Kopi TIMES

Hijrah, Momen Kebangkitan Umat Manusia

Kamis, 19 Agustus 2021 - 19:28 | 27.95k
Hijrah, Momen Kebangkitan Umat Manusia
Nurjihan Begum Amir.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, BANTENTholaal Badru Alayna, Min tsaniyati al-wada. Wajab al-syukru ‘alayna, Ma daa lillahi da’.

Suara gendang bertabuh, lantunan sholawat  bergemuruh menyambut kedatangan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang hijrah bersama Abu Bakar ke Madinah. Sebelumnya para sahabat yang lain telah tiba terlebih dahulu. Masyarakat Madinah begitu antusias menyambut kedatangan hijrahnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, manusia mulia penanda kebangkitan umat manusia dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang dengan didukung institusi negara.

Tonggak Awal Kebangkitan Umat Manusia

Sudah jamak diketahui bahwa sebelum kedatangan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam  sebagai utusan, tanah Arab dipenuhi dengan suasana Jahiliah. Mulai dari kebiasaan membunuh anak perempuan hidup-hidup, diperbolehkannya seorang perempuan memiliki banyak suami, seorang anak menentukan ayahnya dengan cara diundi hingga diskriminasi berdasarkan ras, kedudukan, dan kekayaan.

Namun sejak Allah memilih seorang lelaki yatim bernama Muhammad bin Abdullah menjadi utusan Nya, tibalah sebuah wahyu untuk mengubah pemikiran rusak tersebut. Akhirnya perintah untuk menyampaikan risalah pun diemban oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam mulai dari fase sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan.

Bukanlah hal yang mudah untuk menyampaikan kebenaran karena pada kenyataannya penentangan datang dari berbagai kalangan. Terutama dari orang-orang yang merasa terusik kenyamanannya dan merasa kekuasaannya tertandingi. Berbeda dengan orang-orang yang memiliki hati bersih, mereka rela meninggalkan segala kenikmatan dunia dalam masyarakat jahiliah demi mengemban kebenaran. Orang-orang bersih itu datang dari kalangan hamba sahaya hingga saudagar kaya.
 
Namun nyatanya risalah ilahi tidak bisa sekadar dilaksanakan oleh individu. Karena ketika kaum muslimin masih berada dalam lingkungan masyarakat jahiliyah Makkah, mereka tidak tenang untuk melaksanakan peribadahan. Hingga akhirnya Allah turunkan perintah hijrah ke Madinah karena masyarakat disana menerima penerapan Islam secara sempurna dalam bingkai tatanan pemerintahan.

Sejak saat itulah Madinah menjadi tonggak awal berdirinya institusi Islam. Sekat-sekat pembedaan manusia berdasarkan harta, kedudukan, dan rupa dihilangkan. Kriteria terbaik bukan sekadar kedudukan dunia, namun derajat taqwa yang dapat diraih oleh siapapun. Institusi Islam menaungi beraneka ragam golongan masyarakat. Tidak terdapat praktek perbudakan di antara mereka sehingga masyarakat bangkit dan merdeka dengan sebenar-benarnya.

Begitulah hasil yang diraih setelah hijrah dilakukan, Islam dapat diterapkan secara total sehingga mengubah kondisi masyarakat yang sebelumnya menghamba kepada sesama makhluk menjadi hamba Allah semata. Umat manusia mendapat tempat yang semestinya. Bahkan seorang Yahudi pun menjadikan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam sebagai pemutus sengketa karena beliau saat itu adalah kepala negara. 

Kebangkitan Itu Telah Hilang, Akankah Episode Itu Terulang?

Telah berlalu 1442 tahun lamanya semenjak hijrahnya Rasul shallallahu’alaihi wa sallam ke Madinah. Berbagai perubahan terjadi, salah satunya fakta bahwa saat ini umat manusia mengalami kemerosotan di mana-mana, terkhusus umat Islam yang kini bagaikan buih di lautan. Banyak tapi tak bermakna. Semua itu berawal semenjak pemikiran asing mulai merasuki kaum muslimin. Terlebih ketika melihat kemajuan peradaban barat, kaum muslimin tidak percaya diri dan silau dengan pencapaian mereka.

Akhirnya kaum muslimin mulai mengambil pemikiran sekuler dan menerapkannya dalam kehidupan mereka. Kaum Muslimin menganggap kemajuan barat terjadi karena agama tidak dicampur adukan dengan kehidupan masyarakat dan hanya di tempatkan di kehidupan pribadi. Namun kenyataannya ketika semua itu diterapkan justru hanya mengakibatkan keterpurukan untuk kaum muslimin.

Momen hijrah merupakan salah satu ajang refleksi mengingat kembali bagaimana perjuangan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam untuk membangkitkan manusia dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang. Sudah sepatutnya pada momen ini, kaum muslimin Kembali menjadikan agamanya sebagai pedoman yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan agar kebangkitan yang hilang bisa segera nampak dan mengulang kembali episode kebangkitan manusia. Karena hanya dengan penerapan Islam akan membawa rahmat bagi seluruh alam. Insya Allah.

Wallahu a’lam bishowab.

***

*) Oleh: Nurjihan Begum Amir.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Anggota DPRD Pamekasan Ikut Angkat Bicara Tolak Kenaikan PNPB Bagi Nelayan
    Anggota DPRD Pamekasan Ikut Angkat Bicara Tolak Kenaikan PNPB Bagi Nelayan
    28/09/2021 - 19:35
  • Wali Kota Banjar Sempatkan Bermain dengan Anak PAUD saat Kunkernya
    Wali Kota Banjar Sempatkan Bermain dengan Anak PAUD saat Kunkernya
    28/09/2021 - 19:31
  • Intönesia 2021, Acara Musik Asik Sekaligus Promosi Budaya Indonesia di Jerman
    Intönesia 2021, Acara Musik Asik Sekaligus Promosi Budaya Indonesia di Jerman
    28/09/2021 - 19:28
  • Menteri Nadiem Makarim Ungkap PTM Terbatas Baru 40 Persen
    Menteri Nadiem Makarim Ungkap PTM Terbatas Baru 40 Persen
    28/09/2021 - 19:22
  • Tanggapi Tuntutan Aksi Unjuk Rasa, PT KAI: Kami Berikan Hak Pensiunan Sesuai Aturan
    Tanggapi Tuntutan Aksi Unjuk Rasa, PT KAI: Kami Berikan Hak Pensiunan Sesuai Aturan
    28/09/2021 - 19:11

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    24/09/2021 - 19:12
  • Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    24/09/2021 - 11:01
  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25

KULINER

  • Cerita Dua Mahasiswa Tekuni Bisnis Kuliner di Era Pandemi
    Cerita Dua Mahasiswa Tekuni Bisnis Kuliner di Era Pandemi
    28/09/2021 - 18:51
  • Maknyus dan Ramah Kantong, Soto Bening Mbah Kromo Jember Tak Pernah Sepi
    Maknyus dan Ramah Kantong, Soto Bening Mbah Kromo Jember Tak Pernah Sepi
    28/09/2021 - 18:18
  • Merasakan Nikmatnya Ubi Cilembu di Pamongkoran Kota Banjar
    Merasakan Nikmatnya Ubi Cilembu di Pamongkoran Kota Banjar
    27/09/2021 - 05:49
  • Kujipang Tuse, Cemilan Gurih dan Nikmat Oleh-oleh Khas Indramayu
    Kujipang Tuse, Cemilan Gurih dan Nikmat Oleh-oleh Khas Indramayu
    27/09/2021 - 01:27
  • Jerome Polin Membuat Menantea Matos Banjir Pengunjung
    Jerome Polin Membuat Menantea Matos Banjir Pengunjung
    26/09/2021 - 10:05