Kopi TIMES

Propaganda dan Gerakan Terorisme di Masa Pandemi

Minggu, 22 Agustus 2021 - 02:27 | 42.68k
Propaganda dan Gerakan Terorisme di Masa Pandemi
Siti Khamidah, S.H dari Associate Nuswantara Law Firm.

TIMESINDONESIA, JEMBER – Bulan Agustus bagi Indonesia memilik makna yang sangat besar, yaitu bulan dimana Indonesia membebaskan diri dari segala macam penjajahan. Namun pada kenyataannya perjuangan bangsa Indonesia dalam menggapai kemerdekaan belum sepenuhnya membuahkan hasil, karena masih belum adanya persatuan dan kesatuan. Kenapa saya katakan demikian karena masih adanya cara pandang warga Indonesia dalam memandang diri dan lingkungannya dalam mencapai sebuah cita-cita nasional yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan, tidak berpedoman kepada falsafah Pancasila dan UUD 1945. Adanya perbedaan paham dan cara pendang tersebutlah yang menjadi awal mula adanya terorisme di Indonesia. Terorisme yang marak terjadi dengan latar belakang ideologi tertentu, berawal dari intoleransi yang kemudian mengalami radikalisasi hingga berujung pada aksi bom bunuh diri, penyerangan, dan kekerasan lainnya.

Terorisme di Indonesia merupakan permasalahan yang sangat serius sehingga harus serius pula dalam hal penanganannya. Terorisme bukan persoalan siapa pelaku, kelompok dan jaringannya. Namun, lebih dari itu terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, Iingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Permisifitas kepada intoleransi membuka ruang lebar mobilisasi radikalisme gerakan ekstrem yang pada gilirannya berujung pada aksi terorisme. Pada prinsipnya mereka tidak bisa menerima perbedaan, merasa paling benar sendiri, serta menyalahkan semua hal dan orang lain di luar dirinya, kelompoknya, dan keyakinannya, bahkan dengan mudah mengkafirkan untuk membenarkan kesalahan pandangan mereka tentang jihad yang sarat kekerasan dalam situasi damai.

Ketua Badan Penanggulangan Ekstrimisme dan Terorisme MUI mengatakan bahwa teroris yang muncul di Indonesia belakangan ini terdiri dari 2 (dua) pola yaitu pertama, berbentuk jaringan seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang satu rumpun dengan ISIS dan Jamaah Islamiyah (JI), kemudian yang kedua ada juga yang menggunakan metode lone wolf atau yang bergerak sendiri. Beliau juga berpandangan bahwa alasan tindakan terorisme masih saja bermunculan di Indonesia karena di hulu masih terdapat kelompok-kelompok yang memiliki ideologi tertentu seperti takfiri, salafi, dan jihadi. Selain itu kemungkinan ada pemikiran bahwa aparat keamanan itu anshorut thogut dan pemerintah itu thogut. Selama 2 (dua) pemikiran itu masih ada maka kemungkinan besar tindakan terorisme masih akan terjadi lagi di Indonesia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., mengungkapkan bahwa aktivitas terorisme di masa pandemi Covid-19 semakin meningkat melalui internet, hal tersebut lantaran Indonesia merupakan salah satu pengguna media sosial (medsos) terbesar di dunia. We are Social dan Hootsuite mencatat pengguna medsos di tanah air mencapai 170 juta atau 61,8% dari total penduduk per Januari 2021. Sebanyak 94,5% di antaranya merupakan pengguna medsos aktif, rata-rata 3 jam 14 menit dihabiskan untuk bermain medsos per hari. Setiap pengguna medsos di Indonesia rata-rata memiliki 10,5 akun. Adapun lima platform terpopuler adalah YouTube, Whatsapp, Instagram, Facebook, dan Twitter. Dr. Boy juga memaparkan bahwa selama masa Covid-19 masih terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi teroris asing atau Foreign Terorist Fighters (FTF). BNPT memperkirakan, masih ada sekitar 600 hingga 700 WNI yang ditempatkan di beberapa kamp Suriah, yang kebanyakan dari mereka merupakan perempuan dan anak-anak.

Dalam mencegah dan menanggulangi terorisme, Indonesia telah memperkuat criminal justice response atau penegakan hukum terhadap kegiatan-kegiatan terorisme melalui pengesahan beberapa aturan. Misalnya, Undang-undang nomor 5 Tahun 2018, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 77 Tahun 2019, PP nomor 35 Tahun 2020, serta Perpres nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Extremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. Namun, hal tersebut tidak membuat aktivitas terorisme menurun, sebagaimana yang diungkapkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sejak awal Januari hingga Maret 2021, Polri telah menangkap 94 tersangka teroris.

Baru-baru ini Tim Densus 88 Anti teror POLRI menangkap beberapa orang terduga teroris di Jawa Timur selama dua hari melakukan operasi pada Minggu (15 Agustus 2021) dan Senin (16 Agustus 2021). Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Gatot Repli Handoko dikonfirmasi di Surabaya mengungkapkan enam orang terduga teroris yang ditangkap masing-masing satu orang di Lamongan, Tuban, Surabaya, dan Malang. Penangkapan tersebut menambah deretan aktivitas terorisme yang terjadi di Indoensia, hal tersebut juga memperkuat bahwasannya criminal justice response atau penegakan hukum terhadap kegiatan-kegiatan terorisme di Indonesia belum maksimal.

Salah satu cara untuk mencegah terorisme di Indonesia menurut penulis adalah perlunya gotong-royong setiap warga negara untuk meningkatkan perannya secara aktif dalam menyusun dan mensosialisasikan upaya revitalisasi nilai luhur Pancasila dalam rangka memelihara jati diri ke-Indonesia-an di kalangan generasi penerus yang sarat dengan nilai Moral dan Etika; Kejujuran, Kompetensi dan Nilai-nilai Kebangsaan. Kecerdasan intelektual yang merupakan potensi besar yang dimiliki perguruan tinggi dan civitas akademikanya, harus mampu dikembangkan secara seimbang dengan kecerdasan emosional, kecerdasan moral dan kecerdasan spiritual. Keseimbangan tersebut dibutuhkan dalam proses pembangunan dan pembentukan watak dan karakter bangsa, baik secara kolektif maupun individual, berdasarkan Pancasila sebagai jati diri bangsa. (*)

***

*) Penulis: Siti Khamidah, S.H dari Associate Nuswantara Law Firm

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Bantu Penanganan Covid-19,  ASTana Distribusikan Oksigen Konsentrator ke Ponpes
    Bantu Penanganan Covid-19,  ASTana Distribusikan Oksigen Konsentrator ke Ponpes
    19/09/2021 - 08:19
  • Aksi Dumfries dan Dzeko Warnai Pesta Gol Inter Milan
    Aksi Dumfries dan Dzeko Warnai Pesta Gol Inter Milan
    19/09/2021 - 08:12
  • Mario Suryo Aji Finish di Posisi 8 FIM CEV Moto3 Misano Circuit Italia
    Mario Suryo Aji Finish di Posisi 8 FIM CEV Moto3 Misano Circuit Italia
    19/09/2021 - 08:01
  • PSS Sleman vs Arema FC: Singo Edan Jangan Setengah-Setengah!
    PSS Sleman vs Arema FC: Singo Edan Jangan Setengah-Setengah!
    19/09/2021 - 07:41
  • Combo Ticket for Papuma Beach and Watu Ulo Jember Soon
    Combo Ticket for Papuma Beach and Watu Ulo Jember Soon
    19/09/2021 - 06:56

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06

KULINER

  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10