Advertisement
Peristiwa Daerah

Carut Marut Capaian Vaksinasi Covid-19 Kota Malang

Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Malang saat ini mulai meningkat drastis menuju target yang telah ditetapkan, yakni 70 persen untuk menjamin Herd Immunity.

TIMES Indonesia,
Carut Marut Capaian Vaksinasi Covid-19 Kota Malang
Salah satu warga saat disuntikan vaksin Covid-19 dalam gelaran serbuan vaksin di Stadion Gajayana Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Malang saat ini mulai meningkat drastis menuju target yang telah ditetapkan, yakni 70 persen untuk menjamin Herd Immunity.

Akan tetapi persoalannya, capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Malang dalam kenyataannya masih dirasa tidak jelas atau bisa juga dibilang carut marut.

Advertisement

Dari data yang diterima TIMES Indonesia, pada (13/7/2021) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyebutkan bahwa sebanyak 303.490 ribu dosis vaksin telah disuntikan di Kota Malang.

Secara rinci, untuk dosis pertama sebanyak 239.621 dosis dan dosis kedua 63.869 dosis vaksin yang telah disuntikan di Kota Malang. Hal itu diprosentasekan capaian vaksinasi Kota Malang telah berada di 43 persen.

Capaian vaksinasi Covid 19 b

Kemudian, pada (4/8/2021) lalu, Husnul kembali menyebutkan capaian vaksinasi Kota Malang telah berada diprosentase 48 persen, yang artinya Kota Malang perlu mengejar 22 persen lagi untuk mencapai target Herd Immunity yang telah ditetapkan pemerintah pusat, yakni diprosentase 70 persen hingga akhir tahun 2021 ini.

Saat ini, Husnul mengungkapkan capaian vaksinasi di Kota Malang pada dosis pertama telah berada di prosentase 49,88 persen ataupun bisa dibilang telah berada di 50 persen capaian vaksinasi.

Advertisement

"Dosis pertama itu kita sekitar 49,88 persen kemarin. Kemungkinan hari ini sudah capai 50 persen ya. Hampir 333 ribu sekian (dosis)," ujar Husnul, Kamis (12/8/2021).

Husnul pun tak bisa menyebutkan data secara rinci untuk berapa warga yang telah tervaksin dan hanya mengatakan bahwa capaian tersebut dilihat dari berapa vaksin yang telah dikeluarkan oleh Dinkes Kota Malang.

"Itu terdata dari vaksin yang dikeluarkan. Totalnya belum kami lihat. Terutama untuk angka (penduduk yang telah tervaksin)," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika saat ditemui TIMES Indonesia menyatakan ada carut marut terkait capaian vaksinasi dan data yang telah disampaikan Dinkes Kota Malang kepada DPRD Kota Malang saat melakukan rapat koordinasi beberapa waktu lalu di ruang Paripurna DPRD Kota Malang.

"Saat kita melakukan rakor bersama Dinkes, belum ada hal yang signifikan dilakukan terkait dengan itu (capaian vaksinasi). Sifatnya masih birokratis yang rasanya bukan deskresi yang dilakukan," kata Made.

Apalagi, Made sendiri sedikit kaget dengan capaian vaksinasi yang telah diterima dari Dinkes Kota Malang kepada DPRD Kota Malang.

Pasalnya, capaian vaksinasi yang hampir diangka 50 persen atau masih berada di 49,88 persen saat ditanya Made pada rakor (10/8/2021) lalu, masih ada ketimpangan data dan capaian antara vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua.

"Kami sedikit kaget. Ketika Dinkes kami tanya tentang data berapa yang di vaksin, beliau (Kadinkes) menyampaikan yang dosis pertama diangka 49,88 persen dan dosis kesua diangka 19 persenan," tuturnya.

Lalu, Made pun sempat menanyakan bagaimana dengan data vaksinasi massal yang seperti halnya dilakukan oleh Polresta Malang Kota, di Giant Sawojajar ataupun yang telah terlaksana di Stadion Gajayana Malang yang telah menyuntikan hampir 30.000 dosis bagi masyarakat.

Ternyata, lanjut Made, serbuan vaksin atau vaksinasi massal yang telah dilakukan oleh instansi vertikal ataupun jajaran samping, seperti di kampus-kampus yang ada di Kota Malang, data tersebut belum masuk ke Dinkes Kota Malang.

Artinya, capaian yang telah disebutkan sekitar 49,88 persen atau telah mencapai 50 persen tersebut, belum termasuk data vaksinasi yang telah dilaksanakan secara massal tersebut.

"Dari Faskes-Faskes dan yang lewat Puskesmas atau Poliklinik swasta yang ditugaskan oleh Dinkes (data capaian vaksinasi yang masuk). Belum termasuk vaksin yang itu tadi (Vaksinasi massal atau serbuan vaksin). Nah itulah yang kita kejar untuk diselesaikan oleh Dinkes," jelasnya.

Lebih detail, pelaksanaan vaksinasi di Kota Malang sendiri pun belum tentu menyasar seluruh warga Kota Malang. Akan tetapi juga menyasar warga luar Kota Malang yang berdomisili di Kota Malang.

"Ini kan Nasional. Ada warga Jakarta hingga NTT yang divaksin disini. Bagaimana cara memilahnya, belum juga bisa masuk. Kami melihat disini ada carut marut data vaksin. Sebenarnya kalau kita melihat warga Kota Malang ini yang sudah divaksin mungkin lebih dari itu. Tapi berapa angkanya kan kita gak tahu. Angka yang masuk itu yang dari Dinkes saja," keluhnya.

Melihat capaian vaksinasi di dosis pertama dan kedua telah terjadi ketimpangan yang cukup jauh, Made mengusulkan kepada Dinkes Kota Malang untuk bisa diprioritaskan vaksin di dosis kedua agar capaian target vaksin bisa seimbang dengan kenyataan lapangan untuk Herd Immunity.

Menurut Made, jangka waktu pemberian dosis kedua yang hanya berjarak maksimal satu setengah bulan, jika tidak segera diberikan, vaksinasi dosis pertama pun akan sia-sia saja.

"Untuk vaksin dosis kedua itu digunakan untuk dosis pertama. Alasan dari Dinkes, karena penetrasi dari pusat, provinsi dan Wali Kota yang mendapat instruksi untuk mendahulukan vaksin satu. Terlupakanlah dosis dua. Yang 49,88 persen (capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama) itu diam dulu dan yang 19 persen itu dikejar biar seimbang. Nah setelah itu baru ke tahap satu lagi untuk pemenuhan target," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia