Kopi TIMES

Catatan Ketua MPR RI: Jangan Menyulut Gaduh di Tengah Kerja Kemanusiaan Warga

Minggu, 25 Juli 2021 - 17:08 | 28.72k
Catatan Ketua MPR RI: Jangan Menyulut Gaduh di Tengah Kerja Kemanusiaan Warga
Bambang Soesatyo Ketua MPR RI, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Hukum UNPAD

TIMESINDONESIA, JAKARTABERBUAT gaduh dan bermanuver politik di tengah ribuan kematian dan penderitaan begitu banyak keluarga akibat Pandemi COVID-19 bukan saja tidak berperikemanusiaan, tetapi itu perilaku amoral. Ketika dihadapkan pada aktivitas seluruh elemen masyarakat yang tetap fokus dan bergiat dalam gerakan kemanusiaan menolong mereka yang menderita, para perancang gaduh itu tak lebih dari serigala berbulu domba.

Semua orang tahu bahwa segenap daya dan upaya saat ini terfokus pada penanganan Pandemi Covid-19 dengan segala dampak negatifnya. Situasi darurat saat ini menyebabkan sejumlah pasien tak tertolong karena ketersediaan obat-obatan, oksigen dan alat-alat kesehatan lainnya tidak mencukupi. Sudah bertebaran contoh kasus tentang pasien yang tak tertolong karena berbagai alasan; tidak tertolong karena ketidakseimbangan  jumlah dokter dan perawat akibat lonjakan jumlah pasien di setiap rumah sakit; dan tidak tertolong karena rumah sakit kehabisan oksigen dan obat-obatan lainnya.

Kisah duka seorang pria bernama Shiri, warga kota Pontianak, Kalimantan Barat, memberi gambaran utuh tentang kedaruratan situasi saat ini. Kamis (22/7) lalu, sejak pagi, Shiri dan puluhan orang lain antri untuk mengisi oksigen medis di Jalan Veteran, Pontianak. Shiri berusaha membawa pulang oksigen untuk menolong sang ibunda yang sesak napas di rumah. Dia sempat membawa ibundanya ke rumah sakit, tetapi pihak rumah sakit tak bisa merawat karena kehabisan oksigen. Masih mengantri, mendadak telepon selulernya berdering sekitar pukul 11.00 WIB. Sang penelepon memberitahu bahwa ibundanya sudah meninggal dunia. Tangis Shiri pun pecah. “Sudah terlambat, ibu saya sudah meninggal," kata Shiri yang kemudian bergegas membawa pulang tabung tanpa oksigen.

Contoh kasus seperti yang dialami Shiri terjadi dibanyak tempat hingga ke pelosok-pelosok desa. Ada ratusan hingga ribuan kematian setiap harinya, yang tentu saja menyebabkan begitu banyak keluarga berduka. Lalu, karena terpapar Covid-19, ada jutaan orang harus menjalani isolasi mandiri (isoman). Mereka pun harus ditolong. Dan, ada banyak cerita tentang inisiatif warga kebanyakan menolong mereka yang sedang menjalani Isoman.

Isoman menjadi bentuk lain dari upaya memutus rantai penularan Covid-19, karena memang Covid-19 belum ada obatnya. Sayangnya, tidak semua orang bisa menghayati situasi kedaruratan saat ini. Di Bandung, sekelompok warga berunjukrasa memrotes ketentuan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat). Di Jakarta ada sebaran informasi di media sosial mengajak aksi unjuk rasa 'Jokowi End Game' yang juga untuk menolak PPKM.

Kalau begitu, strategi apa yang tepat untuk memutus rantai penularanCovid-19? Pertanyaan ini patut dilayangkan kepada mereka yang berbuat gaduh itu. Sampai sejauh ini – ketika pandemi Covid-19 sudah memasuki tahun kedua – para ahli belum lagi menemukan strategi lain kecuali menerapkan protokol kesehatan (Prokes) tentang jaga jarak, memakai masker dan rajin cuci tangan. Ingat bahwa tidak ada satu negara pun yang siap menghadapi pandemi sekarang ini. Virus corona menular dengan sangat cepat, tak terlihat dan sulit terdeteksi serta sangat mudah bermutasi.

Lalu, apa yang akan didapat dari aksi unjuk rasa 'Jokowi End Game' untuk menolak PPKM? Alih-alih menyelesaikan masalah, unjuk rasa ‘Jokowi End Game’ justru akan mengeskalasi persoalan, bahkan berpotensi memicu krisis multidimensi. Seandainya unjuk rasa itu berhasil mendelegitimasi pemerintah saat ini, sama artinya menyulut krisis politik di tengah puncak krisis kesehatan. Akibatnya adalah kerja penanganan pandemi akan berantakan karena ketidakpastian politik.

Ketidakpastian politik di dalam negeri akan mempersulit upaya untuk mendapatkan vaksin corona, obat-obatan dan alat-alat kesehatan dari sejumlah produsen di beberapa negara. Karena kombinasi krisis kesehatan dan krisis politik selalu butuh biaya ekstra,  tidak mudah bagi sebuah negara mendapatkan komitmen pembiayaan dari lembaga multilateral sekalipun, saat negara itu belum menyelesaikan ketidakpastian politik di dalam negeri.

Jadi, skenario ‘Jokowi End Game’ itu  tidak hanya menimbulkan gaduh di ruang publik, tetapi ada nuansa eksperimen politik. Polisi sebaiknya tak hanya memburu pelaku penyebaran informasi ajakan unjuk rasa itu, melainkan lebih fokus pada petualang atau aktor intelektual dibalik kegaduhan ini. Kerja penanganan Pandemi Covid-19 dan bhakti sosia masyarakat menolong mereka yang menderita hendaknya tidak diganggu oleh kegaduhan yang nyata-nyata tidak menyelesaikan masalah.

Masyarakat sudah dibuat kecewa oleh tindak pidana sejumlah orang yang memanfaatkan situasi pandemi sekarang ini untuk mencari keuntungan pribadi. Dari kasus korupsi Bansos (bantuan sosial) oleh pejabat negara, kasus pemalsuan surat hasil tes Covid-19, kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas hasil daur ulang, dan kasus lolosnya WNI dari India sehingga tidak dikarantina, hingga praktik jual-beli surat keterangan hasil swab PCR palsu.

Semua gangguan itu sudah lebih dari cukup, sehingga jangan lagi situasi puncak pandemi saat ini ditunggangi kepentingan politik dengan manuver-manuver yang tidak kontributif. Sebaliknya, semua sekat dalam masyarakat hendaknya disingkirkan dulu agar semua orang sehat bisa bahu membahu menolong mereka yang menderita.

Hingga pekan ini, kasus covid-19 sudah terdeteksi di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi. Dua hari berturut pada Kamis (22/7) dan Jumat (23/7), terdeteksi kasus baru COVID-19 yang mendekati jumlah 50.000 kasus.  Total kasus di dalam negeri pun sudah menembus jumlah tiga juta kasus. Banyaknya pasien yang sembuh patut disyukuri, namun jumlah kematian yang tidak kecil hendaknya mendorong setiap orang tetap waspada. Pada Jumat (23/7), data resmi dari pemerintah menyebutkan ada 1.566 kematian akibat Covid-19.

Banyak kelompok masyarakat di berbagai daerah tengah giat menolong mereka yang berduka dan menderita. Tidak elok jika dalam situasi seperti sekarang  ini ada yang bernafsu menyulut gaduh.

***

*) Oleh Bambang Soesatyo Ketua MPR RI, Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Hukum UNPAD

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Gunung Raung Kembali Keluarkan Asap Putih dari Kawah
    Gunung Raung Kembali Keluarkan Asap Putih dari Kawah
    24/09/2021 - 09:40
  • Optimalkan Layanan, PDAM Sleman Jaga Pasokan Air Bersih
    Optimalkan Layanan, PDAM Sleman Jaga Pasokan Air Bersih
    24/09/2021 - 09:31
  • [CEK FAKTA] Salah, Orang Kristen di Afghanistan Diikat dalam Plastik
    [CEK FAKTA] Salah, Orang Kristen di Afghanistan Diikat dalam Plastik
    24/09/2021 - 09:22
  • Hari Tani Nasional, Mahasiswa Tasikmalaya Dorong DPRD Raperda LP2B
    Hari Tani Nasional, Mahasiswa Tasikmalaya Dorong DPRD Raperda LP2B
    24/09/2021 - 09:06
  • Pejabat Indonesia Melakukan Korupsi Setelah Bersumpah
    Pejabat Indonesia Melakukan Korupsi Setelah Bersumpah "Demi Allah"
    24/09/2021 - 08:57

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25
  • Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    19/09/2021 - 16:30
  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35

KULINER

  • Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    23/09/2021 - 16:30
  • Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    23/09/2021 - 01:33
  • Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    20/09/2021 - 05:30
  • Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    20/09/2021 - 01:25
  • 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    19/09/2021 - 14:50