Gaya Hidup

Pandangan Berbagai Perspektif Soal Perempuan Memilih untuk Tidak Punyak Anak

Jumat, 20 Agustus 2021 - 08:52 | 37.17k
Pandangan Berbagai Perspektif Soal Perempuan Memilih untuk Tidak Punyak Anak
Ilustrasi - perempuan bisa memilih untuk tidak punyak anak. (FOTO: depositphotos.com)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pilihan untuk tidak punyak anak bagi perempuan menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Itu setelah YouTuber bernama Gita Saviitri membuat pernyataan kontroversial tersebut.

Ia menjelaskan alasannya memilih childfree. Menurutnya, memiliki anak atau tidak itu adalah sebuah pilihan dalam hidup. Baginya, memiliki anak adalah tanggung jawab yang besar. Ia berpendapat sebaiknya harus ada rencana yang matang sebelum memutuskan memiliki anak.

Hal itu pun mengudang pro kontra di tengah publik. Berikut ini TIMES Indonesia mencoba menghadirkan pandangan dari berbagai perspektif. Mulai dari pandangan agama hingga ilmu psikologi.

1) Perspektif Agama

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Amirsyah Tambunan mengatakan, fenomena itu merupakan hak pasangan. Namun tidak memenuhi kewajiban sebagai pasangan suami-istri.

"Dari sudut pandang hak pasangan suami istri, itu adalah hak mereka," kata Amirsyah, Jumat (20/8/2021) saat dihubungi.

Akan tetapi, lanjut dia, hal itu orang tua tidak  dapat menunaikan kewajiban dari sudut pandang Islam. Menurutnya, memilih untuk punya anak merupakan kodrat kemanusiaan dalam perkawinan.

Dalam sudut pandang Islam, memenuhi kodrat kemanusiaan dalam perkawinan lebih sempurna pasangan suami istri mempunyai anak. Apabila kodrat ini tidak dilaksanakan, kata dia, maka akan timbul kekosongan jiwa dan kestabilan serta ketahanan rumah tangga akan terganggu.

Amirsyah menyebut, Allah SWT mengatur rezeki setiap pasangan serta keturunannya. Menurut, Amirsyah, anak merupakan pelipur hati dan penyeimbang dan ketahanan kehidupan rumah tanngga.

Ia menjelaskan, memiliiki keturunan merupakan sunnatullah bagi hamba-hamba-Nya. Barang siapa melawan sunnatullah ini pasti akan berakibat pada ketidak harmonisan hidupnya rumah tangga.

"Doa anak yang saleh merupakan kekuatan spritual bagi  seorang ibu yang memiliki anak dan mendidiknya dijamin surga oleh Allah SWT. Karena surga berada di bawah telapak kaki ibu. Suasana menyusui adalah belahan kasih sayang ibu yang akan mengantarkan kasih sayang Allah SWT kepada," jelasnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abas menambahkan, kalau tidak ada alasan syar'i, misalnya jika dia hamil lalu jiwanya terancam atau anaknya cacat, maka tidak masalah.

Tapi jika alasan tidak mau, sementara suaminya mau, maka kata dia, keluarga itu tidak akan diberkahi oleh Allah.

"Dan kalau dia alasannya hanya tidak mau ya dia bisa saja melakukan, tapi dia berarti menentang sunnatullah. Bisakah kita menentang sunnatullah? Bisa. Tapi akibatnya pasti buruk buat kita di dunia dan di akhirat," katanya.

2) Persepektif Kesehatan

Dosen di FK-KMK UGM Yogyakarta, dr. Muhammad Nurhadi Rahman menjelaskan,  kehamilan pada perempuan bisa dipandang dari dua sisi sekaligus. Yang menguntungkan dan merugikan.

Jika bicara tentang kerugian, tentu kehamilan sendiri memiliki risiko, seperti penyakit-penyakit yang hanya muncul saat kehamilan. Seperti preeklampsia (tekanan darah yang meningkat disertai adanya kandungan protein pada air seni), diabetes yang muncul dalam kehamilan, dan risiko terjadinya perdarahan.

"Yang memang bisa berefek ke ibu s/d kematian. Namun dengan berkembangnya ilmu dan teknologi hal-hal seperti ini bisa dicegah dengan persiapan baik, dan sistem layanan kesehatan yang baik," katanya dalam keterangan tertulis kepada TIMES Indonesia.

Untuk keuntungannya lanjut dokter Kandungan praktek di RSUP Dr. Sardjito dan RS Hermina Yogyakarta itu, kehamilan dapat menurunkan risiko terjadinya kanker payudara dan kanker endometrium.

Karena, hormon progesteron dan estrogen didalam tubuh wanita, pada wanita yang tidak hamil, akan mengalami paparan terus menerus terhadap hormon tersebut. Sedangkan pada wanita yang hamil, ada fase istirahatnya, yaitu ketika sedang hamil.

"Hal yang sama juga berkaitan dengan kanker indung telur, dan kanker rahim sendiri," jelasnya lagi.

Menurutnya, tidak pernah hamil, akan meningkatkan risiko terhadap kanker yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita. Intinya, mau hamil atau tidak hamil, sebagai wanita tetap harus melakukan pemeriksaan secara rutin yang berkaitan dengan organ reproduksi.

Seperti untuk yang sudah aktif berhubungan seksual/menikah misalnya kata dia, harus rutin melakukan papsmear untuk pencegahan kanker leher rahim, skrining untuk kanker payudara, kanker indung telur, kanker endometrium ataupun kanker rahim bisa dicek dengan pemeriksaan-pemeriksaan tertentu.

Ia menjelaskan, karena sebagian besar kanker atau penyakit yang dialami wanita berkaitan dengan organ reproduksi, baru bergejala ketika stadium lanjut. Sehingga susah untuk disembuhkan. Akan lebih baik terdeteksi sejak dini. Sehingga pencegahan dan pengobatan menjadi lebih mudah.

"Dan tentunya kehamilan direncanakan kemudian melahirkan bayi yang sehat, dan pertumbuhan dan perkembangannya baik, tentunya akan menambah kebahagiaan suami istri bukan? Hidup yang bahagia adalah salah satu faktor yang akan membuat pasangan suami istri akan hidup lebih panjang," ujarnya.

3) Perspektif Psikologi

Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) cabang Malang Raya, M. Salis Yuniardi menyampaikan, dalam disiplin ilmu psikologi memandang, sebuah individual generalisis, artinya suatu kesimpulan tidak bisa digeneralisir pada semua orang.

Ia menjelaskan, dalam psikologi memandang penting psychological well-being (PWB), yang mana disitu diantara komponennya adalah dapatnya beraktualisasi diri dan menemukan kebermaknaan hidup.

"Jika ditilik dari sudut pandang ini, maka siapapun bisa mencapainya (PWB) dan tidak tergantung pada putusan single atau married, ataupun punya anak ataupun tidak memiliki anak," katanya saat dihubungi oleh TIMES Indonesia.

Dengan kata lain lanjut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang itu, yang punya anak bisa saja mendapatkan PWB, yang tidak punya anak juga bisa pula PWB.

"Sebaliknya tidak mendapatkannya. Jadi terpenting adalah bagaimana mencapai PWB dengan aktualisasi diri dan kebermaknaan hidup," jelasnya.

Namun demikian, kata dia, memang beberapa literatur dalam psikologi menemukan bahwa, yang memiliki anak akan lebih bahagia khususnya dimasa lansia-nya kelak. "Namun sekali lagi ini tidak bisa digeneralisir pada semua orang," tambahnya.

Jadi kata dia, persoalan PWB tergantung individunya. Akan tetapi juga harus diingat, ada literatur yang mengatakan bahwa yang memiliki keluarga dan anak ternyata PWB nya ditemukan lebih tinggi daripada yang tidak menikah dan tidak punya anak.

"Penjelasannya karena dengan anak dan punya keluarga, maka hidup jadi lebih punya goal (makna) selain ada secara emosi jadi hadir yang namanya komponen cinta dan kasih sayang," ujarnya.

Diketahui, pilihan untuk tidak punyak anak, bukan hanya terjadi di Indonesia. Sebelumnya, ada bintang serial Friends, Jennifer Aniston, juga memutuskan untuk melakukan hal itu. Ia ingin mematahkan stigma bahwa perempuan utuh adalah mereka yang menikah dan menjadi ibu. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Merangkai Cerita Melalui
    Merangkai Cerita Melalui "Photo Story"
    19/09/2021 - 00:01
  • Kejutan Unisma di Harlah ke-92 LP Ma'arif NU Jatim, Beri Beasiswa S2 untuk Guru Berprestasi
    Kejutan Unisma di Harlah ke-92 LP Ma'arif NU Jatim, Beri Beasiswa S2 untuk Guru Berprestasi
    18/09/2021 - 23:23
  • Jazilul Fawaid: Santri Punya Trah Menjadi Pemimpin
    Jazilul Fawaid: Santri Punya Trah Menjadi Pemimpin
    18/09/2021 - 23:08
  • DKC Garda Bangsa Bondowoso Gelar Vaksinasi Covid-19, Peserta Dapat Voucher Umroh 
    DKC Garda Bangsa Bondowoso Gelar Vaksinasi Covid-19, Peserta Dapat Voucher Umroh 
    18/09/2021 - 23:02
  • Uji Coba Pramusim Kontra APM Ponorogo, Persemag Magetan Raih Hasil Imbang
    Uji Coba Pramusim Kontra APM Ponorogo, Persemag Magetan Raih Hasil Imbang
    18/09/2021 - 22:59

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05
  • Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    Iklan Ketua Partai Politik Di Tengah Pandemi
    18/09/2021 - 12:22
  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06

KULINER

  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10