Kopi TIMES

TVRI, Bertahan pada Nostalgia

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 05:59 | 31.45k
TVRI, Bertahan pada Nostalgia
Ichwan Arifin adalah Alumnus Pascasarjana UNDIP Semarang, Wakil Ketua DPD PA GMNI Jawa Timur.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Bagi generasi yang lahir sebelum tahun 1989, meski samar-samar, mungkin masih ingat ragam acara seperti; Aneka Ria Safari, Si Unyil, Dunia Dalam Berita, Mana Suka Siaran Niaga, Kelompok Pendengar Pembaca dan Pemirsa (Klompencapir), hingga film Little House on the Prairie. Ragam acara tersebut ditayangkan di Televisi Republik Indonesia (TVRI). Satu-satunya stasiun televisi yang mengudara pada masa itu.

Selain TVRI, ada siaran dari TV luar negeri. Dapat diakses lewat parabola. Namun, mayoritas rakyat tidak punya akses memasang parabola. Sebagian bahkan tak mampu beli pesawat TV. Di banyak tempat, satu pesawat TV ditonton ramai-ramai warga satu kampung.

Sebagaimana karakter rejim otoriter, monolitik dan hegemonik, pemerintah Orba mengontrol semua aspek kehidupan rakyat. Termasuk menguasai dan mengontrol arus informasi serta media komunikasi. Bagian dari upaya menguatkan kekuasaan Orba yang hegemonik.  Media komunikasi non audio visual, seperti surat kabar masih boleh beragam. Namun jika dianggap vokal, pemerintah melalui departemen penerangan (Deppen) tak segan mencabut Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Tamat sudah riwayat sebuah koran jika sampai SIUP dicabut. Istilah lainnya, dibreidel!  Jika surat kabar masih ada kelonggaran, media komunikasi audio visual hanya boleh ada satu dan sepenuhnya dalam kendali pemerintah.

Merujuk berbagai literatur, gagasan pendirian stasiun televisi berasal dari Bung Karno sebagai bagian dari persiapan Asian Games IV di Jakarta. Saat itu, Bung Karno berupaya keras menempatkan Indonesia sebagai kekuatan yang diperhitungkan dunia. Salah satu caranya, menjadi tuan rumah Asian Games IV. Sebagaimana dituturkan Bung Karno dalam, “Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”, memberantas kelaparan memang penting, tetapi memberi jiwa yang telah tertindas dengan sesuatu yang dapat membangkitkan kebanggaan, juga penting.

Stasiun TV digunakan untuk memberitakan event tersebut pada rakyat dan dunia. Bung Karno yang gandrung pada persatuan juga berharap, keberadaan stasiun TV menjadi instrumen menguatkan persatuan nasional. Persiapan pendirian dilakukan sejak 1961. Secara resmi, TVRI  berdiri pada 24 Agustus 1962 berdasarkan SK Menpen RI No.20/SK/VII/61. Siaran percobaan pada 17 Agustus 1962. Siaran perdana format hitam putih mengudara pada 24 Agustus 1962 bersamaan pembukaan Asian Games IV.

Pada masa Orba, TVRI menjadi corong penguasa yang efektif. Sebagaimana dikutip dari tvri.go,id, TVRI tidak memiliki independensi dalam kebijakan “editorial policy” dan menjadi media tunggal penyiaran televisi pemerintah. Tentu masih ingat, setiap selesai rapat kabinet, Mensesneg Moerdiono dengan tutur kata yang lamban menyampaikan hasilnya melalui TVRI. Selepas Moerdiono, nama yang melegenda adalah Menteri Penerangan Harmoko. Setiap kali memaparkan hasil sidang kabinet selalu diawali dengan kalimat, “atas petunjuk bapak presiden”.

Kondisi itu menyebabkan menurunnya semangat kerja, kreativitas dan produktivitas karyawan. Disisi lain, tuntutan zaman, perkembangan teknologi dan arus desakan global, tidak terbendung lagi. Monopoli siaran TVRI berakhir pada 1989. Saat itu, pemerintah memberi ijin kehadiran satu stasiun televisi swasta. Selain mengakomodasi tuntutan jaman, ada keluarga Cendana dibalik stasiun TV swasta tersebut. Setelah itu, muncul beragam staisun TV swasta yang memberi banyak pilihan masyarakat. Siaran TVRI pun perlahan ditinggalkan.

Secara kelembagaan, terjadi beberapakali perubahan. Pada awalnya berbentuk yayasan berdasarkan Keputusan Presiden No: 215 Tahun 1963 tentang Pembentukan Yayasan TVRI. Pasca reformasi, berubah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Deppen. Kemudian berubah jadi perusahaan jawatan (Perjan) pada 2000. Dua tahun setelah itu berubah menjadi perusahaan perseroan (Persero). Akhirnya, pada 2005 menjadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP).

Tahun ini, 24 Agustus, TVRI genap berusia 59 tahun. Apakah perubahan yang dilakukan TVRI itu mampu merespon tantangan jaman dan kebutuhan publik? Tahun depan, pemerintah mencanangkan “analog switch off (ASO)”. Migrasi penyiraran dari TV analog ke digital.

Namun semua upaya itu tetap susah membuat TVRI menjadi pilihan pemirsa. Kemajuan teknologi komunikasi mengubah “habit” masyarakat dalam mengkonsumsi informasi.  Tantangan ini juga dihadapi stasiun TV swasta. Merekapun terengah-engah menghadapi gelombang perubahan ini.

Saat ini, sebagian besar generasi kekinian tidak lagi mengakses siaran TV.  Mereka memilih menikmati situs internet seperti youtube, netflix dan ragam channel lainnya. Kita punya kebebasan dalam mengakses informasi dan ragam acara yang dibutuhkan. Tidak lagi “dipaksa” mengikuti acara yang sudah diformat oleh stasiun televisi. Keberadaan “smart TV” membantu mengakses internet lewat pesawat TV, bagi yang tidak nyaman dengan laptop atau handphone.

Dengan realitas seperti itu, bagaimana masa depan TVRI? Selama ada subsidi pemerintah, keberadaan LPP TVRI tentu masih akan bertahan. Namun, cukup puaskah hanya sampai disitu? Meski dengan terengah-engah juga, saya tetap mengucapkan, Dirgahayu TVRI! (*)

 

Penulis: Ichwan Arifin adalah Alumnus Pascasarjana UNDIP Semarang, Wakil Ketua DPD PA GMNI Jawa Timur.

 

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Fraksi Golkar DPR RI: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Sangat Realistis
    Fraksi Golkar DPR RI: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Sangat Realistis
    28/09/2021 - 21:07
  • Bulog Banyuwangi Serap 17 Ribu Ton Beras dari Petani Lokal
    Bulog Banyuwangi Serap 17 Ribu Ton Beras dari Petani Lokal
    28/09/2021 - 21:05
  • Megawati Bicara Alasan Baguna Selalu Bangun Dapur Umum Pasca Operasi Bencana
    Megawati Bicara Alasan Baguna Selalu Bangun Dapur Umum Pasca Operasi Bencana
    28/09/2021 - 21:01
  • Dukung Karya Roemah Difabel, PT Patra Jasa Serahkan Bantuan dan Dukungan
    Dukung Karya Roemah Difabel, PT Patra Jasa Serahkan Bantuan dan Dukungan
    28/09/2021 - 20:58
  • Takmir Masjid Ceng-Ho Surabaya Antusias Ikuti Pelatihan Dakwah Digital Demi Kenyamanan Jemaah
    Takmir Masjid Ceng-Ho Surabaya Antusias Ikuti Pelatihan Dakwah Digital Demi Kenyamanan Jemaah
    28/09/2021 - 20:47

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    24/09/2021 - 19:12
  • Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    24/09/2021 - 11:01
  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25

KULINER

  • Cerita Dua Mahasiswa Tekuni Bisnis Kuliner di Era Pandemi
    Cerita Dua Mahasiswa Tekuni Bisnis Kuliner di Era Pandemi
    28/09/2021 - 18:51
  • Maknyus dan Ramah Kantong, Soto Bening Mbah Kromo Jember Tak Pernah Sepi
    Maknyus dan Ramah Kantong, Soto Bening Mbah Kromo Jember Tak Pernah Sepi
    28/09/2021 - 18:18
  • Merasakan Nikmatnya Ubi Cilembu di Pamongkoran Kota Banjar
    Merasakan Nikmatnya Ubi Cilembu di Pamongkoran Kota Banjar
    27/09/2021 - 05:49
  • Kujipang Tuse, Cemilan Gurih dan Nikmat Oleh-oleh Khas Indramayu
    Kujipang Tuse, Cemilan Gurih dan Nikmat Oleh-oleh Khas Indramayu
    27/09/2021 - 01:27
  • Jerome Polin Membuat Menantea Matos Banjir Pengunjung
    Jerome Polin Membuat Menantea Matos Banjir Pengunjung
    26/09/2021 - 10:05