Peristiwa Nasional Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Vaksin Covid-19 Mengandung Racun Berbahaya, Bisa Membunuh Manusia

Selasa, 27 Juli 2021 - 18:59 | 66.00k
[CEK FAKTA] Vaksin Covid-19 Mengandung Racun Berbahaya, Bisa Membunuh Manusia
Video berisi narasi tentang bahaya vaksin covid-19.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Beredar video yang bersumber dari TikTok disertai narasi tentang bahaya vaksin covid-19. Video diunggah akun Twitter @Ibeen16 pada 21 Juli 2021.

Dalam unggahan videonya, pengguna akun Twitter @Ibeen16 menyertakan narasi: 

Wah wah wah mantap nih tagar
#PresidenTerburukDalamSejarah

Video yang diunggah @Ibeen16 berdurasi 1 menit 4 detik. Dalam video tersebut, tampak seseorang yang dilabeli dengan nama Dr. Peter McCullough sedang berbicara. Sebagaimana tertera dalam terjemahan di video, tujuan pandemi ini sejak awal adalah vaksinasi. Jadi semua mengarah pada vaksinasi.

Selanjutnya disebutkan bahwa mereka telah melakukan vaksin paksa pada negara-negara di Asia Tenggara, dan di negara-negara Eropa juga telah diwajibkan vaksinasi.

Disebutkan, ada pihak yang membayar pemerintah agar menyuntikkan vaksin yang disebut dalam video ini sebagai 'racun' kepada masyarakat. Vaksin dipaksakan, oleh sebab itu digratiskan buat masyarakat. Ada orang-orang di balik layar yang ingin agar semua orang disuntik.

Masih mengutip dari terjemahan pada video tersebut, disebutkan kenapa mereka ingin 'racun' ini masuk ke darah kita? Tekanan yang dirasakan masyarakat, yaitu mereka akan dipecat jika tidak divaksin, tapi masyarakat tahu bahwa vaksin ini bisa membunuh mereka. 

Berikut narasi lengkap yang menjadi terjemahan dari perkataan orang yang dilabeli nama Dr. Peter McCullough:

Tujuan pandemi ini sejak awal adalah vaksinasi
jadi semuanya mengarah pada vaksinasi
mereka telah melakukan vaksin paksa pada negara-negara di Asia Tenggara
dan di negara-negara eropa juga telah diwajibkan
maksudku ada pihak yang membayar Pemerintah agar menyuntikan racun ini kepada masyarakat
saking hausnya para pemangku kepentingan agar masyarakat divaksin
itu sebabnya vaksin ini digratiskan bagi masyarakat
ada orang-orang dibalik layar yang ingin agar semua orang disuntik
kenapa Seperti itu?
kenapa mereka ingin racun ini masuk ke darah kita ?
jadi tekanan yang dirasakan oleh Masyarakat saat ini
yaitu mereka akan dipecat jika tidak divaksin
tapi masyarakat tahu bahwa vaksin ini bisa membunuh mereka
kalau tidak ada efek samping ya pasti masuk akal untuk menerimanya

Selain terjemahan, dalam video tersebut juga disematkan narasi sebagai berikur:

wajib simak ampe habis

jangan mudah percaya klw tdak percaya.aplgi cmn katanya katanya. tetaplh dg kta hatimu dan fakta2. di sini paham!

cek fakta vaksin berbahaya 2Sumber: Tangkapan layar Twitter

CEK FAKTA

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia melalui mesin pencari, nama Peter McCullough disebut sebagai seorang ahli jantung klinis (clinical cardiologist), seorang profesor kedokteran di Universitas Kristen Texas dan Universitas Texas Utara. 

Selanjutnya, kami mencoba menelusuri video utuh dari pernyataan Peter McCullough tersebut melalui mesin pencari Google. Kami menemukan video berdurasi 1 jam 45 menit di https://brandnewtube.com/watch/full-interview-dr-peter-mcculloigh-blows-lid-off-of-covid_2sLqka7BtZJ2MTo.html 

Untuk video utuh yang sama tetapi disertai transkrip, dapat dilihat di sini: https://www.postscripts.org/ps-news-498.html

Perihal isi video tersebut, konteksnya Dr. Peter McCullough diwawancarai oleh John Leake. Mengutip dari turnbackhoax.id, McCullough tidak mengatakan “racun” secara langsung sebagaimana terjemahan dalam potongan video yang diunggah akun Twitter @Ibeen16. Namun McCullough jelas mengklaim bahwa vaksin berbahaya dan dapat menyebabkan pembekuan darah, stroke, dan kematian mendadak. Ia juga mengklaim kematian dan penuhnya rumah sakit disebabkan karena vaksinasi.

cek fakta vaksin berbahaya 3Sumber: [SALAH] Vaksin Mengandung Racun Berbahaya | Turnbackhoax

Mengutip dari situs resmi covid.go.id, vaksin covid-19 dipastikan aman. Dijelaskan bahwa vaksin yang diproduksi masal sudah melewati proses yang panjang dan harus memenuhi syarat utama yakni: Aman, Ampuh, Stabil dan Efisien dari segi biaya.

Aspek keamanan vaksin dipastikan melalui beberapa tahapan uji klinis yang benar dan menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains dan standar-standar kesehatan.

Pemerintah hanya menyediakan vaksin COVID-19 yang terbukti aman dan lolos uji klinis, serta sudah mendapatkan Izin Penggunaan Pada Masa Darurat (Emergency Use of Authorization/EUA) dari BPOM.

cek fakta vaksin berbahaya 4Sumber: Tanya Jawab | Covid19.go.id

Meski disebut sebagai dokter, Peter McCullough diketahui menyebarkan informasi bohong terkait pandemi dan vaksin Covid-19. Salah satunya, mengutip pemeriksaan fakta yang dilakukan afp.com. Ia mengklaim orang sehat berusia di bawah 50 tahun, serta orang yang sembuh dari Covid-19, tidak perlu divaksin.

cek fakta vaksin berbahaya 5Sumber: US cardiologist makes false claims about Covid-19 vaccination | Fact check AFP

Informasi bohong lainnya, mengutip kompas.com, vaksin Pfizer dan Moderna menggunakan program aplikasi komputer. Klaim tersebut salah. Kedua vaksin itu dibuat dengan mRNA, yang dapat memicu protein lonjakan sehingga sel tubuh mengenali virus SARS-CoV-2, sebelum virus sesungguhnya menyerang.

cek fakta vaksin berbahaya 6Sumber: [HOAKS] Vaksin Pfizer dan Moderna Tak Gunakan Virus, tetapi Program Aplikasi Komputer | Kompas

Kembali mengenai keamanan vaksin di Indonesia, perlu diketahui AstraZeneca dan Sinovac yang banyak digunakan di Indonesia terbukti aman digunakan, karena sudah melalui uji klinis.

Dilansir dari situs resmi Kementrian Kesehatan, vaksin Sinovac telah memenuhi standar WHO untuk keamanan, efikasi, dan pembuatan. Selain itu, WHO dan BPOM juga telah memasukkan Sinovac ke Daftar Penggunaan Darurat (EUL) bersama vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm.

cek fakta vaksin berbahaya 7Sumber: Validasi Sinovac oleh WHO Bukti Vaksin Aman, Teruji Mutu | SehatNegeriku

Sementara menurut dokter spesialis penyakit dalam yang berfokus di bidang vaksinologi, Dirga Sakti Rambe,  penggunaan vaksin memang memiliki efek samping, namun kebermanfaatannya lebih banyak dan minim resiko. Adapun klaim bahwa orang yang mendapat vaksin AstraZeneca mengalami pembekuan darah hanyalah beberapa saja yakni 10 dari 1 juta orang.

cek fakta vaksin berbahaya 8Sumber: Apa yang Dimaksud Vaksin Aman, padahal Tetap Ada Efek Sampingnya? | Kompas

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim vaksin covid-19 mengandung racun berbahaya, tidak benar. 

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tentang penerima vaksin akan meninggal dunia dalam dua tahun dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Konten ini dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: redaksi.timesmedia@gmail.com atau redaksi@timesindonesia.co.id (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

EKORAN

TERBARU

  • Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Lukman F Laisa: Saya Bangga Kuliah di ITN Malang
    Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Lukman F Laisa: Saya Bangga Kuliah di ITN Malang
    21/09/2021 - 20:15
  • Vaksinasi Door to Door Polresta Malang Kota Sasar Para Lansia
    Vaksinasi Door to Door Polresta Malang Kota Sasar Para Lansia
    21/09/2021 - 20:08
  • Jelang World Superbike, Kapolda NTB Apresiasi Animo Warga Ikut Vaksinasi Covid-19
    Jelang World Superbike, Kapolda NTB Apresiasi Animo Warga Ikut Vaksinasi Covid-19
    21/09/2021 - 20:01
  • Melalui Polri, 200 PKL di Gresik Mulai Terima Bantuan Langsung Tunai
    Melalui Polri, 200 PKL di Gresik Mulai Terima Bantuan Langsung Tunai
    21/09/2021 - 19:54
  • Bupati Kendal Kritik FORPEK Saat Simulasi, Ini Alasannya
    Bupati Kendal Kritik FORPEK Saat Simulasi, Ini Alasannya
    21/09/2021 - 19:47

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25
  • Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    19/09/2021 - 16:30
  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35
  • Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    Perpres Pendanaan Pesantren dan Alat Intelijen
    18/09/2021 - 14:05

KULINER

  • Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    20/09/2021 - 05:30
  • Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    20/09/2021 - 01:25
  • 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    19/09/2021 - 14:50
  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16