Kopi TIMES

Pandemi dan Redefinisi Makna Rumah

Selasa, 24 Agustus 2021 - 17:31 | 34.40k
Pandemi dan Redefinisi Makna Rumah
Faisal Muzzammil, Dosen STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, PURWAKARTA – Sejak virus Covid-19 masuk ke Indonesia pada awal 2020 lalu, Pemerintah segera menetapkan wabah virus tersebut sebagai bencana nasional, selain apa yang telah ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global.

Menghadapi dan menanggulangi penyebaran virus yang menyerang imunitas tubuh tersebut, Pemerintah secara tanggap mengeluarkan beberapa kebijakan dan regulasi terkait penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini. Diantara kebijakan yang paling awal ialah penerapan 'Bekerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, dan Beribadah dari Rumah'. Secara resmi, pada Senin 15 Maret 2020 yang lalu, Presiden RI melalui konfrerensi pers di Istana Bogor menginstruksikan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan aktifitas Bekerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, dan Beribadah dari Rumah.

Kini sudah hampir genap 2 tahun problematika Covid-19 ini belum juga terselesaikan secara tuntas di Indonesia, termasuk juga di beberapa negara lain di berbagai belahan dunia. Namun pada tataran praktisnya, apa yang diinstruksikan oleh Pemerintah untuk melakukan segala aktifitas di rumah selama masa pandemi ini, cukup sangat efektif untuk menekan penyebaran dan penularan Covid-19 di tengah masyarakat Indonesia yang begitu heterogen.

Beberapa langkah penanganan yang dirancang oleh Pemerintah dari mulai PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), AKB (Adaptasi Kebiasan Baru), hingga yang sedang dilaksanakan sekarang ini, PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pada fungsi dan tujuannya merupakan upaya untuk mengurangi mobilitas masyarakat dengan cara ‘memindahkan’ berbagai rutinitas dan aktifitas yang biasa dikerjakan di luar rumah ke dalam rumah. Oleh karena itu, sampai saat ini ungkapan 'Bekerja dari Rumah, Belajar dari Rumah, Beribadah dari Rumah', masih sangat relevan dan dirasa cukup efektif dalam menekan penyebaran virus Covid-19. 

Secara populer, ungkapan Bekerja dari Rumah, Belajar dari Rumah dan Beribadah dari Rumah sering disebut dengan istilah 'Work From Home' (WFH). Meskipun secara hafiah  kata 'work' berarti kerja; bekerja; pekerjaan (Sumber: Kamus Inggris Indonesia), tapi dalam praktiknya kata 'work' ini memiliki arti yang sanga luas, yakni mencakup segala aktifitas dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia, termasuk juga belajar dan beribadah adalah bagian dari 'work'. Berdasarkan realitas tersebut, maka di masa Pandemi ini fungsi dan posisi 'rumah' menjadi sangat sentral, karena menjadi tempat untuk melakukan berbagai aktifitas dan rutinitas termasuk bekerja, belajar dan beribadah.

Oleh karena itu, selama masa Pandemi ini entitas 'rumah' mengalamai redefinisi dari makna dasarnya. Makna 'rumah' yang memiliki definisi awal dengan 'hunian atau tempat tinggal bagi sebuah keluarga' (Sumber: UU No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman) kini mengalami redefinisi (pemaknaan ulang) karena di masa Pandemi ini rumah bukan hanya sekedar tempat tinggal an sich, tetapi rumah juga telah menjadi kantor, sekolah, dan tempat ibadah. Maka dari itu pada posisi dan fungsi yang demikan, rumah telah bertranformasi menjadi center of activity (pusat kegiatan). Jika selama ini rumah menjadi 'tempat pulang' untuk beristirahat dari berbagai aktifitas rutin di luar, maka di masa Pandemi ini rumah justru menjadi tempat aktifitasi itu sendiri.

Fenomena rumah sebagai center of activity (pusat kegiatan) selama masa Pandemi ini, dalam kerangka teori yang dikemukan oleh David Morley (1986), disebut dengan rumah sebagai a place of work. Morley dalam bukunya Family Television: Cultural Power and Domestic Leisure, membedakan antara 'rumah sebagai a place of leisure' dengan 'rumah sebagai a place of work'. Adapun a place of leisure secara sederhana dapat diartikan bahwa rumah sebagai tempat untuk menghabiskan waktu luang atau beristirahat setelah seharian beraktifitas rutin.

Sedangkan a place of work bisa diartikan dengan rumah sebagai tempat bekerja. Dengan meminjam teori yang dikemukan oleh Morley tersebut, maka pada kondisi Pandemi ini sudah sangat jelas bahwa fungsi rumah menjadi a place of work, tempat bekerja, tempat belajar dan tempat beribadah, selain memiliki fungsi utama sebagai tempat tinggal. 

Lebih jauh dari itu, upaya penekanan Covid-19 dengan instruksi Work From Home merupakan upaya yang cukup efektif untuk mencegah seseorang terpapar virus mematikan tersebut, karena salah satu fungsi rumah menurut Frick & Mulyani (2006) dalam bukunya yang berjudul Arsitektur Ekologis, selain untuk memenuhi kebutuhan pokok jasmani-rohani dan menlindungi dari gangguan luar, ialah 'melindungi dari penularan penyakit'. Pada akhirnya, selama masa Pandemi ini makna dan fungsi rumah mengalami redefinisi pada konteks yang lebih luas, termasuk juga dalam upaya melawan Covid-19 yang saat ini masih melanda Indonesia.

Sekecil apapun usaha yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 ini, niscaya akan berdampak besar bagi Bangsa Indonesia. Dan salah satu upaya kecil tersebut, ialah: 'Jangan keluar rumah jika tidak terlalu penting'.

***

*) Oleh: Faisal Muzzammil, Dosen STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Bantu Penanganan Covid-19,  ASTana Distribusikan Oksigen Konsentrator ke Ponpes
    Bantu Penanganan Covid-19,  ASTana Distribusikan Oksigen Konsentrator ke Ponpes
    19/09/2021 - 08:19
  • Mario Suryo Aji Finish di Posisi 8 FIM CEV Moto3 Misano Circuit Italia
    Mario Suryo Aji Finish di Posisi 8 FIM CEV Moto3 Misano Circuit Italia
    19/09/2021 - 08:01
  • PSS Sleman vs Arema FC: Singo Edan Jangan Setengah-Setengah!
    PSS Sleman vs Arema FC: Singo Edan Jangan Setengah-Setengah!
    19/09/2021 - 07:41
  • Combo Ticket for Papuma Beach and Watu Ulo Jember Soon
    Combo Ticket for Papuma Beach and Watu Ulo Jember Soon
    19/09/2021 - 06:56
  • Es Cuing, a Conventional Dessert with Authentic Taste
    Es Cuing, a Conventional Dessert with Authentic Taste
    19/09/2021 - 06:13

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06

KULINER

  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10