Peristiwa Nasional MPR Rumah Kebangsaan

Krisis Laut China Selatan, Ahmad Basarah Ingatkan ‘’Perangkap Thucydides’’ 

Rabu, 04 Agustus 2021 - 20:59 | 54.38k
Krisis Laut China Selatan, Ahmad Basarah Ingatkan ‘’Perangkap Thucydides’’ 
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
FOKUS

MPR Rumah Kebangsaan

Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, berharap keterlibatan Jerman sebagai sekutu AS mengirim kapal perang ke Laut Cina Selatan (LCS) tidak menambah panas suhu politik di kawasan sengketa itu.

Menyampaikan pesan perdamaian dari Jakarta, Rabu (4/8/2021), Ahmad Basarah berharap AS dan Tiongkok tidak terjebak dalam ‘’Perangkap Thucydides’’ yang diteorikan ilmuwan politik AS, Graham T. Allison. 

Istilah ‘’ Thucydides’ Trap’’ atau Perangkap Thucydides dipopulerkan kali pertama oleh Allison pada 2012 untuk Financial Times  untuk menggambarkan dipilihnya opsi perang oleh pemegang hegemoni dunia ketika muncul kekuatan regional baru. AS selama ini dikenal sebagai hegemon dunia, sementara Tiongkok dipersepsikan sebagai kekuatan baru itu.

Allison menggunakan teori ini mengutip sejarawan sekaligus jenderal militer Athena, Thucydides , yang menjelaskan Perang Peloponnesia antara Athena dan Sparta terjadi akibat ketakutan Sparta melihat kekuatan baru Athena. 

‘’Bangsa Indonesia tentu berharap keterlibatan militer Jerman sebagai sekutu AS di Laut China Selatan benar-benar untuk tujuan kebebasan navigasi seperti yang disampaikan Berlin kepada sekutunya, bukan untuk tujuan lain, apalagi untuk menambah panas suhu politik di kawasan sengketa itu,’’ jelas Ahmad Basarah. 

Media memberitakan, untuk kali pertama dalam dua dekade di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan Tiongkok, Jerman mengirim satu dari empat fregat kelas Brandenburg Jerman, Bayern (Bavaria), dari pangkalan angkatan laut Jerman Wilhelmshaven Senin (2/8/2021) lalu dalam upacara yang dihadiri Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer. Kapal perang itu membawa 46 torpedo anti-kapal selam, peluru kendali anti-kapal, dan senjata anti-pesawat.  Kapal tempur itu akan menghabiskan enam bulan ke depan di samudera lepas.

Menurut Ahmad Basarah, dunia mestinya bersyukur Perang Dingin antara AS dengan Rusia sudah lewat. Daripada memunculkan konflik baru sesama penghuni planet Bumi, dia menyarankan setiap negara terutama AS dan Tiongkok mencari solusi terbaru untuk menciptakan stabilitas regional dan internasional agar dunia terhindar dari "Jebakan Thucydides" ini.

‘’Semua penghuni planet Bumi kini punya musuh bersama bernama siluman Covid-19. Musuh kita ini tidak terlihat, tidak mengenal hukum perang, juga tidak mengenal perikemanusiaan. Mengapa tidak semua umat manusia bersatu melawan musuh bersama ini ketimbang perang,’’ jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu. 

Ahmad Basarah juga menekankan, dalam ketegangan LCS itu, Indonesia sebaiknya tidak ikut arus mendukung salah satu dari kedua negara yang sedang berkontestasi sebagai pemegang hagemoni dunia. Dia mengusulkan Indonesia tetap konsisten mengikuti ajaran politik Bung Karno, yang memiilih menggalang aliansi negara-negara nonblok saat AS sebagai kampiun demokrasi bersitegang dengan negara-negara blok komunis. 

‘’Indonesia dapat memanfaatkan situasi ini untuk meredakan ketegangan dan mengusung perdamaian, sambil menarik manfaat ekonomi dan manfaat geopolitik dari persaingan global ini,’’ jelas Dosen Pascasarjana Universitas Islam Malang itu. 

Dari sejumlah pemberitaan media internasional, tampak bahwa AS dan Tiongkok memang telah memicu ketegangan dunia setelah kedua negara terlibat perang dagang, sementara dalam kondisi pandemi keduanya saling menyalahkan dan menarik dukungan politik banyak negara. Menteri Pertahanan AS, Lloyd  Austin, belum lama ini berkunjung ke Asia Tenggara, sementara di saat hampir bersamaan dilangsungkan latihan tempur gabungan AS bersama negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. 

Ahmad Basarah menilai, sangat wajar jika AS melihat Tiongkok sebagai kekuatan baru dunia. Pertumbuhan ekonomi Tiongkok kini tetap di angka 2,3 persen di akhir 2020, meski seluruh dunia terkena pandemi. Tiongkok diperkirakan akan menyalip AS sebagai ekonomi terbesar dunia di tahun 2050. Hal ini akan mengganggu hegemoni AS dan sekutunya. 

Berbagai forum internasional seperti KTT G7, NATO, dan Uni Eropa (blok Barat) selalu berfokus  pada ancaman Rusia dan Tiongkok di Asia Pasifik. Bagi AS, kedua negara itu disebut sebagai “ancaman ganda”. Tiongkok sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua setelah AS tidak pernah diundang ke semua forum itu.

‘’Dengan konstelasi dunia yang seperti itu, sebenarnya terbuka peran buat Indonesia untuk aktif mengusulkan semua negara, termasuk Tiongkok, dilibatkan dalam semua pertemuan tingkat dunia itu. Indonesia sangat layak menjalankan peran perdamaian dunia. Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea keempat sudah tegas mengamanatkan agar negara kita turut serta mewujudkan perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,’’ tutup Ahmad Basarah. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Target Vaksinasi Rendah, Dua Pantai Wisata di Pangandaran Ditutup
    Target Vaksinasi Rendah, Dua Pantai Wisata di Pangandaran Ditutup
    17/09/2021 - 23:56
  • Kunker ke Tebuireng, Moeldoko Tegaskan Komitmen Jokowi Perhatikan Pesantren
    Kunker ke Tebuireng, Moeldoko Tegaskan Komitmen Jokowi Perhatikan Pesantren
    17/09/2021 - 23:41
  • Venue Pindah ke Bandung, Persebaya Berasa Main di Kandang Sendiri
    Venue Pindah ke Bandung, Persebaya Berasa Main di Kandang Sendiri
    17/09/2021 - 23:33
  • Ke Bondowoso, Menparekraf RI Sandiaga Uno Sawer Singo Ulung
    Ke Bondowoso, Menparekraf RI Sandiaga Uno Sawer Singo Ulung
    17/09/2021 - 23:25
  • 5 Pemain Gabung Timnas, Stok Striker Arema FC Menipis
    5 Pemain Gabung Timnas, Stok Striker Arema FC Menipis
    17/09/2021 - 23:12

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    Nasib Ilmu Pengetahuan: Dijual Penerbit Komersial, Diselamatkan Sci-Hub
    17/09/2021 - 17:28
  • Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    Membangun Sepakbola dan Ekonomi ala Gubernur Anies Baswedan
    17/09/2021 - 16:25
  • Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    Penguatan Karakter Siswa dalam PTMT
    17/09/2021 - 16:04
  • Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    Wujudkan Generasi Emas Indonesia, Pendidikan Karakter Solusinya?
    17/09/2021 - 15:00
  • Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    Pro Kontra Santri Tutup Telinga dan Fenomena Matinya Kepakaran
    17/09/2021 - 12:06
  • Virus Anakronik di Pendidikan Tinggi
    Virus Anakronik di Pendidikan Tinggi
    16/09/2021 - 19:51
  • Vonis dan ”Vonis”
    Vonis dan ”Vonis”
    16/09/2021 - 13:15
  • Bang Zul dan Facebook
    Bang Zul dan Facebook
    16/09/2021 - 11:41

KULINER

  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10
  • Seru! Ngopi di Manis Ae Coffee and Space Bisa Buat Kopi Sendiri
    Seru! Ngopi di Manis Ae Coffee and Space Bisa Buat Kopi Sendiri
    13/09/2021 - 01:12