Peristiwa Nasional Fakta atau Hoaks

[CEK FAKTA] Penerima Vaksin Covid-19 Akan Mati dalam 2 Tahun

Rabu, 21 Juli 2021 - 17:12 | 118.65k
[CEK FAKTA] Penerima Vaksin Covid-19 Akan Mati dalam 2 Tahun
Informasi tentang penerima vaksin akan meninggal dunia dalam dua tahun beredar di WhatsApp.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Informasi tentang penerima vaksin akan meninggal dunia dalam dua tahun tersebar melalui media sosial, WhatsApps Grup. Informasi ini tersebar secara berantai dengan menyertai tautan www.lifesitenews.com merujuk pada sebuah berita berjudul Nobel Prize winner: Mass COVID vaccination an ‘unacceptable mistake’.

Dalam pesan itu, disebutkan bahwa semua orang yang divaksinasi akan mati dalam dua tahun dan tidak ada pengobatan bagi mereka yang telah divaksin. Informasi tersebut berdasarkan pernyataan dari ahli virologi sekaligus penerima hadiah Nobel bernama Luc Montagnier yang dikutip dari berita tersebut.

Berikut narasi pesan yang tersebar secara berantai melalui pesan WhatsApps Grup:

Nobel Prize winner: Mass COVID vaccination an ‘unacceptable mistake’
www.lifesitenews.com

BREAKING NEWS: Semua orang yang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun

Pemenang Hadiah Nobel Luc Montagnier telah mengonfirmasi bahwa tidak ada kesempatan untuk bertahan hidup bagi orang-orang yang telah menerima segala bentuk vaksin. Dalam wawancara yang mengejutkan, ahli virologi top dunia menyatakan dengan kosong: “tidak ada harapan, dan tidak ada pengobatan yang mungkin bagi mereka yang telah divaksinasi. Kita harus siap untuk membakar mayat.”

Jenius ilmiah mendukung klaim ahli virologi terkemuka lainnya setelah mempelajari konstituen vaksin.

“Mereka semua akan mati karena peningkatan yang bergantung pada antibodi. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan.”

cek fakta Penerima Vaksin Covid 2Sumber: Tangkapan layar WhatsApp

CEK FAKTA 

Hasil penelusuran TIMES Indonesia informasi terkait penerima vaksin akan meninggal dunia dalam dua tahun merupakan informasi hoaks. Sebab, informasi yang tersebar melalui WhatsApp secara berantai tersebut bukan fakta yang sebenarnya. Tidak ada bukti yang mendukung informasi ini.

Menurut penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia, melalui mesin pencari ditemukan bahwa informasi ini tidak benar. Tidak ada penyataan dari ahli virologi dan peraih hadiah Nobel bidang Kedokteran dan Fisiologi asal Prancis, Luc Montagnier, dalam berita yang dilampirkan pada pesan WhatsApp itu.

“Secondly, Montagnier did not say that everyone who received experimental COVID-19 vaccines would “all die” within two years. This quote was falsely attributed to him in a fake news meme that has been widely distributed.”

“Kedua, Mogtagnier tidak mengatakan bahwa setiap orang yang menerima vaksin eksperimental Covid-19 akan “mati semuanya” dalam dua tahun. Kutipan itu secara keliru dikaitkan dengannya dalam meme berita palsu yang telah beredar secara luas,” ungkap Celeste McGovern, penulis berita yang terbit pada 19 Mei 2021 itu.

cek fakta Penerima Vaksin Covid 3Sumber: Nobel Prize winner: Mass COVID vaccination an ‘unacceptable mistake’ | Life Site

Dalam pesan tersebut Montagnier juga menyatakan vaksinasi massal melawan Covid-19 menyebabkan terciptanya varian virus berbahaya yang mendorong kepada kematian. Namun, pernyataan tersebut telah dibantah oleh seorang profesor biokimia yang memimpin upaya pengurutan varian SARS CoV-2 di West Virginia, AS bernama Peter Stoilov, PhD. Mengutip dari healthline, ia menyatakan bahwa mutasi yang menentukan menentukan varian SARS-CoV-2 saat ini muncul sebelum vaksin dibuat atau tersedia secara luas.

“Kami tidak melihat apa-apa tentang itu. Faktanya, kami melihat yang sebaliknya. Di tempat-tempat dengan tingkat vaksinasi tinggi, jumlah kasus dan kematian menurun; keragaman virus terbatas pada beberapa (satu sampai tiga) varian; dan, sejauh ini, tidak ada varian baru yang muncul di antara populasi yang divaksinasi,” ujar Stoilov dalam artikel berjudul “No, COVID-19 Vaccines Do Not Cause New Coronavirus Variants” (2/6/2021).

cek fakta Penerima Vaksin Covid 4Sumber: No, COVID-19 Vaccines Do Not Cause New Coronavirus Variants | Healthlne

World Health Organization (WHO) menjelaskan, vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus Corona asli bermutasi menjadi varian baru. Hal yang menyebabkan virus Corona bermutasi adalah karena virus menyebar secara luas dalam populasi yang besar, serta menginfeksi banyak orang.

“Semakin banyak peluang yang dimiliki virus untuk menyebar, semakin banyak ia bereplikasi – dan semakin berpeluang untuk mengalami perubahan,” ungkap WHO. Lebih lanjut, dilansir dari Reuters, Dr. Robert Bollinger, seorang spesialis penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins menjelaskan kepada Reuters melalui email bahwa, dibandingkan orang yang tidak divaksin, orang yang sudah divaksin akan cenderung kebal terhadap infeksi virus Corona varian baru dan tidak berpotensi menyebarkan varian pula. 

cek fakta Penerima Vaksin Covid 5Sumber: The effects of virus variants on COVID-19 vaccines | WHO

Informasi tersebut juga telah ditelusuri jaringan tim Cek Fakta TIMES Indonesia, TurnBackHoax, yang menyebutkan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks.

cek fakta Penerima Vaksin Covid 6Sumber: [SALAH] Pernyataan “Semua orang yang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun” oleh Luc Montagnier | Turnbackhoax

KESIMPULAN

Menurut hasil penelusuran Tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi mengenai penerima vaksin akan meninggal dunia dalam dua tahun, merupakan informasi yang salah. Karena informasi ini tidak mencantumkan sumber resmi, dan belum ada data resmi ataupun riset terkait informasi ini.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tentang penerima vaksin akan meninggal dunia dalam dua tahun dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Konten ini dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: redaksi.timesmedia@gmail.com atau redaksi@timesindonesia.co.id (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Fakta atau hoaks?
Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini.

EKORAN

TERBARU

  • Get the Authentic Taste of Local Coffee at Koopen Malang
    Get the Authentic Taste of Local Coffee at Koopen Malang
    30/11/2021 - 02:27
  • DNT Cigar Buktikan Bisa Hasilkan Cerutu Berdaya Saing Global
    DNT Cigar Buktikan Bisa Hasilkan Cerutu Berdaya Saing Global
    30/11/2021 - 01:11
  • Kafe Janu Tasikmalaya, Best Outdoor Coffee Shop for Coffee Catch-ups
    Kafe Janu Tasikmalaya, Best Outdoor Coffee Shop for Coffee Catch-ups
    30/11/2021 - 00:37
  • MPR RI Bersama Pimpinan Kementerian/Lembaga Terima DIPA 2022 dari Presiden 
    MPR RI Bersama Pimpinan Kementerian/Lembaga Terima DIPA 2022 dari Presiden 
    29/11/2021 - 23:10
  • Jepang Juga Melarang Asing Masuk ke Negaranya Karena Kekhawatiran Omicron
    Jepang Juga Melarang Asing Masuk ke Negaranya Karena Kekhawatiran Omicron
    29/11/2021 - 23:03

TIMES TV

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

05/11/2021 - 09:44

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis
Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

Profesor Kopi : Malang Gudangnya Kopi Robusta

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    Nahdlatul Ulama Tidak Boleh Pecah 
    29/11/2021 - 17:16
  • Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    Terorisme dan Fundamentalisme Kemanusiaan
    29/11/2021 - 14:54
  • Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    Momen Hari Pahlawan: Berjiwa Heroik-Nasionalistik di Era Digital
    29/11/2021 - 07:37
  • Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan  NU sebagai Organisasi Umat
    Refleksi antar Konferensi PCNU: Menjadikan NU sebagai Organisasi Umat
    28/11/2021 - 09:53
  • Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    Mungkinkah Garuda Berganti Nama?
    27/11/2021 - 17:05
  • Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    Melawan Stigma Seksisme Wanita Karir
    27/11/2021 - 09:29
  • Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    Meningkatkan Profesionalisme Guru Melalui Penelitian
    27/11/2021 - 00:29
  • Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    Transisi Energi dan Memulihkan Keseimbangan Lingkungan Hidup
    26/11/2021 - 15:33

KULINER

  • Bakmi Pak Pendek Ponorogo, Kuliner Legendaris Langganan Pejabat
    Bakmi Pak Pendek Ponorogo, Kuliner Legendaris Langganan Pejabat
    29/11/2021 - 03:21
  • Saung Ma UTI Kota Banjar Tawarkan Menu Sunda di Alam Pedesaan Rejasari
    Saung Ma UTI Kota Banjar Tawarkan Menu Sunda di Alam Pedesaan Rejasari
    28/11/2021 - 01:16
  • Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    Cek Deretan Dessert Paling WOW di Ji Restaurant Canggu
    26/11/2021 - 04:44
  • Macarina, Cemilan Makaroni yang Nagih untuk Terus Disantap
    Macarina, Cemilan Makaroni yang Nagih untuk Terus Disantap
    24/11/2021 - 02:06
  • Quatro Coffee, Nyaman, Elegan dan Tenang untuk Pekerja Milenial
    Quatro Coffee, Nyaman, Elegan dan Tenang untuk Pekerja Milenial
    22/11/2021 - 13:04