Mahasiswa KSM Unisma Malang Dorong Daya Saing Jamu Tradisional
Mahasiswa KSM Tematik Unisma Malang melaksanakan program kerja di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Mahasiswa KSM Tematik Unisma Malang melaksanakan program kerja di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Kelompok 72 dan 80 KSM Tematik fokus pada pengusaha UMKM yang terdampak pandemi. Di Desa Sumurgeneng, banyak warga yang memiliki usaha jamu tradisional.
Pendapatan UMKM jamu tradisional di desa ini merosot tajam dalam 5 bulan terakhir, meski jamu herbal saat ini sangat digandrungi oleh masyarakat karena berpotensi meningkatkan sistem imun selama masa pandemi Covid-19. Salah satu faktor penyebab kemerosotan ini adalah tidak adanya inovasi maupun keahlian yang mumpuni dalam pemasaran produk jamu tradisional.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Mahasiswa Unisma membantu UMKM untuk membangkitkan kembali pendapatan melalui pendampingan pemasaran secara daring (online).
Salah satu usaha jamu tradisional yang menarik perhatian mahasiswa adalah produksi jamu kunyit asam milik Rodliyah. Ia mengaku omset yang didapatkan Rodliyah dari pemasaran secara konvensional tidak bisa mencapai target yang membuat perputaran modal terhambat.

Mahasiswa mengakarjan pada pelaku usaha untuk memasarkan secara online melalui media sosial, seperti Facebook dan Instagram.
Pemasaran melalui media sosial ini dianggap lebih sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini yang tidak bisa lepas dari gawai dan lebih memiliki peluang menjangkau target pasar yang lebih luas.
Dengan adanya pemasaran secara daring ini, mahasiswa memiliki ekspektasi agar produk jamu kunyit asam milik Rodliyah bisa lebih dikenal masyarakat.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Selain pendampingan pemasaran secara daring, mahasiswa juga membantu dalam pemasaran secara konvensional dengan menawarkan produk jamu kunyit asam untuk dititipkan di beberapa warung kecil yang ada di sekitar Pasar Jenu.
Penyebaran pamflet promosi juga dilakukan dengan desain pamflet karya mahasiswa untuk menggenjot pemasaran produk jamu. Mahasiswa Unisma Malang berharap dengan bantuan pendampingan langkah-langkah pemasaran ini dapat membantu produk jamu kunyit asam Rodliyah untuk lebih berdaya saing, sehingga omset yang didapat dapat mencapai bahkan melebihi target. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Selly Dwi Octavia, Mahasiswa KSM Tematik Kelompok 80 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

