Peristiwa Daerah PPKM Darurat

FSB Kota Banjar Gelar Audensi Tolak PPKM Level 4, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota

Sabtu, 24 Juli 2021 - 10:02 | 18.83k
FSB Kota Banjar Gelar Audensi Tolak PPKM Level 4, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota
Tony Rustaman, ketua FSB saat menyampaikan aspirasinya dalam audensi dengan Pemkot Banjar dan Forkopimda (foto: Susi/TIMES Indonesia)
FOKUS

PPKM Darurat

TIMESINDONESIA, BANJAR – Forum Solidaritas Buruh (FSB) Kota Banjar menggelar audensi terkait dampak PPKM Level 4 bagi buruh di ruang rapat Gunung Sangkur Setda Kota Banjar, Jumat (23/7/2021).

Audensi yang mendatangkan 6 pemuda perwakilan FSB tersebut berlangsung selama beberapa jam dengan dihadiri langsung Wakil Wali Kota Banjar, H Nana Suryana,S.Pd.

Hadir pula, Sekda Kota Banjar, Drs Ade Setiana, Asda 2 H Agus Nugraha, Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih, S.I.K, M.Si, Kajari Banjar Ade Hermawan,SH,MH dan Kepala Dinas Tenaga kerja Kota Banjar.

Dalam audensi tersebut, Toni Rustaman selaku ketua Umum FSB menyatakan sikap bahwa pihaknya merasakan dirugikan dengan pemberlakuan aturan PPKM level 4 saat ini.

Pasalnya, sejak ada pemberlakuan PPKM darurat, aturan tersebut dianggapnya berdampak terhadap perusahaan yang kemudian meliburkan buruh tanpa dibayarkan upahnya.

FSB Kota Banjar 2

Toni mempertanyakan bentuk tanggungjawab pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga selama pemberlakuan kebijakan PPKM level 4 tersebut, khususnya bagi buruh yang diliburkan dengan mengacu ke UU kekarantinaan termasuk mengenai penindakan terhadap pelanggar PPKM yang dinilainya tak sesuai kondisi bangsa saat ini.

Ia juga menyebut saat ini masih banyak buruh di Kota Banjar yang belum mendapatkan vaksin karena terkait jam kerja yang tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan vaksinasi, sementara salah satu syarat buruh untuk bekerja kali ini harus menyertakan surat keterangan telah mendapatkan vaksin.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota mengatakan bahwa dalam menjalankan sebuah kebijakan pasti akan ada yang terdampak, tapi tentunya akan ada solusi yang bisa diselesaikan.

"Perlu dipahami bersama bahwa Pemerintah sudah berbuat dengan segala upaya untuk menekan penyebaran kasus Covid demi menangani pandemi ini, pastinya selalu ada pro dan kontra dalam menyikapi kebijakan tersebut tapi kalau penanganan kita lemah yang akan disalahkan pemerintah, sebaliknya saat kita bertindak tegas juga Pemerintah pasti dianggap tega dan semacamnya," paparnya.

Kendati demikian, Nana sangat mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan forum Solidaritas Buruh Kota Banjar secara damai, tertib dan kondusif tanpa keluar dari penerapan prokes di tengah massifnya penyebaran virus varian Delta.

"Pemerintah sudah menyiapkan JPS maupun JPE untuk memberikan bantuan bagi warga terdampak selain seruan budaya gotong royong bagi para Agniya lainnya untuk sama-sama mengatasi kesulitan bersama karena dampak dari pandemi ini dirasakan oleh semua pihak tanpa terkecuali," lanjutnya.

Terkait sosialisasi aturan PPKM level 4 maupun penegakan bagi pelanggar, pihaknya selama ini sudah melibatkan sampai ke tingkat RT/RW yang dimulai dari Satgas Kota. Bahkan pemerintah melibatkan para ulama untuk berperan mensosialisasikan di Masjid.

"Tapi warga mungkin sudah jenuh dengan situasi seperti ini," sesal Wakil Wali Kota.

Menurutnya, kebijakan ini dibuat tentunya dalam kondisi yang tidak nyaman terlebih  PPKM level 4 ini merupakan instruksi dari Pemerintah Pusat untuk Jawa dan Bali dimana pemerintah daerah harus melaksanakan sesuai aturan, jika tidak maka Pemda sendiri akan disanksi.

"Kalau warga ingin merelaksasi kebijakan tersebut, mari kita buat kasus ini menurun artinya harus ada pola lain untuk melakukan sosialisasi kepada warga karena saat ini waktunya kita bersatu menghadapi pandemi secara bersama-sama, nantinya akan ada aturan yang dapat merelaksasi kebijakan tersebut selama grafik kasus menurun," imbaunya.

Untuk itu, sebagai upaya penekanan kasus Pemkot Banjar juga bersama Forkopimda terus melakukan vaksinasi untuk segera mewujudkan herd immmunity bagi warga.

"Vaksin sekarang bisa diberikan di hari Sabtu dan Minggu di polres. Itu salah satu upaya bagi pekerja yang terkendala waktu untuk mengikuti vaksin agar bisa dilakukan di saat libur," katanya.

Sementara terkait penindakan PPKM darurat bagi pelanggar, Kajari Banjar Ade Hermawan, SH, MH dalam audensi tersebut mengungkapkan bahwa saat ini tingkat kematian di Kota Banjar 16 persen menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia dengan disesuaikan jumlah penduduk sekitar 200 ribuan sementara untuk tingkat kesembuhan akibat Covid masih terbilang rendah.

Hal tersebut perlu disikapi serius oleh pemerintah dengan berupaya menekan kembali kasus lonjakan Covid di Kota Banjar dan salah satunya melalui penindakan bagi para pelanggar prokes.

"Kota Banjar tidak melakukan lockdown tapi hanya pembatasan melalui PPKM level 4 di mana masih ada kelonggaran untuk warga melakukan aktivitas ekonomi, sehingga untuk saat ini tidak diterapkan UU kekarantinaan karena UU tersebut berlaku bagi pemerintah yang menerapkan lockdown," jabarnya.

Sementara untuk Perda yang digunakan provinsi Jawa Barat berlaku di seluruh wilayah Jawa Barat dimana dalam ketentuan tersebut ada sanksi pidana yang memuat mengenai minimum denda atau sanksi kurungan bagi pelanggar prokes demi memberikan efek jera bagi warga yang tak mematuhi aturan PPKM demi mengakhiri pandemi.

"Hukum positif yang berlaku d negara kita seperti itu. Khusus di Kota Banjar, hakim  diberi kewenangan untuk memberikan keputusan dengan adanya doktrin bahwa hakim bukanlah corong dari UU jadi hakim bisa keluar dari batasan minimum UU tersebut untuk menerapkan denda yang disesuaikan dengan rasa keadilan," urainya.

Kajari menilai bahwa hukum itu subjektif dengan menganalogikan terhadap sebuah kasus kekerasan sebagai contohnya.

"Bagi korban pasti tentu menuntut aggmar pelaku kekerasan di hukum seberat-beratnya, sebaliknya begitu pula dengan pelaku kekerasan memohin agar bisa di hukum seringan-ringannya," cetusnya.

Adapun denda penindakan dari para pelanggar, Kajari Kota Banjar menjelaskan bahwa uang denda pidana tersebut masuk ke kas negara yang nantinya disetorkan ke Penerimaan Negara Bukan pajak atau PNBP. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Fraksi PKB DPRD Bangkalan Siap Perjuangkan Raperda Pendanaan Pesantren
    Fraksi PKB DPRD Bangkalan Siap Perjuangkan Raperda Pendanaan Pesantren
    16/09/2021 - 17:51
  • Bupati Indramayu Tegaskan Tidak akan Ada Jual Beli Jabatan
    Bupati Indramayu Tegaskan Tidak akan Ada Jual Beli Jabatan
    16/09/2021 - 17:48
  • Diskusi KPK Tentang Jual Beli Jabatan, Bupati Indramayu: Kami Komitmen Jalankan Reformasi Birokrasi
    Diskusi KPK Tentang Jual Beli Jabatan, Bupati Indramayu: Kami Komitmen Jalankan Reformasi Birokrasi
    16/09/2021 - 17:44
  • Disdukcapil Surabaya Rilis Lontong Kupang, Apa Fungsinya?
    Disdukcapil Surabaya Rilis Lontong Kupang, Apa Fungsinya?
    16/09/2021 - 17:40
  • Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi dan Promosi Jabatan 150 Pati TNI
    Panglima TNI Kembali Lakukan Mutasi dan Promosi Jabatan 150 Pati TNI
    16/09/2021 - 17:33

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Vonis dan ”Vonis”
    Vonis dan ”Vonis”
    16/09/2021 - 13:15
  • Bang Zul dan Facebook
    Bang Zul dan Facebook
    16/09/2021 - 11:41
  • Politik Kehadiran
    Politik Kehadiran
    16/09/2021 - 08:45
  • Universitas Hindu Negeri: Toleransi dan Keberanian Menag
    Universitas Hindu Negeri: Toleransi dan Keberanian Menag
    16/09/2021 - 07:04
  • Gaya Kepemimpinan Anies Baswedan dan Peluangnya di Pilpres 2024
    Gaya Kepemimpinan Anies Baswedan dan Peluangnya di Pilpres 2024
    15/09/2021 - 17:18
  • JABAR (Juara) di Korupsi?
    JABAR (Juara) di Korupsi?
    15/09/2021 - 16:44
  • Membangun SMA Rasa SMK
    Membangun SMA Rasa SMK
    15/09/2021 - 15:22
  • Pandemi dan Perjuangan Difabel
    Pandemi dan Perjuangan Difabel
    15/09/2021 - 14:36

KULINER

  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10
  • Seru! Ngopi di Manis Ae Coffee and Space Bisa Buat Kopi Sendiri
    Seru! Ngopi di Manis Ae Coffee and Space Bisa Buat Kopi Sendiri
    13/09/2021 - 01:12