Peristiwa Nasional PPKM Darurat

Pelonggaran PPKM Dimulai 26 Juli, Satgas Covid-19: Bukan Dihapus

Kamis, 22 Juli 2021 - 22:21 | 40.84k
Pelonggaran PPKM Dimulai 26 Juli, Satgas Covid-19: Bukan Dihapus
Juru bicara, Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (Foto: dokumen Satgas Covid-19)
FOKUS

PPKM Darurat

Pewarta: | Editor: Imadudin Muhammad

TIMESINDONESIA, JAKARTASatgas Penanganan Covid-19 telah mewacanakan relaksasi atau pengenduran PPKM pada 26 Juli 2021, jika tren kasus Covid-19 menurun. Relaksasi PPKM ini bukan berarti menghapus pembatasan seperti sebelum pandemi Corona.

"Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah terus memantau penerapan kebijakan PPKM darurat yang telah berlangsung sejak 3 Juli 2021 lalu. Jika tren kasus Covid-19 mengalami penurunan, maka akan dilakukan relaksasi penerapan PPKM darurat, akan dilakukan secara bertahap mulai tanggal 26 Juli 2021," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/7/2021).

Wiku menjelaskan, penetapan relaksasi pembatasan mobilitas masyarakat tidak memiliki standar baku dunia. Bentuk relaksasi antara satu negara dan negara lain pun beragam, dari standar jaga jarak, penggunaan masker, pembukaan sektor sosial yang spesifik pada sub populasi tertentu.

Ia menjelaskan rencana relaksasi terdekat, pemerintah telah menetapkan kapasitas serta jam operasional usaha mikro masyarakat sebagai populasi yang paling terdampak akibat pengetatan ini. 

"Sedangkan operasional di sektor lainnya akan diatur secara terpisah," ungkap Wiku.

Wiku menambahkan relaksasi yang diwacanakan akhir Juli ini sesuai dengan penetapan WHO. Pertimbangan pertama, yaitu perhitungan tren kasus dan indikator epidemiologis lainnya, di mana angka keterisian tempat tidur dan penambahan kasus positif harian yang terus mengalami penurunan, serta menetapkan prasyarat pelonggaran dengan melihat perkembangan kasus ke depan.

"Kedua, yaitu kapasitas manajemen sistem kesehatan dua arah, melingkupi penguatan fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta, yaitu dengan upaya konversi tempat tidur, pembangunan rumah sakit darurat dan lapangan, maupun kemitraan dengan penyedia jasa telemedisin,"

"Yang ketiga, aspirasi dan prilaku masyarakat, yaitu nampak adanya tren penurunan mobilitas serta keluhan masyarakat untuk segera merelaksasi pembatasan yang cukup ketat selama 1 bulan terakhir. Dan yang keempat dampak sosial-ekonomi, khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah dan usaha mikro," imbuhnya.

Namun Satgas mengingatkan relaksasi bukan menghilangkan pembatasan. Wiku meminta seluruh elemen masyarakat tetap waspada serta mematuhi peraturan yang ada.

"Perlu diingat bahwa melakukan relaksasi bukan berarti menghapus pembatasan layaknya kembali ke masa awal sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Akan tetapi secara bertahap dan hati-hati menuju kehidupan normal yang baru, sekaligus bersiap jika memang perlu dilakukan pengetatan kembali," terang Wiku.

Wiku menyampaikan, sesuai riwayat alamnya Covid-19, pada umumnya, evaluasi pelonggaran PPKM  bisa diamati setelah hari ke 10-ke 14. Oleh karena itu, Satgas Penanganan Covid-19, meminta  kepada masyarakat agar untuk tetap waspada agar kondisi tetap terkendali dan relaksasi dapat dilakukan dengan baik.(*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Bangun Sinergitas: TNI Polri dan BEM Universitas Siliwangi Gelar Serbuan Vaksinasi Merdeka
    Bangun Sinergitas: TNI Polri dan BEM Universitas Siliwangi Gelar Serbuan Vaksinasi Merdeka
    22/09/2021 - 22:07
  • Kabar Gembira! Ambil Paspor di Kantor Imigrasi Malang Tak Sampai 5 Menit
    Kabar Gembira! Ambil Paspor di Kantor Imigrasi Malang Tak Sampai 5 Menit
    22/09/2021 - 22:02
  • Kasus Covid-19 di Indonesia Melandai, Strategi di Gelombang 3 Digencarkan
    Kasus Covid-19 di Indonesia Melandai, Strategi di Gelombang 3 Digencarkan
    22/09/2021 - 21:56
  • Plh Bupati Banjarnegara Ajak Manfaatkan Medsos untuk Bela Negara
    Plh Bupati Banjarnegara Ajak Manfaatkan Medsos untuk Bela Negara
    22/09/2021 - 21:45
  • Bupati Malang Sambat Masalah Pehutani dan Jalan Tol Malang-Kepanjen ke Komisi V DPR RI
    Bupati Malang Sambat Masalah Pehutani dan Jalan Tol Malang-Kepanjen ke Komisi V DPR RI
    22/09/2021 - 21:39

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25
  • Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    Sinergi Pelaku Pengadaan Publik Berkelanjutan Pasca Covid-19
    19/09/2021 - 16:30
  • Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    Mengenal Gagal Jantung, Sebuah Kondisi Akhir dari Penyakit Jantung
    18/09/2021 - 15:35

KULINER

  • Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    20/09/2021 - 05:30
  • Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    20/09/2021 - 01:25
  • 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    19/09/2021 - 14:50
  • Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    Kopi Degan, Sensasi Dua Rasa
    18/09/2021 - 15:11
  • Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    Lezatnya Laksa Khas Cibinong ala Rumah Makan Omah Oong Ciriung
    15/09/2021 - 15:16