhi semua keinginan yang melebihi kewajaran. 

Inilah persoalan  utama kita. Jujur saja kita acap tergiring untuk mengejar keinginan dan sering  lupa mensyukuri kebutuhan yang telah terpenuhi. Andai saja Bupati berhenti pada kebutuhannya, dan tidak lagi mengejar keinginannya, saya rasa tak akan terjebak dengan permainan jual beli jabatan. Sebab, kalau ini kata Aristoteles, kebutuhan manusia itu tidak terlalu banyak, tetapi keinginannyalah yang relatif tidak terbatas. Manakala diperbudak keinginan yang tak terbatas itu, maka terperangkaplah kita pada keserakahan. 

Bicara keserakahan mengantarkan saya kepada pemikiran filsuf Diogenes. Filsuf yang berpegang teguh pada hidup asketik ini pernah menyatakan "Orang yang paling kaya adalah orang yang paling nyaman dengan kepemilikan yang paling sedikit".

Diogenes itu mau menegaskan bahwa kekayaan materi adalah persoalan terkait jumlah. Bilamana menempatkan materi sebagai tujuan hidup maka jumlahnya tak terbatas. Walau jumlahnya banyak,  namun tetap saja merupakan kekayaan  semu. Tak ada batasnya. 

Kekayaan sejati itu, kata Diogenes, jika kita sudah merasa cukup.  Ukuran cukup ini didasarkan atas pertimbangan akal budi, bukan dorongan emosi dan hasrat materi. Artinya jika manusia menerima kesederhanaan saat ini, maka ia sudah hidup dalam kekayaan. 

Tentu saja Diogenes paham benar arti kesederhanaan. Ia memang asketis. Bahkan ia digambarkan hidup seperti gelandangan. Tidur di jalanan ditemani anjing- anjing. Terbiasa ditemani anjing, keberaniannya juga seperti anjing. Diogenes dari Sinope ini dikenal dengan sebutan "si anjing" atau "Diogenes Kunikos" (dalam bahasa Yunani kunikos berarti anjing). Hal itu dikarenakan ia sangat berani dalam menyatakan pandangannya layaknya seekor anjing yang menyalak. Jalan asketik diperoleh dari gurunya yang bernama Anthisthenes, yang merupakan murid dari Socrates. Umurnya sekitar dua puluh tahun lebih tua daripada Plato. 

Banyak di antara kita menyamakan kebutuhan dan keinginan. Padahal berbeda. Kebutuhan ada batasnya. Keinginan tak terbatas. Terus dan terus, sehingga ditempatkan sebagai ketidakwajaran di mana yang dikejar adalah kepuasan semu. 

Bupati Probolinggo terjebak keinginan. Ia tidak cukup sampai kepada kebutuhan. Manakala manusia tidak pernah merasa cukup dan terus memburu keinginannya maka jadilah manusia serakah.  Filsuf Bernard de Mandellive dalam buku klasik The Fable of the Bees (1714) mengemukakan sifat serakah manusia yang selalu lebih mementingkan diri sendiri akan memberi dampak sosial bagi masyarakat. 

Benar saja, tindakan  Bupati Probolinggo  cenderung merugikan masyarakat. Sayang Bupati Probolinggo  tidak belajar kepada penganut Diogenes, bagaimana menjadi seseorang yang tidak serakah. Sayang pula Bupati lebih mengutamakan “balik modal” dalam proses politiknya. Akibat keserakahannya, ia  pun dijebloskan  ke balik terali besi. Tetapi, terlalu “njomplang” membandingkan kehidupan Bupati Probolinggo dan seorang filsuf. Memang, zamannya berbeda. Namun kisah Diogenes sekadar mengingatkan kita bersama agar tidak terjebak keserakahan. Untuk Bupati Probolinggi lebih pas jika saya kutipkan pernyataan para pemuka agama.  

Begini, para ulama menganalogikan sikap manusia identik dengan unggas. Empat ungags mewakili sikap manusia. Ayam merepresentasikan  hawa nafsu, bebek menggambarkan sifat rakus, merak menunjukkan sikap angkuh, dan gagak menunjukkan keinginan. Ternyata bebek lebih dominan. Artinya keserakahan menguasai hidup manusia. Maka, ulama itu mengingatkan bahwa tujuan hidup manusia bukanlah untuk berlomba mengumpulkan harta hingga melimpah ruah. Dunia hanyalah sementara; ladang untuk menentukan pilihan berbuat kebaikan. Oleh sebab itu hiduplah dengan kesederhanaan. 

Begitulah saran manusia bijak. Memang susah untuk mempraktikkannya. Namun kalau tidak membiasakan diri akan lebih susah lagi. Keutamaan moral itu terbangun dari kebiasaan yang kita lakukan. (*)

***

*) Oleh: Toto TIS Suparto; Penulis Filsafat Moral, Pengkaji di Institut Askara.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Merangkai Cerita Melalui
    Merangkai Cerita Melalui "Photo Story"
    19/09/2021 - 00:01
  • Kejutan Unisma di Harlah ke-92 LP Ma'arif NU Jatim, Beri Beasiswa S2 untuk Guru Berprestasi
    Kejutan Unisma di Harlah ke-92 LP Ma'arif NU Jatim, Beri Beasiswa S2 untuk Guru Berprestasi
    18/09/2021 - 23:23
  • Jazilul Fawaid: Santri Punya Trah Menjadi Pemimpin
    Jazilul Fawaid: Santri Punya Trah Menjadi Pemimpin
    18/09/2021 - 23:08
  • DKC Garda Bangsa Bondowoso Gelar Vaksinasi Covid-19, Peserta Dapat Voucher Umroh 
    DKC Garda Bangsa Bondowoso Gelar Vaksinasi Covid-19, Peserta Dapat Voucher Umroh 
    18/09/2021 - 23:02
  • Uji Coba Pramusim Kontra APM Ponorogo, Persemag Magetan Raih Hasil Imbang
    Uji Coba Pramusim Kontra APM Ponorogo, Persemag Magetan Raih Hasil Imbang
    18/09/2021 - 22:59

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06

KULINER

  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10