Peristiwa Nasional MPR Rumah Kebangsaan

HNW: Peringatan Hari Anak jangan Hanya Seremonial

Jumat, 23 Juli 2021 - 22:04 | 21.64k
HNW: Peringatan Hari Anak jangan Hanya Seremonial
ILUSTRASI - Anak sedang bermain. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)
FOKUS

MPR Rumah Kebangsaan

Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, turut memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli.

Dalam memperingati  Hari Anak Nasional, itu Hidayat mengingatkan agar tidak hanya seremonial. Dalam memperingati Hari Anak, semestinya Negara meningkatkan keberpihakan pada anak Indonesia. Antara lain  melalui penguatan  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Baik status juga kewenangan agar setara dengan Kementerian lain seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga. Termasuk  menambahkan anggaran untuk KemenPPPA. 

HNW mengaku prihatin atas minimnya kewenangan dan anggaran yang diterima oleh KemenPPPA, di tengah banyak masalah yang menimpa anak Indonesia, baik sebelum pandemi maupun di masa pandemi covid-19. Pada RAPBN 2022 misalnya, KemenPPPA hanya menerima pagu indikatif sebesar Rp 252 Miliar, konsisten mengalami penurunan dari anggaran tahun 2021 sebesar Rp 264,9 Miliar dan tahun 2020 sebesar Rp 273 Miliar. Dari peta anggaran yang terus berkurang, ini menandakan belum adanya keseriusan berpihak kepada nasib anak-anak  Indonesia. 

Peningkatan keberpihakan kepada anak,  itu sangat penting, karena kondisi anak-anak Indonesia sangat memprihatinkan. Apalagi di masa pandemi covid-19 di mana anak Indonesia dilaporkan menjadi korban besar, baik secara tak langsung karena terdampaknya orang tua mereka oleh covid-19, maupun secara langsung, yang menurut laporan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) tingkat kematian anak-anak di Indonesia akibat covid-19 pernah menduduki rangking tertinggi di dunia.

“Kita peringati Hari Anak Nasional 2021 dengan mendorong Pemerintah lebih konkret berpihak kepada anak-anak Indonesia. Dan lebih berempati dalam merespons permasalahan yang menimpa anak-anak. Apalagi di tengah wabah covid-19. Untuk itu Pemerintah antara lain harus meningkatkan status, kewenangan, dan anggaran untuk Kementerian yang secara khusus diadakan untuk Anak-anak. Yaitu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Jangan malah terus-terusan dipangkas yang membuat kewenangannya tak efektif bisa dilaksanakan, dan perlindungan terhadap perbaikan kondisi Anak Indonesia juga tak bisa diwujudkan,” kata Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/7/2021).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menjelaskan, setidaknya ada enam masalah yang dialami anak-anak di Indonesia. Berdasarkan Profil Anak Indonesia tahun 2020, 11,77% anak hidup di bawah garis kemiskinan, 14% anak belum memiliki akta kelahiran, rata-rata lama sekolah anak masih di bawah 9 tahun, angka stunting sebesar 27,67%, 4,82% anak tidak tinggal dengan orang tuanya, dan angka partisipasi kasar PAUD yang sangat rendah di angka 41,8%.

Indeks Perlindungan Anak Indonesia juga rendah di angka 66,26 dari 100, menandakan masih sangat banyak anak yang tidak terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan. Angka prevalensi kekerasan pada anak juga tinggi mencapai 61%. Artinya 6 dari 10 anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan, di mana kekerasan terbanyak adalah kekerasan seksual.Selain ancaman tersebut, anak-anak Indonesia juga rentan tertular covid-19, di mana 1 dari 8 kasus konfirmasi Covid-19 terjadi pada anak-anak, dengan tingkat kematian mencapai 3% - 5%. 

“Oleh karena itu perlu keberpihakan serius dari Pemerintah antara lain melalui Penguatan kewenangan, peran dan anggaran bagi KemenPPPA. Dan peningkatan jenis serta cakupan program untuk mengatasi berbagai persoalan pada anak tersebut,” ujarnya.

Sayangnya, politisi yang akrab disapa HNW ini menjelaskan, capaian program untuk anak di Indonesia masih belum maksimal. Misalnya, Kabupaten/Kota Layak Anak di Indonesia baru berjumlah 247 atau sebesar 48% dari seluruh Kabupaten/Kota. itu pun sebagian besar baru berada di level terbawah dalam kategori layak anak. Dalam memerangi kekerasan anak, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) baru menjangkau 29 provinsi dan 124 Kabupaten/Kota. UPTD PPA di Kab/Kota yang telah terbentuk pun mengalami keterbatasan dalam hal SDM Profesional serta sarana dan prasarana. Anggaran Pemenuhan Hak Anak, Perlindungan Khusus Anak, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang hanya sebesar Rp 60 Miliar setahun tentu tidak akan cukup untuk meningkatkan secara agresif cakupan program-program tersebut.

“Oleh karena itu, sudah sejak lama, saya sampaikan usulan dalam Raker antara Komisi VIII DPR dengan Menteri PPPA, untuk meningkatkan status, kewenangan dan anggaran bagi KemenPPPA. Sebagaimana kembali kami sangat mendukung usulan KemenPPPA yang juga sudah disampaikan ke Komisi VIII DPR-RI (3/6/2021) terkait tambahan anggaran sebesar Rp 24 Miliar dan DAK Non Fisik sebesar Rp 128,2 Miliar dalam rangka semakin meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak di Indonesia. Sayang, kenaikan anggaran yang belum memadai untuk menyelesaikan permasalahan Anak Indonesia itupun belum juga disetujui oleh Pemerintah. Semoga momentum peringatan Hari Anak Nasional tahun ini, dengan memahami banyaknya masalah yang mendera Anak-anak Indonesia seperti disebut di atas, bisa mendorong Presiden dan Menteri Keuangan untuk mewujudkan keberpihakan yang kongkret dengan dukungan mewujudkan usulan penguatan kewenangan dan anggaran untuk KemenPPPA tersebut,” ucapnya. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Konstruksi Jembatan Wai Kaka Selesai, Kementerian PUPR RI Lakukan Uji Beban
    Konstruksi Jembatan Wai Kaka Selesai, Kementerian PUPR RI Lakukan Uji Beban
    16/09/2021 - 21:28
  • Ariston Umumkan Kemitraan dengan Official Regional Partner Juventus
    Ariston Umumkan Kemitraan dengan Official Regional Partner Juventus
    16/09/2021 - 21:14
  • Pemkab Majalengka Minta Setiap Kantor untuk Memanfaatkan Produk Lokal
    Pemkab Majalengka Minta Setiap Kantor untuk Memanfaatkan Produk Lokal
    16/09/2021 - 21:00
  • Melalui Ruang Pintar Pelangi Mekaar, PNM Madiun Fasilitasi Siswa Belajar Daring
    Melalui Ruang Pintar Pelangi Mekaar, PNM Madiun Fasilitasi Siswa Belajar Daring
    16/09/2021 - 20:53
  • Menag Intensifkan Gerakan Maskerisasi Pada Acara Keagamaan
    Menag Intensifkan Gerakan Maskerisasi Pada Acara Keagamaan
    16/09/2021 - 20:46

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Virus Anakronik di Pendidikan Tinggi
    Virus Anakronik di Pendidikan Tinggi
    16/09/2021 - 19:51
  • Vonis dan ”Vonis”
    Vonis dan ”Vonis”
    16/09/2021 - 13:15
  • Bang Zul dan Facebook
    Bang Zul dan Facebook
    16/09/2021 - 11:41
  • Politik Kehadiran
    Politik Kehadiran
    16/09/2021 - 08:45
  • Universitas Hindu Negeri: Toleransi dan Keberanian Menag
    Universitas Hindu Negeri: Toleransi dan Keberanian Menag
    16/09/2021 - 07:04
  • Gaya Kepemimpinan Anies Baswedan dan Peluangnya di Pilpres 2024
    Gaya Kepemimpinan Anies Baswedan dan Peluangnya di Pilpres 2024
    15/09/2021 - 17:18
  • JABAR (Juara) di Korupsi?
    JABAR (Juara) di Korupsi?
    15/09/2021 - 16:44
  • Membangun SMA Rasa SMK
    Membangun SMA Rasa SMK
    15/09/2021 - 15:22

KULINER

  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16
  • Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    Ikan Nilem Telor Sultan, Curi Perhatian Pecinta Pepes Ikan di Tasikmalaya
    15/09/2021 - 00:14
  • Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    Mexchicken Hadirkan Ayam Bercita Rasa Khas Bali
    14/09/2021 - 21:16
  • Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    Roti Ganjel Rel, Riwayatmu Dulu dan Kini
    14/09/2021 - 08:10
  • Seru! Ngopi di Manis Ae Coffee and Space Bisa Buat Kopi Sendiri
    Seru! Ngopi di Manis Ae Coffee and Space Bisa Buat Kopi Sendiri
    13/09/2021 - 01:12