Kopi TIMES

Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Jumat, 23 Juli 2021 - 05:34 | 48.22k
Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Hayyan Ahmad Ulul Albab, Mahasiswa Progam Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, MALANG – Seorang anak yang memiliki gangguan autis akan mengalami kesulitan dalam beberapa kegiatan. Ketidakmampuan tersebut seperti berinteraksi sosial, berkomunikasi sosial kemudian berimajinasi.

Pengertian lain menyebutkan autis merupakan gangguan yang berasal dari otak seseorang yang akan mempengaruhi perkembangan individu dalam melakukan suatu kegiatan atau dalam melakukan pembelajaran.

Kegiatan yang mengalami gangguan itu meliputi pemahaman bahasa, cara bermain, cara berkomunikasi dengan lawan

Gejala yang tampak pada siswa autis akan bisa semakin jelas dilihat saat siswa autis berusia tiga tahun. Gejala yang terlihat pada diri siswa autis berupa ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara verbal maupun non verbal atau biasa dikenal dengan terlambat berbicara. Lalu ketidakmampuan siswa dalam berinteraksi sosial dengan orang lain seperti tidak ada tatapan mata kepada lawan bicara, ketidakmampuan siswa autis untuk berperilaku sesuai dengan yang lainnya, biasanya siswa autis berperilaku secara berlebihan atau sama sekali tidak menunjukkan respon ketika diberikan suatu stimulus seperti memandang sesuatu dengan pandangan kosong.

Keempat ketidakmampuan siswa dalam mengendalikan emosi atau perasaan, seperti tiba-tiba tertawa atau berbicara atau marah-maran tanpa bisa terkontrol dan tanpa sebab yang jelas. Gejala-gejala tersebut ketika di tarik benang merah akan muncul tiga masalah umum yang biasa dialami oleh siswa autis.

Masalah itu biasanya muncul dalam suatu situasi, seperti sulit dalam memahami lingkungan, sulit dalam mengontrol perilaku dan sulit dalam mengendalikan emosi.

Problem-problem siswa autis di atas juga ditemukan di Unit Pelaksana Teknis Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Kota Malang (UPT LP ABK Kota Malang). Siswa di sekolah ini mempunyai karakteristik tertentu yang mempunyai perbedaan dengan anak normal lainnya.

Perbedaannya dengan anak normal bisa terletak pada fisik, mental, intelektual, sosial, dan emosional, maka dari itu pembelajarannya memerlukan pelayanan khusus. Layanan untuk anak berkebutuhan khusus diberikan kepada siswa yang memiliki karakteristik seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita/idiot, tunadaksa/cacat tubuh, tunalaras/ cacat suara dan nada.

UPT LP ABK Kota Malang ini menerima hanya untuk siswa autis. Proses screening dilakukan oleh sekolah saat siswa mendapatkan antrian untuk masuk. Tahapan screening akan dilakukan oleh 3 orang terapis di ruangan psikomotorik.

Kegiatan yang dilakukan saat screening siswa, seperti mewarnai, bermain lempar bola dan bermain mandiri sambal para terapis melihat kategori apa yang dimiliki siswa itu. Ketika siswa menunjukkan kategori autis maka ia berhak masuk dan mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Melalui problematika tersebut Hayyan Ahmad Ulul Albab, mahasiswa progam Doktor Pendidika Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang melakukan penelitian terkait model pembelajaran pendidikan agama Islam yang lebih difokuskan bagi para anak berkebutuhan kusus yang ada di UPT LP ABK Kota Malang.

Observasi awal yang telah dilakukan mendapati bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilaksanakan oleh para guru dengan cara memperhatikan secara khusus kondisi apa yang dialami oleh siswa autis.

Problem yang dihadapi oleh guru PAI berupa kondisi siswa autis, kadang kala mereka tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya atau mereka kurang dapat menangkap pemahaman dari gurunya dikarenakan keterbatasan yang dimiliki oleh siswa autis.

Bapak Rido selaku Humas di sana mengatakan bahwa ketika mengajar siswa autis kami akan memodifikasi materi pembelajaran yang akan diberikan kepada para siswa autis. Proses memodifikasi materi pembelajaran dilaksanakan supaya siswa autis bisa lebih memahami materi apa yang sudah mereka baca atau pelajari karena kendala yang sering dihadapi oleh siswa autis yaitu kurangnya proses memahami sesuatu secara cepat dan ketika materi itu diajarkan sedikit demi sedikit maka kedepannya mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

Kendala lain adanya perbedaan antara kurikulum ABK yang terlalu tinggi jika diterapkan kepada siswa autis. Perlakuan khusus akan diberikan kepada siswa autis ketika guru akan mengajarkan suatu mata pelajaran. Perlakuan yang diberikan guru berupa memodifikasi materi ajar agar sesuai dengan kemampuan siswa autis.

Proses pengajaran yang disesuaikan dengan kondisi tersebut bertolak belakang dengan kurikulum yang dipakai. Kurikulum ABK ketika diterapkan akan sangat memberatkan bagi siswa autis maka para guru harus memodifikasi materi seringan mungkin ketika akan diajarkan kepada siswa autis.

Pekerjaan dua kali akan dilaksanakan oleh guru ABK yaitu memodifikasi materi agar sesuai dengan kemampuan siswa autis dan membuat laporan semester atau laporan tahunan yang disesuaikan dengan kurikulum ABK di mana secara nyata kurikulum tersebut ketika diterapkan akan bersifat terlalu tinggi.

Untuk itu, beberapa model pembelajaran untuk siswa autis diantaranya, program terapi khusus untuk mengurangi kendala siswa autis, bentuk terapi tersebut bisa dilakukan di rumah atau terapi sekaligus belajar yang dilaksanakan di rumah.

Model pembelajaran lain dengan cara bimbingan one on one, pembelajaran ini menitikberatkan pada pemahaman konsep dasar dan belajar secara bertahap untuk bisa mengikuti suatu aturan yang tidak tertulis agar siswa autis bisa bersosialisasi dengan teman-temannya.

Model lain diletakkan dalam kelas yang semua pesertanya merupakan siswa autis. Proses pembelajaran di kelas mereka dibimbing untuk mengikuti suatu perintah khusus yang bisa dipahami oleh beberapa kelompok siswa dimana dalam satu kelas di isi oleh kelompok kecil yang beranggotakan 3 siswa.

Model lain mengkhususkan kepada siswa autis yang bisa merespon perkataan gurunya. Respon lain yang bisa dilaksanakan oleh siswa yaitu berminat pada suatu alat permainan, atau proses merespon pembicaraan atau perilaku sosial antar teman dalam satu kelas meskipun keduanya memiliki gangguan dalam berkomunikasi.

Model terakhir yaitu siswa yang berada dalam kelas campuran. Kelas ini diisi oleh campuran anak berkebutuhan khusus (ABK) dan anak autis. Percampuran ini bertujuan untuk membangun komunikasi sosial antar teman sehingga siswa campuran ini salah satunya bisa menyuruh, bertanya, berputar-putar atau berlari agar salah satu dari siswa ini bisa merespon tindakan temannya dan hal ini baik diterapkan kepada siswa autis.

Selain itu, dasar pelaksanaan pembelajaran PAI pada siswa autis mempunyai dua jawaban terpenuhi dan belum terpenuhi. Dasar pelaksanaan pembelajaran PAI yang mempunyai jawaban terpenuhi dikarenakan sarana, prasarana dan hak bagi penyandang disabilitas sudah diberikan secara baik oleh UPT Layanan Pendidikan ABK Kota malang kepada para siswa autis.

Sementara itu jawaban belum terpenuhi mengandung arti bahwa hak pembelajaran agama Islam siswa autis masih dalam taraf pembiasaan seperti, pembiasaan salat, pembiasaan berperilaku baik dan pembiasaan aktivitas sosial di sekitar rumah siswa autis.

Semua pembiasaan tadi akan berjalan sesuai rencana jika kognitif siswa semakin hari semakin berkembang jika tidak maka guru dan orang tua akan selalu berusaha dan terus melakukan pembiasaan agar para siswa autis kelak bisa melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan yang merupakan hasil dari pemikirannya sendiri dengan melalui pembiasaan yang telah diajarkan oleh guru dan orang tua.

Makna pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa autis mempunyai arti bahwa siswa autis bisa mengikuti kegiatan sosial keagamaan yang ada di tempat tinggalnya.

Model pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Autis mempunyai ciri-ciri berikut ini, Pertama pendekatan pembelajaran PAI lebih condong pada pendekatan yang berpusat pada guru dengan persentase 80 persen dengan 20 persennya guru menggunakan pendekatan yang terpusat pada siswa. Kedua menggunakan strategi pembelajaran langsung.

Ketiga metode pembelajaran PAI bisa menggunakan Ceramah, Menjelaskan, Tanya Jawab, Diskusi, Praktek, Presentasi, Tutorial, Sekuel, dan Social Story yang kesemua metode tersebut dibantu dengan media visual support, audio support dan bantuan langsung jika siswa mengalami kesulitan.

Keempat Teknik pembelajaran PAI dengan cara memetakan pembelajaran di papan tulis yang dibantu dengan media visual support kemudian dilanjutkan dengan praktik.

Kelima taktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam paling mendasar diajarkan kepada siswa autis oleh guru yang beragama Islam dan nilai tambah akan disematkan kepada guru yang mempunyai dasar pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan didampingi kemampua penanganan anak berkebutuhan khusus.

Berdsarkan model diatas dapat disimpulkan bahwa aspek belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Autis mempunyai 3 ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tahapan kognitif mempunyai urutan mengingat, memahami, menerapkan dan tertinggi mengevaluasi.

Tahapan afektif mempunyai urutan penerimaan, penanggapan, penghargaan (target tiap siswa) dan pengecualian untuk siswa autis pintar dalam 1 hal akan masuk urutan penjati dirian. Tahapan Psikomotorik berurutan dari persepsi, kesiapan, respon kompleks sampai penyesuaian. (*)



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Gunung Raung Kembali Keluarkan Asap Putih dari Kawah
    Gunung Raung Kembali Keluarkan Asap Putih dari Kawah
    24/09/2021 - 09:40
  • Optimalkan Layanan, PDAM Sleman Jaga Pasokan Air Bersih
    Optimalkan Layanan, PDAM Sleman Jaga Pasokan Air Bersih
    24/09/2021 - 09:31
  • [CEK FAKTA] Salah, Orang Kristen di Afghanistan Diikat dalam Plastik
    [CEK FAKTA] Salah, Orang Kristen di Afghanistan Diikat dalam Plastik
    24/09/2021 - 09:22
  • Hari Tani Nasional, Mahasiswa Tasikmalaya Dorong DPRD Raperda LP2B
    Hari Tani Nasional, Mahasiswa Tasikmalaya Dorong DPRD Raperda LP2B
    24/09/2021 - 09:06
  • Pejabat Indonesia Melakukan Korupsi Setelah Bersumpah
    Pejabat Indonesia Melakukan Korupsi Setelah Bersumpah "Demi Allah"
    24/09/2021 - 08:57

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25
  • Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    19/09/2021 - 16:30
  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35

KULINER

  • Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    23/09/2021 - 16:30
  • Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    23/09/2021 - 01:33
  • Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    20/09/2021 - 05:30
  • Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    20/09/2021 - 01:25
  • 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    19/09/2021 - 14:50