Kopi TIMES

Binasakan Infodemi, Berantas Pandemi

Jumat, 30 Juli 2021 - 20:14 | 38.09k
Binasakan Infodemi, Berantas Pandemi
Rivyan Bomantara, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, MALANG – Masyarakat di seluruh dunia kini tengah menghadapi persoalan yang sama: Pandemi Corona Virus Desease 19 (Covid-19). Negara-negara di seluruh dunia tengah kewalahan menghadapi penyebaran virus tersebut.

Beberapa negara ada yang berhasil survive, ada yang pelan-pelan bangkit secara ekonomi, ada pula yang masih struggle sebab upaya penanganan yang dilakukan tidak berhasil seperti negara-negara lainnya.

Di Indonesia sendiri, per artikel ini ditulis telah teridentifikasi lebih dari 3 juta kasus. Dengan kalkulasi jumlah pasien yang sembuh mencapai 2,4 juta dan mencapai lebih dari 80.000 kasus pasien yang meninggal dunia.

Pada kenyataannya, masyarakat di seluruh dunia ternyata tidak hanya mengalami satu permasalahan. Sembari menghadapi pandemi, masyarakat juga menghadapi infodemi. Wabah infodemi tak kalah bahaya dengan pandemi.

Kita hidup di masa yang telah maju secara teknologi dan informasi. Masa dimana dunia seakan dilipat menjadi suatu komunitas yang hidup dalam hamparan yang sama. Internet telah membuat informasi menembus dinding-dinding pembatas konvensional yang selama ini menjadi menghambat arus informasi.

Hal tersebut dapat memberikan dua dampak, yaitu positif dan negatif. Dampak positifnya, masyarakat dapat mengakses informasi apapun yang dibutuhkan secara instan. Selain itu kegiatan-kegiatan seperti perbelanjaan dan transaksi juga dapat dilakukan secara daring.

Dampak negatifnya, informasi-informasi tersebut berseliweran dan menyebar sangat cepat sehingga masyarakat tak lagi dapat memilah dan memilih informasi-informasi tersebut. Penyebaran tersebut.

Internet kemudian menjadi ruang publik baru yang sulit dikontrol, masyarakat seringkali gagal dalam mencerna serta mengolah informasi yang diterima tanpa adanya upaya untuk menguji kebenaran informasi tersebut.

Masyarakat kemudian terbiasa dengan informasi-informasi yang dipelintir sedemikian rupa dan tanpa sadar telah menjadi bagian dari penyebaran kebohongan secara terstruktur, sistematis, dan massif. Atau yang kita kenal dengan industri hoax.

Tak jarang hal yang ditemukan adalah munculnya orang awam sebagai para ahli dadakan. Mereka dengan mudah membuat klaim sendiri dan dengan mudah menyebarkan informasi yang dikemasnya lewat media sosial.

Dalam proses penyebaran hoax atau berita kebohongan, pihak yang menyebarkannya memiliki dorongan emosional dan bermaksud untuk membuat orang lain merasakan efek emosional seperti yang dialaminya ketika membaca hoax tersebut.

Media sosial berbeda dengan media massa arus utama yang dilengkapi dengan wartawan, editor, hingga kode etik yang dapat memverifikasi informasi. Media sosial tidak memiliki semacam verifikator seperti itu, apalagi grup-grup facebook dan whatsapp yang sulit sekali dikontrol.

Media sosial juga memaikan peranan pentingnya dalam melawan wabah ini, misalnya penggunaan grup whatsapp yang bijak untuk hal-hal yang baik seperti penggalangan dana. Namun, grup-grup tersebut juga dapat menjadi ruang gema dimana sebuah opini yang tidak kredibel dianggap benar dan dibagikan secara berulang-ulang.

Dalam masa-masa genting dimana kesehatan menjadi prioritas utama, masyarakat menjadi lebih mudah panik dan cenderung menerima mentah-mentah segala informasi terkait virus ini.

Misalnya saat salah satu produk susu yang diklaim dapat menangkal penyebaran virus. Hal tersebut menyebabkan masyarakat berbondong-bondong membeli produk susu tersebut dan menyebabkannya out of stock di beberapa daerah.

Setelah diusut lebih lanjut, banyak artikel yang membantah klaim tersebut. Salah satunya dari dokter Tan Shot Yen, seorang pakar gizi dan pendiri Remanlay Institute. Klaimnya, Susu evaporasi, UHT, atau susu cair sejenis memiliki kesamaan komposisi yang dapat ditemukan di labelnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan panic buying tersebut menurut dokter Tan Shot Yen. Diantara lain salah tafsir dari publik dan lemahnya pemerintah menangani overeclaim terhadap suatu produk.

Terkhusus faktor pertama, hal ini menunjukkan bagaimana informasi tidak akurat berseliweran dengan cepat dan dalam skala besar di sosial media. Per tanggal 20 Juli 2021, di Indonesia setidaknya teridentifikasi 1.870 konten hoax terkait Covid-19.

Istilah yang digunakan untuk menjelaskan fenomena hoax yang menyerang dunia kesehatan ini oleh Direktur Jenderal  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus adalah infodemi.

Misinformasi yang menyebar dan menular diibaratkan sebagai penyakit yang telah menjadi masalah global sebab dapat memengaruhi tindakan masyarakat. Informasi kebohongan membuat masyarakat cenderung menolak untuk melindungi diri mereka sehingga memperlambat penanganan wabah.

Masyarakat yang terinfeksi infodemi cenderung akan menyangkal apa yang terjadi dan akan memercayai hal yang berlawanan dengan hal tersebut, lebih lanjut masyarakat akan melakukan tindakan-tindakan yang berlebihan dan tidak perlu.

Infodemi sebenarnya  bukanlah sebuah fenomena baru yang populer pada masa Covid-19. Pada 1890, New York Herald edisi eropa merilis sebuah pernyataan bahwa lampu elektrik merupakan penyebab flu Rusia. 

Yang membedakan adalah, pada saat itu penyebaran informasi terbatas oleh teknologi jika dibandingkan dengan saat ini. Pada kondisi seperti ini, informasi yang kredibel dari otoritas kesehatan dan para ahli sangat penting untuk disebar luaskan.

Di negara dengan tingkat literasi peringkat 62 dari 70 negara, tentu dibutuhkan upaya lebih untuk menyadarkan masyarakat terkait pentingnya mendahulukan informasi dari sumber yang kredibel. 

Masyarakat cenderung menolak untuk melakukan pengecekan sumber yang faktual sebab secara kognitif, manusia merupakan makhluk pemalas. Sehingga cednderung untuk tidak memedulikan apa yang dibaca.

Sebagai seorang warga negara yang baik, merupakan tanggung jawab bagi kita untuk ikut menangkal infodemi ini. Bersikap kritis terhadap informasi yang diterima, mengurai konfirmasi, menelaah sumber, dan mendahulukan informasi dari organisasi atau media massa yang kredibel merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan.

***

*) Oleh: Rivyan Bomantara, Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • HUT ke-61 Karang Taruna, Presiden RI Jokowi: Teruslah Berkarya Wujudkan Indonesia Maju
    HUT ke-61 Karang Taruna, Presiden RI Jokowi: Teruslah Berkarya Wujudkan Indonesia Maju
    26/09/2021 - 16:00
  • Kompak, Chelsea dan Manchester United Kalah di Kandang
    Kompak, Chelsea dan Manchester United Kalah di Kandang
    26/09/2021 - 15:44
  • Guru Honorer di Ngawi Raup Jutaan Rupiah dari Biji Sengon Buto
    Guru Honorer di Ngawi Raup Jutaan Rupiah dari Biji Sengon Buto
    26/09/2021 - 15:25
  • Lestari Moerdijat: Pengawasan PPKM Harus Mengedepankan Keselamatan Publik
    Lestari Moerdijat: Pengawasan PPKM Harus Mengedepankan Keselamatan Publik
    26/09/2021 - 15:18
  • PPKM Diperlonggar, Puncak Ajang Kontes Modifikasi Indonesia Automodified di Bogor Meriah
    PPKM Diperlonggar, Puncak Ajang Kontes Modifikasi Indonesia Automodified di Bogor Meriah
    26/09/2021 - 14:37

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    24/09/2021 - 19:12
  • Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    24/09/2021 - 11:01
  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25

KULINER

  • Horeg Papua Culinary Sajikan Cita Rasa Papua
    Horeg Papua Culinary Sajikan Cita Rasa Papua
    26/09/2021 - 01:22
  • Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    23/09/2021 - 16:30
  • Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    23/09/2021 - 01:33
  • Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    20/09/2021 - 05:30
  • Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    20/09/2021 - 01:25