Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Surat Kedua Untuk Koruptor

Senin, 23 Agustus 2021 - 14:46 | 25.99k
Surat Kedua Untuk Koruptor
Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA) dan penulis buku.
FOKUS

Universitas Islam Malang

Editor: Dhina Chahyanti

TIMESINDONESIA, MALANG – Suatu kejahatan  di lingkaran elitis terjadi dan bersumber dari jabatan (kekuasaan), seperti kata Lor Acton  dengan “power tends to corrupt”  atau kekuasaan melahirkan   (cenderung) untuk korupsi. Sedangkan jabatan yang diabsolutkan dan diorganisasi dengan cara-cara korup justru akan makin melahirkan kejahatan berlapis-lapis, kejahatannya akan makin absolut, yang akhirnya menjadi semacam neo-tiranisme yang benar-benar menindas, menjajah, dan spektakuler dalam mengorbankan rakyat.

Tatkala mereka menjabat, kejahatan yang diperbuat akhirnya sulit disentuh, apalagi diperangi. Bagimana mungkin bisa diberantas kalau yang diberi senjata untuk memberantasnya identik dengan mengarahkan senajata kepada dirinya sendiri? Koruptor melawan koruptor justru dapat memperkuat dan memperluas  jaringan koruptor  serta memberikan kran yang lebar untuk mengamankan  atau memproteksi sindikat  kejahatan elitnya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Terbukti, tatakala  seseorang masih sedang menduduki jabatan penting, berbagai kasus korupsi yang diduga kuat dilakukannya sulitlah untuk dijerat secara hukum. Kalaupun ada proses hukum, yang sering terjadi proses peradilannya atau jalannya criminal justice sysitem-nya berjalan mengecewakan nurani masyarakat, misalnya dijatuhinya putusan bebas, putusan ringan, atau  penanganannya bercorak diskriminatif..

Banyaknya pentolan terdakwa kasus korupsi yang sedang menjabat yang diputus bebas, ataudihukum ringan itu dapat dijadikan alasan untuk menggugat, pertama, jika bukti formalnya tidak mendukung untuk menjatuhkan putusan bersalah kepada terdakwa, berarti kinerja aparat penegak hukum dalam menangani terdakwa korupsi patut dipertanyakan, mengapa tidak cermat dalam membuktikannya?, kedua, penegak hukum patut diduga sedang dikalahkan oleh kekuatan koruptor yang masih superior. Penegak hukum masih menjadi subordinasi kriminalisasi koruptor.

Narang (2002) memberikan ilustrasi, bahwa dalam International Conference Against Corruption Declaration of  the 8­­th  International Conference Against Corruption, yang ditanda-tangani di Peru Tahun 1997 yang kemudian menjadi visi masyarakat Internasional (termasuk Indonesia) telah dinyatakan bahwa korupsi meng-erosi tatanan moral masyarakat; mengingkari hak-hak sosial dan ekonomi dari kalangan kurang mampu dan yang lemah; menggerogoti demokrasi; merusak aturan hukum yang merupakan dasar dari setiap masyarakat; memundurkan pembangunan; dan menjauhkan manfaat persaingan bebas dan terbuka; khususnya bagi kalangan yang kurang mampu.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Tidak sedikit di kalangan mereka tiba-tiba menjadi orang kaya baru (OKB) atau orang kaya mendadak, karena sebelum jadi selebriti politik dan pilar strategis kekuasaan, mereka sebelumnya adalah orang-orang kecil. Begitu masuk lapisan eksekutif dan legislatif, mereka seperti mendapatkan durian runtuh, yang benar-benar tak ingin dilewatkan. Mereka tanggalkan pelajaran moral, syahadah (sumpah jabatan) yang diucapkannya pun ikut digadaikan, sementara komitmen kerakyatan pun dibersihkan atau dimandulkan dari ruh amanahnya (Fanni, dkk, 2005).

Kultur korupsi yang sudah menyulitkan bangsa ini rupanya wajib dilawan oleh setiap segmen bangsa dari unsur manapaun, khususnya yang berdekatan terhadap  problem korupsi, baik sebagai sumber terjadinya korupsi maupun sebagai pihak-pihak yang secara yuridis, moral,  dan politis mendapatkan kepercayaan untuk menjadi “prajurit” dalam penanganan korupsi.

Kita sudah diingatkan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa jihad terbesar adalah jihad melawan nafsu”, yang mengandung hikmah, bahwa peperangan terbesar dan terberat adalah melawan korupsi yang sudah menjadi budaya. Kalau korupsinya sudah menjadi budaya, maka salah satu cara yang bisa diandalkan untuk memberantasnya adalah dengan menciptakan budaya jihad korupsi.

 Dengan kata lain, sebagai problem bangsa yang sedang ironis,  maka salah satu strategi fundamental yang bisa dilakukan adalah menciptakan atau memproduk budaya jihad melawan korupsi.

Kultur jihad melawan penyakit ini wajib dilakukan oleh beberapa komponen diantaranya: pertama, elemen aparat, pejabat, atau pihak-pihak yang sudah ditunjuk/didaulat  dan “dibayar” oleh negara untuk menadi mesin implementasi secara yuridis  terhadap kasus korupsi atau menggerakkan jalannya sistem peradilan pidana (criminal justice system), seperti polisi, jaksa, hakim, Timtastipikor, KPK, dan lainnya.

Kedua, Eksekutif maupun legislatif berkewajiban mencipatakan budaya birokrasi yang sehat, terbuka, akuntabel, dan berkerakyatan. Upaya menciptakan budaya demikian ini tidak gampang, karena akan berhadapan dengan budaya seperti anomaly, malversasi, atau korupsi birokrasi yang selama ini masih kental dijadikan sebagai bagian dari strategi kaum penyalahguna kekuasaan.

Ketiga,  kontrol dan pembudayaan kritik dari kekuatan masyarakat baik melalui  tokoh-tokoh agama, LSM, pers maupun lainnya yang diarahkan untuk mengkritisi setiap bentuk praktik-praktik penyelenggaraan kekuasaan atau pembangunan yang diduga “diselewengkan”, atau ditujukan kepada penyelenggara penegakan hukum yang  profesinya juga tidak diabdikan demi hukum, atau  diduga bertolak belakang dengan norma-norma hukum yang berlaku.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Malang (UNISMA) dan penulis buku.



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • UM Jember Bersinergi dengan Pemda Bondowoso Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
    UM Jember Bersinergi dengan Pemda Bondowoso Wujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
    26/09/2021 - 19:44
  • Ulama NU Apresiasi Keberhasilan Gubernur Jatim Khofifah Tangani Pandemi Covid-19
    Ulama NU Apresiasi Keberhasilan Gubernur Jatim Khofifah Tangani Pandemi Covid-19
    26/09/2021 - 19:32
  • Gerindra Gelar Vaksin Covid-19 untuk 1.000 Orang, Novita Wijayanti Ingatkan Tetap Jaga Prokes
    Gerindra Gelar Vaksin Covid-19 untuk 1.000 Orang, Novita Wijayanti Ingatkan Tetap Jaga Prokes
    26/09/2021 - 19:25
  • Peneliti MeanPoll Indonesia Nilai Kasus Azis Syamsudin Tak Pengaruhi Popularitas Golkar
    Peneliti MeanPoll Indonesia Nilai Kasus Azis Syamsudin Tak Pengaruhi Popularitas Golkar
    26/09/2021 - 19:18
  • Korut Pertimbangkan Pertemuan Puncak dengan Korsel
    Korut Pertimbangkan Pertemuan Puncak dengan Korsel
    26/09/2021 - 19:11

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    24/09/2021 - 19:12
  • Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    24/09/2021 - 11:01
  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25

KULINER

  • Horeg Papua Culinary Sajikan Cita Rasa Papua
    Horeg Papua Culinary Sajikan Cita Rasa Papua
    26/09/2021 - 01:22
  • Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    23/09/2021 - 16:30
  • Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    23/09/2021 - 01:33
  • Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    20/09/2021 - 05:30
  • Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    20/09/2021 - 01:25