Wisata Ditutup, DPRD Banyuwangi Sarankan Dibuka dengan Konsep Vaksinasi Wisatawan
DPRD Banyuwangi mengusulkan pelaksanaan vaksinasi wisatawan di tempat-tempat wisata. Selain untuk percepatan target 70 persen herd immunity populasi di Banyuwangi, saran ini sekaligus mendorong Pemerintah Daerah segera membuka kembali kegiatan pariwisata.

BANYUWANGI – DPRD Banyuwangi mengusulkan pelaksanaan vaksinasi wisatawan di tempat-tempat wisata. Selain untuk percepatan target 70 persen herd immunity populasi di Banyuwangi, saran ini sekaligus mendorong Pemerintah Daerah segera membuka kembali kegiatan pariwisata.
Sebagaimana diketahui, sejak pemberlakuan masa PPKM pada 3 Juli lalu seluruh destinasi wisata di Banyuwangi ditutup.
Alhasil, sebanyak 170 tempat wisata dan roda perekonomian di sekitarnya mati suri. Sekitar 5.500 karyawan wisata dan 500 UMKM di dalamnya kehilangan pendapatan.
Menyusul kebijakan perpanjangan masa PPKM saat ini, berbuntut terhadap protes ratusan pengelola wisata di Banyuwangi. Mereka mendesak agar sektor pariwisata segera dibuka kembali.
Mereka meminta DPRD Banyuwangi segera memanggil pihak terkait agar mendapatkan solusi.
Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Ficky Septalinda mendorong Pemerintah setempat untuk segera memberikan solusi atas persoalan ini. Dirinya meminta agar Pemkab Banyuwangi tidak menutup mata begitu saja melihat gejolak yang terjadi di masyarakatnya.
“Bagaimana caranya bisa membuat adil di semua sektor, termasuk pariwisata. Harusnya Pemerintah Daerah harus memiliki konsep yang bisa menjadi jalan keluar dari kebijakannya,” kata Ficky, Rabu (11/8/2021).
Diakui Ficky, sejauh ini sudah banyak pengelola wisata dan UMKM di Banyuwangi yang berkeluh kepadanya. Mereka mengeluhkan sudah tidak mampu lagi mengeluarkan biaya perawatan wisata dan operasional para pekerja.
Selain itu, ratusan pelaku wisata di Banyuwangi juga meminta relaksasi biaya listrik selama masa PPKM berlangsung. Juga, mereka berharap Pemerintah Daerah mau memberikan bantuan kepada para pekerja wisata yang sementara ini tidak bekerja.
Hasil penelusuran Ficky di lapangan sendiri, mendapatkan fakta jika banyak masyarakat Banyuwangi yang menjadi wisatawan gelap. Yakni, mereka yang nekat berwisata meskipun tempat wisata ditutup dan kegiatan pariwisata dilarang.
“Minggu kemarin, kami melihat masyarakat yang nekat berwisata meski ditutup. Artinya masyarakat yang dipaksa tidak boleh kemana-mana ini sudah jenuh. Mereka ingin melepas penat,” katanya.
Vaksinasi Wisatawan di Tempat Wisata
Atas problem yang ada di masyarakat saat ini, Ficky pun selanjutnya besaran kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan vaksinasi di tempat-tempat wisata. Hal ini sekaligus untuk kembali membuka kegiatan di sektor pariwisata di Banyuwangi.
“Wisata dibuka lagi, bersamaan itu wisatawan yang belum vaksin wajib vaksin ditempat. Jadi kenapa tidak, ini bisa saja dilakukan. Memberikan solusi kepada pelaku wisata sekaligus percepatan program vaksinasi,” jelasnya.
Namun demikian, Ficky menekankan jika pembukaan wisata juga harus memperhatikan prosedur pencegahan penularan Covid-19. Seperti pembatasan pengunjung, wisatawan harus sudah mendapatkan vaksinasi dan aturan lainnya mengenai standar protokol kesehatan.
“Prosedur pencegahan penularan tetap utama. Makanya, semua harus duduk bersama untuk mencarikan solusi agar kebijakan tidak merugikan masyarakat,” pinta Ficky.
Ficky berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan agar bekerjasama untuk mendukung program percepatan vaksinasi di Banyuwangi. Mengingat, masih banyak populasi di Banyuwangi yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Sekedar diketahui, Pemerintah Indonesia terus mengejar target vaksinasi terhadap penduduknya sebanyak 208,26 juta jiwa. Saat ini, 50,5 juta jiwa sudah mendapatkan vaksin tahap pertama dan 24 juta jiwa telah rampung vaksinasi tahap kedua.
Di Banyuwangi sendiri, vaksinasi tahap pertama sudah menyasar sekitar lebih 424 ribu jiwa dan 45,9 ribu sudah rampung pada tahap kedua. Jumlah populasi yang ditargetkan di Banyuwangi sebanyak 1,2 juta jiwa. Agar tercapai minimal kekebalan bersama, harus 70 persen populasi di Banyuwangi sudah divaksinasi.
“Jadi kenapa tidak konsep vaksinasi di tempat wisata ini dilakukan. Dinas Kesehatan bekerjasama dengan tempat-tempat wisata. Pemulihan ekonomi terus berjalan sekaligus mendukung percepatan target program vaksinasi Pemerintah RI,” cetus anggota DPRD Banyuwangi berparas elok tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

