Kopi TIMES

Dampak Media Sosial bagi Anak di Masa Pandemi dan Cara Mengatasinya

Senin, 30 Agustus 2021 - 15:26 | 39.85k
Dampak Media Sosial bagi Anak di Masa Pandemi dan Cara Mengatasinya
Ahmad Shofiyuddin Ichsan, Dosen Institut Ilmu Al Qur’an An Nur Yogyakarta.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Beberapa tahun terakhir, perkembangan media semakin hari semakin pesat. Bahkan media sosial saat ini telah menjadi ‘menu makanan wajib’ bagi manusia sehari-hari, tidak hanya di kalangan orang dewasa, tetapi juga di kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Pesatnya teknologi media ini juga diperkuat adanya pandemi Covid-19, sehingga menambah bagaimana mobilitas penggunanya semakin massif. Layaknya pecandu, media sosial terus menjerat hidup manusia dari waktu ke waktu. Artinya, hanya satu menit saja tidak memegang smartphone dan tidak membuka akun media sosial pribadinya, pikiran mereka tidak bisa tenang.

Hasil penelitian dari Rohmah (2020) menunjukkan bahwa media sosial selama Covid-19 dapat digunakan sebagai media informasi. Sebagai media informasi, media sosial justru menjadi salah satu alat terpenting bagi kehidupan manusia di saat mobilitas aktivitas mereka terbatasi. Media sosial dulu dianggap sebagai sumber masalah bagi anak, saat ini justru menjadi wadah kebutuhan anak dalam memperoleh ilmu pengetahuan, baik dari guru maupun dari yang lain.

Maka dari itu, penggunaan media sosial bagi anak di sini harus dipahami secara komprehensif dan perlu disikapi secara tepat. Tidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan media sosial bagi anak seperti dua sisi matang uang koin, di mana satu sama lain memiliki sisi yang berbeda tetapi masih menyatu. Ada sisi positif, ada pula sisi negatif.

Adapun dampak media sosial bagi anak di masa pandemi dapat dipahami sebagai berikut:

1.    Media sosial menjadi pelarian diri dari segala aktifitas pembelajaran dari pihak sekolah. Media sosial menjadi alat penenang bagi mereka. Ia mampu menjadi penghibur keadaan psikologis anak-anak ketika merasakan kebosanan belajar, stress akibat banyak tugas sekolah, dan seterusnya. Dalam ilmu psikologi, pelarian dari kesepian adalah sebuah kewajaran dalam hidup. Karena orang kesepian dapat beresiko terkena stress psikis yang membuat diri anak semakin tidak nyaman dan tertekan.

2.    Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial bagi anak di masa pandemi Covid-19 ini semakin intens, bahkan bisa 3-5 jam dalam sehari. Dalam ilmu kesehatan, penggunaan media sosial bagi anak bisa berakibat buruk. Penggunaan media sosial dengan aktivitas 3x lipat dapat beresiko mengalami gangguan depresi lebih.

3.    Media sosial semakin berbahaya karena di beberapa kejadian ia dijadikan sebagai wadah untuk mengekpresikan kebebasan. Banyak kejadian miris ketika anak menggunakan postingan media sosialnya tidak sesuai dengan etika ketimuran. Media sosial digunakan sebagai ungkapan kebencian terhadap teman-temannya yang mengakibatkan perkelahian, bahkan tidak jarang media sosial menjadi alat merusak reputasi guru atau nama baik sekolahnya. 

4.    Media sosial mengakibatkan dampak asosial anak di lingkungannya. Artinya, semakin anak menyadari ada ketenangan menggunakan media sosial di dunia maya, semakin ia tidak tenang berinteraksi di dunia nyata. Anak lebih memilih berdiam diri di kamar dengan smartphonenya daripada bermain dengan teman-temannya di sekitar rumah. Akibatnya, anak akan tercerabut akar bersosialnya sebagai realitas hidup sejatinya.

Maka dari itu, beberapa dampak di atas perlu diminimalisir sedemikian rupa agar anak tidak menjadikan media sosial sebagai candu yang menjerat hidupnya, tetapi hanya dijadikan sebagai salah satu alat bantu dalam menjalani proses aktivitas kehidupannya sehari-hari, khususnya aktivitas proses pendidikan di masa pandemi.

Untuk itu, berdasarkan hasil penelitian penulis pada beberapa tahun terakhir, setidaknya ada beberapa cara yang efektif bagaimana mengatasi dampak media sosial bagi anak-anak tersebut, di antaranya:

1.    Menamankan pendidikan agama sebagai pendidikan nilai
Pendidikan agama sebagai benteng moralitas yang memberi sekat dan standar yang jelas mana hal baik yang harus dilakukan dan mana hal buruk yang perlu ditinggalkan. Pendidikan agama harus ditanamkan oleh anak-anak sebagai pondasi pendidikan nilai. Ketika anak sudah memiliki pendidikan nilai, ia akan menilai apapun yang di sekitarnya dengan nilai-nilai subjektifitas dari kesadaran itu.

2.    Mengintensifkan interaksi di lingkungan keluarga
Di masa pandemi Covid-19, tri pusat pendidikan harus menjadi kontrol aktivitas pendidikan anak. Dulu pendidikan anak terpusat di sekolah (school centered), saat ini harus terpusat pada keluarga (family centered) dan tentu dukungan dari lingkungan sekitarnya. Interaksi orang tua kepada anak harus terus diintensifkan, sehingga satu sama lain saling bersosial dan memahami. Di sini, harmonisasi dalam keluarga menjadi kunci.

3.    Meminimalisir waktu bermain smartphone
Hampir seluruh proses pendidikan di era pandemi dilakukan melalui daring. Untuk itu, orang tua harus memiliki aturan jelas bagaimana membagi waktu yang tepat antara kapan menggunakan smartphone dan kapan tidak menggunakannya. Di sini, pembatasan jam maksimal penggunaan dalam sehari menjadi prioritas.  

4.    Memberikan pemahaman dampak penggunaan media sosial
Anak perlu diberikan pemahaman dan kesadaran bagaimana penggunaan dampak penggunaan media sosial baginya. Sejak dini anak harus disadarkan adanya dampak positif sekaligus dampak negatifnya ketika sering menggunakan smartphone. Artinya, ketika anak menggunakan smartphone, ia akan sadar apa saja akibat yang akan ditumbulkan dari penggunaan itu.
 
5.    Mencari aktivitas yang lebih produktif sebagai pengganti
Pandemi Covid-19 memaksa aktivitas hidup manusia terbatasi. Memaksa untuk banyak beraktivitas di rumah terlebih dahulu, sehingga sering terjadi kebosanan bagi anak dengan melampiaskannya melalui penggunaan media sosial. Untuk itu, orang tua harus mencari alternatif aktivitas lain pengganti smartphonenya. Melalui new normal, anak bisa diikutkan beberapa les privat, mengikuti komunitas hobi kesukaannya, mengaji TPA setiap sore, atau sesekali diajak ke wahana permainan edukatif. Aktivitas-aktivitas pengganti tersebut justru harus dijadikan lebih produktif, sehingga dapat mengoptimalkan potensi anak demi kualitas pendidikan dan kehidupannya ke depan.

***

*) Oleh: Ahmad Shofiyuddin Ichsan, Dosen Institut Ilmu Al Qur’an An Nur Yogyakarta.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Bantu Penanganan Covid-19,  ASTana Distribusikan Oksigen Konsentrator ke Ponpes
    Bantu Penanganan Covid-19,  ASTana Distribusikan Oksigen Konsentrator ke Ponpes
    19/09/2021 - 08:19
  • Aksi Dumfries dan Dzeko Warnai Pesta Gol Inter Milan
    Aksi Dumfries dan Dzeko Warnai Pesta Gol Inter Milan
    19/09/2021 - 08:12
  • Mario Suryo Aji Finish di Posisi 8 FIM CEV Moto3 Misano Circuit Italia
    Mario Suryo Aji Finish di Posisi 8 FIM CEV Moto3 Misano Circuit Italia
    19/09/2021 - 08:01
  • PSS Sleman vs Arema FC: Singo Edan Jangan Setengah-Setengah!
    PSS Sleman vs Arema FC: Singo Edan Jangan Setengah-Setengah!
    19/09/2021 - 07:41
  • Combo Ticket for Papuma Beach and Watu Ulo Jember Soon
    Combo Ticket for Papuma Beach and Watu Ulo Jember Soon
    19/09/2021 - 06:56

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06

KULINER

  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10