Kopi TIMES

Ruang Ilmiah Tak Dijamin Aman, Mahasiswi di Bayang-bayang Kekerasan Seksual

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 14:31 | 28.11k
Ruang Ilmiah Tak Dijamin Aman, Mahasiswi di Bayang-bayang Kekerasan Seksual
Siti Khamidah.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JEMBER – Pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia pada pertengahan Maret 2020, Pembatasan Sosial Berskala Besar serta kebijakan-kebijakan pemerintah mendorong bekerja dan belajar dari rumah, namun hal tersebut belum memutus rantai kekerasan seksual terhadap Perempuan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020 jumlah penduduk perempuan  sebanyak 133,54 juta orang atau 49,42 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Angka ini jelas menunjukkan bahwa jumlah perempuan dan laki-laki tidak jauh berbeda, namun tingkat kesenjangan gender di Indonesia masih cukup tinggi bahkan tidak sedikit mereka yang harus mengalami kekerasan seksual. Kasus kekerasan seksual di Indonesia sudah termasuk kategori darurat dan tidak bisa dianggap remeh lagi, karena jumlah korban kekerasan seksual selalu meningkat dari tahun-ketahun. Siapapun tanpa mengenal usia, agama, pakaian maupun jenis kelamin dapat menjadi korban kekerasan seksual. 

Berdasarkan CATAHU Komnas Perempuan tahun 2020 terdapat 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani oleh pengadilan agama, 14.719 kasus kekerasan seksual pada perempuan ditangani oleh lembaga mitra penyedia layanan, dan 1.419 kasus kekerasan seksual ditangani Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR). Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan sebanyak 792%. Namun data tersebut masih merupakan fenomena gunung es, yang dimana banyak kasus yang tak terungkap.

Komnas Perempuan menerima pengaduan kasus-kasus kekerasan seksual dari sejumlah wilayah di tanah air yakni Semarang, Bandung, Palangkaraya, Kendari, Bali, dan Jombang. Bentuk Kekerasan Seksual yang terjadi adalah Kekerasan dalam Pacaran (KDP), pencabulan hingga pemerkosaan. Sedangkan pelaku hampir semua orang yang dikenal baik oleh korban, seperti pacar, senior dalam organisasi, dosen, dan keluarga/pengurus lembaga pendidikan. 

CATAHU Komnas Perempuan Tahun 2020 juga mencatat sepanjang tahun 2020 kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan masih terus terjadi, baik dilembaga pendidikan umum maupun lembaga pendidikan berbasis agama. Pada Senin, 23 Agustus 2021, Publik dihebohkan kembali dengan adanya Laporan bahwa oknum Dosen IAIN Kediri Jawa Timur diduga melakukan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswinya. Kabarnya pelecehan tersebut dilakukan ketika sang mahasiswi melakukan bimbingan skripsi di rumah oknum dosen.

Hal tersebut menambah serangkaian kasus dan motif pelecehan seksual terhadap perempuan di Lingkungan Pendidikan (dalam hal ini kampus). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen memberikan pengertian tentang dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Seorang dosen harusnya menjungjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika. Bukan memuaskan nafsu dengan melakukan perbuatan cabul terhadap mahasiswinya. 

Pelaku Pelecehan seksual yang dalam hal ini dilakukan oleh oknum Dosen IAIN Kediri dapat dijerat dengan Pasal pencabulan Pasal 289 s.d Pasal 296 KUHPidana. Sayangnya tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut tidak dijelaskan secara gamblang oleh media. Selain dapat dipidana oknum dosen tersebut juga bisa dikenakan dengan sanksi berupa: teguran, peringatan tertulis, penundaan pemberian hak dosen, penurunan pangkat dan jabatan akademik, pemberhentian dengan hormat atau pemberhentian tidak dengan hormat. Sanksi tersebut diberikan karena oknum dosen tersebut melanggar kewajiban profesi sebagaimana yang terdapat dalam Pasal 60 UU 14 Tahun 2005. 

Kasus tersebut menggambarkan betapa ruang ilmiah tidak menjamin adanya perlindungan bagi perempuan. Kasus-kasus yang serupa telah banyak terjadi, dan akan terus bertambah jika belum ada solusi yang pasti. Maka penting untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (Selanjutnya disebut RUU PKS). RUU PKS merupakan upaya pembaruan hukum untuk mengatasi berbagai persoalan kekerasan seksual.

Pembaruan tersebut bertujuan untuk: (1) melakukan pencegahan kekerasan seksual; (2) mengembangkan dan melaksanakan penanganan, perlindungan dan pemulihan yang melibatkan masyarakat dan berpihak pada korban; (3) memberikan keadilan bagi korban dengan memberikan sanksi yang tegas bagi pelaku kekerasan seksual; (4) menjamin terlaksananya kewajiban negara, peran keluarga, masyarakat dan korporasi dalam mewujudkan lingkungan bebas kekerasan seksual. RUU PKS merupakan terobosan agar hukum mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan korban kekerasan seksual. 

Dalam menyikapi kekerasan seksual di dunia pendidikan, Komnas Perempuan merekomendasikan universitas untuk: (1) mengembangkan Standard Operational Procedure/SOP Pencegahan dan Penanganan Korban Kekerasan Seksual; (2) memberi sanksi etik dan/atau administratif kepada pelaku sesuai kode etik civitas academica; (3) mengapresiasi korban yang telah berani melaporkan kasusnya dan (4) menyampaikan permintaan maaf kepada para korban dan mendukung pemulihan psikologis korban. Rekomendasi Komnas perempuan tersebut hendaknya bersifat wajib yang harus dipenuhi masing-masing universitas baik Negeri maupun swasta.

Hal tersebut bertujuan agar tidak ada lagi kasus kekerasan seksual dalam dunia pendidikan terutama lingkup universitas yang jelas kode etiknya, sehingga mahasiswi tidak lagi dalam bayang-bayang kekerasan seksual, merasa aman dan terlindungi hak-haknya. 

***

*) Oleh: Siti Khamidah.                    

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Universitas Islam Internasional Indonesia Mulai Membuka Perkuliahan Program Magister
    Universitas Islam Internasional Indonesia Mulai Membuka Perkuliahan Program Magister
    20/09/2021 - 16:10
  • Puan Maharani Bicara Kriteria Calon Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto
    Puan Maharani Bicara Kriteria Calon Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto
    20/09/2021 - 16:06
  • Pasar Tradisional Mulai Bergeliat, Ketua DPD RI Minta Prioritas Vaksin ke Pedagang
    Pasar Tradisional Mulai Bergeliat, Ketua DPD RI Minta Prioritas Vaksin ke Pedagang
    20/09/2021 - 16:02
  • Gubernur Jatim Khofifah Dorong Seluruh Desa di Jatim Miliki PAUD
    Gubernur Jatim Khofifah Dorong Seluruh Desa di Jatim Miliki PAUD
    20/09/2021 - 15:58
  • Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Lebih Tinggi Dibanding Kasus Baru
    Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Lebih Tinggi Dibanding Kasus Baru
    20/09/2021 - 15:54

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25
  • Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    19/09/2021 - 16:30
  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Aksi Masifikasi Karitas Sosial
    Aksi Masifikasi Karitas Sosial
    18/09/2021 - 13:00
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25

KULINER

  • Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    20/09/2021 - 05:30
  • Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    20/09/2021 - 01:25
  • 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    19/09/2021 - 14:50
  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16