Peristiwa Daerah PPKM Darurat

Hajatan Saat PPKM, Politisi PPP DPRD Banyuwangi dan Kades Hanya Didenda Ringan

Senin, 26 Juli 2021 - 15:56 | 102.08k
Hajatan Saat PPKM, Politisi PPP DPRD Banyuwangi dan Kades Hanya Didenda Ringan
Suasana sidang Anggota DPRD Banyuwangi yang melanggar Instruksi Mendagri soal PPKM di PN Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
FOKUS

PPKM Darurat

Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Terbukti bersalah melanggar aturan PPKM Darurat, Kepala Desa Temuguruh (Kades) dan satu politikus Partai PPP DPRD Banyuwangi yang nekat gelar hajatan hanya dijatuhi hukuman denda (tipiring).

Dengan menggelar acara hajatan tersebut, keduanya dianggap telah melanggar Instruksi Mendagri No 19 Tahun 2021 atas perubahan ketiga Instruksi Mendagri No 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat.

Hakim sidang di Pengadilan Negeri Banyuwangi menjatuhi Asmuni selaku Kades Temuguruh Banyuwangi dengan hukuman denda Rp 48 ribu. Sedangkan Syamsul Arifin, wakil rakyat anggota DPRD Banyuwangi didenda Rp 500 ribu.

Hajatan Saat PPKM bSyamsul Arifin, Politisi Partai PPP anggota DPRD Banyuwangi yang jadi terdakwa pelanggar PPKM. (FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)

"Menyatakan terdakwa Asmuni bersalah dengan melakukan tindak pidana protokol kesehatan dengan hukuman denda Rp 45 ribu. Jika tidak dibayar maka subsider 2 hari kurungan," kata Hakim Sidang, I Komang Didiek Prayoga dalam putusan sidang di PN Banyuwangi, Senin (26/7/2021).

"Terdakwa Syamsul Arifin telah melanggar Perda Pemprov dan Pergub Jatim. Menyatakan terdakwa sah dan meyakinkan bersalah melanggar PPKM. Menjatuhkan pidana denda Rp 500 ribu dengan ketentuan subsider atau ganti kurungan selama 7 hari," kata Hakim Sidang, I Made Gede Trisna dalam putusannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua pejabat di Banyuwangi tersebut nekat menggelar acara yang rawan menciptakan kerumunan dan menularkan Covid-19. Keduanya, diketahui telah menggelar hajatan pernikahan putri mereka.

Hajatan Kades Asmuni, dilangsungkan pada Sabtu (10/7/2021) dengan menggunakan kantor desa untuk mendirikan tenda pernikahan. Yakni tepat saat perubahan Instruksi Mendagri tentang larangan kegiatan hajatan diberlakukan saat masa PPKM Darurat diberlakukan.

Sedangkan hajatan milik politikus PPP, Syamsul Arifin melangsungkan akad nikah putrinya pada Jumat (23/7/2021) dan resepsi pernikahan dilangsungkan pada hari berikutnya. Atau masih pada kebijakan masa PPKM Darurat yang diperpanjang menjadi PPKM Level 4.

Kedua Pejabat Terdakwa Menyesal

Kades Temuguruh, Asmuni mengaku menyesal karena telah melanggar Instruksi Mendagri tentang kebijakan PPKM sebagaimana dimaksud. Asmuni merasa keliru atas aksi nekatnya menggelar pesta pernikahan di saat pemerintah sedang fokus dalam menangani wabah Covid-19.

"Saya mohon maaf kepada semua pihak. Mungkin ini terjadi kekhilafan kami selaku kepala desa untuk mengadakan hajatan," kata Asmuni usai sidang.

Dengan dijatuhi hukuman denda Rp 48 ribu tersebut, Asmuni mengaku tidak keberatan dan akan menjalankannya. "Saya menerima karena saya merasa mungkin kami manusia biasa yang tentunya punya kesalahan," katanya.

Hajatan Saat PPKM cAsmuni, Kepala Desa Temuguruh yang jadi terdakwa pelanggar PPKM. (FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)

Terkait penggunaan kantor desa untuk kepentingan pribadi (hajatan), Kades Asmuni mengaku jika hal tersebut diperbolehkan. Yakni sesuai dengan Peraturan Desa Temuguruh (Perdes) yang mengatur bahwa masyarakat umum bisa menggunakan Balai Desa untuk kegiatan pribadi.

"Kantor Desa saya (Temuguruh) memang sudah dipakai oleh Kades-Kades sebelumnya lewat Perdes dan gratis. Diperbolehkan untuk umum karena masyarakat gak punya lahan untuk hajatan," cetus Asmuni.

Penyesalan serupa juga dilontarkan oleh politisi PPP, Syamsul Arifin. Wakil Rakyat tersebut mengaku telah melangsungkan pernikahan putrinya saat masa PPKM Level 4 berlangsung di Banyuwangi.

"Saya dengan putusan ini memang benar-benar merasa bersalah dan siap salah," kata Syamsul Arfin.

Dengan dijatuhi hukuman denda Rp 500 ribu ini, Ia menerima sekaligus bersyukur karena mendapatkan keringanan dari hakim pengadilan.

"Dan Alhamdulilah ada kearifan dari putusan hari ini. Kami tidak bermaksud sebenarnya kalau tidak ada perpanjangan untuk mengadakan acara pernikahan anak kami," katanya.

Kepada wartawan, Ia mengaku terpaksa melanjutkan hajatan karena undangan sudah terlanjur tersebar. Ini karena, sebelum hajatan digelar dirinya memiliki keyakinan pribadi jika PPKM Darurat akan berakhir pada 20 Juli 2021.

Rupanya prediksinya salah, Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan PPKM Darurat dengan istilah PPKM Level 4. Pihaknya pun terpaksa melanjutkan hajatan karena kesulitan untuk menghubungi 400 undangan yang sudah disebarkan.

"Undangan sudah kita sebar sebelumnya. Ternyata Presiden memperpanjang PPKM. Sehingga kami kesulitan menghubungi seluruh orang yang diundang karena kami tidak memiliki nomor (HP) yang bisa dihubungi semuanya total," jelas Syamsul.

Untuk diketahui, sejak pemberlakuan PPKM Darurat hingga PPKM level 4 di Banyuwangi, terdapat tiga pejabat yang ngeyel tak mengindahkan instruksi Pemerintah.

Tiga deretan pejabat tersebut yakni; hajatan pegawai Dispendukcapil di hotel dan sudah dikenai sanksi, hajatan Kepala Desa Temuguruh di kantor desa dengan hukuman denda Rp 48 ribu dan hajatan politisi DPRD Banyuwangi dari partai PPP yang dijatuhi pidana denda Rp 500 ribu. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Merasakan Live Experience Pesta Megah di Hotel Platinum Tunjungan
    Merasakan Live Experience Pesta Megah di Hotel Platinum Tunjungan
    29/09/2022 - 01:25
  • Awas! Ini Bahaya Main HP sebelum Tidur
    Awas! Ini Bahaya Main HP sebelum Tidur
    29/09/2022 - 00:36
  • DKPKP Pangandaran Dapat Bantuan RMU Senilai Rp5 Miliar
    DKPKP Pangandaran Dapat Bantuan RMU Senilai Rp5 Miliar
    28/09/2022 - 23:54
  • Kabupaten Blitar Punya Minuman Olahan Nanas
    Kabupaten Blitar Punya Minuman Olahan Nanas
    28/09/2022 - 23:31
  • RSUD Pandega Pangandaran Gelar Edukasi Melalui Kelas Diabetes
    RSUD Pandega Pangandaran Gelar Edukasi Melalui Kelas Diabetes
    28/09/2022 - 23:01

TIMES TV

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

Jelajah Kopi Nusantara: Kopi Taji Dulu Kini dan Nanti

11/08/2022 - 17:08

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022

Aremania Jemput Juara Piala Presiden 2022
Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud

Mengenang Sejarah Nabi di Jabal Uhud
Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi

Friendly Match PSIS vs Arema FC, Suporter Nyanyi ke Stadion Lagi
Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

Petugas Haji Gelar Gladi Posko, Siap Sambut JCH Indonesia

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Bangunan Soliditas dalam Verifikasi Partai Politik
    Bangunan Soliditas dalam Verifikasi Partai Politik
    28/09/2022 - 14:03
  • Politik Identitas Jujur vs Palsu 
    Politik Identitas Jujur vs Palsu 
    28/09/2022 - 08:44
  • Metamorfosa Asimetris
    Metamorfosa Asimetris
    27/09/2022 - 17:58
  • Gotong-Royong Menyempurnakan RUU Sisdiknas
    Gotong-Royong Menyempurnakan RUU Sisdiknas
    27/09/2022 - 07:03
  • Korupsi Pendidikan Indonesia
    Korupsi Pendidikan Indonesia
    26/09/2022 - 13:16
  • Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    Penegakan Hukum; Problem Struktur Hukum dan Etika Profesi
    25/09/2022 - 11:17
  • Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    Demam Sound Horeg dan Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
    25/09/2022 - 09:13
  • Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    Nasib Petani Tanaman Pangan Kita
    25/09/2022 - 01:29

KULINER

  • Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    Ulen Juara, Jajanan Tradisional Rasa Kekinian
    26/09/2022 - 16:32
  • BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    BBQ Seafood Luminor Hotel Jember, Menu Hasil Laut yang Menggugah Selera
    26/09/2022 - 10:01
  • Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    Menikmati Sorabi Legendaris Abah Rahman di Alun-Alun Kota Banjar
    25/09/2022 - 15:42
  • Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    Pecel Mbok Marem, Menu Sarapan Legendaris di Kabupaten Blitar 
    25/09/2022 - 06:39
  • Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    Resep Potato Cheese Bread Ala Korea yang Tengah Viral
    25/09/2022 - 05:01