Peristiwa Nasional

Terkait PMN kepada BUMN, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Kurang Peka 

Selasa, 20 Juli 2021 - 19:54 | 13.07k
Terkait PMN kepada BUMN, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Kurang Peka 
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. (foto: dok TIN)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan menyoroti persetujuan penyertaan modal negara (PMN) kepada 3 BUMN pada tahun 2021 dan 12 BUMN pada tahun 2022 dengan total Rp 106, 34 triliun.

Langkah pengajuan dan persetujuan PMN ini dipandang tidak bijak di tengah kesulitan rakyat dalam menghadapi pandemi covid-19.

“Bagaimana bisa pemerintah berbaik hati merealokasi uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk penanganan pandemi kepada beberapa BUMN yang jelas-jelas belum begitu mendesak,” ujar Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini.

Sebagaimana diketahui, dari 13 BUMN yang diajukan mendapat tambahan modal dari BUMN, ada beberapa BUMN yang nyaris setiap tahun mendapatkan suntikan modal dari negara. BUMN Karya, misalnya, jika digabung pada tahun 2021 dan 2022, maka Waskita Karya akan mendapatkan alokasi sebesar Rp 7,9 triliun, Hutama Karya sebesar Rp 50,35, dan Adhi Karya sejumlah Rp 2 triliun. Jika alokasi ketiga BUMN ini ditotal, maka negara harus mengucurkan dana sebesar Rp 60,26 triliun.

“Pemerintah memaksa diri untuk membiayai proyek yang skala keekonomiannya rendah di tengah penerimaan negara yang tertekan. Seharusnya pemerintah memiliki perencanaan yang matang dan terukur sehingga infrastruktur yang dibangun, selain berdampak nyata bagi ekonomi rakyat, juga ketahanan fiskal terjaga,” kata Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini.

Hal lain juga PMN pada Bank BNI dan Bank BTN masing-masing sejumlah Rp 7 triliun dan Rp 2 triliun, adalah langkah yang tidak elok dan mengabaikan sensitivitas publik pada masa pandemi ini. Sepanjang yang kita pahami, kedua bank pemerintah ini dalam kondisi yang baik-baik saja. Sehingga menjadi aneh jika keduanya diberikan PMN dengan dalih untuk pengembangan bisnis. Bahkan yang paling memprihatinkan, negara dipaksa untuk menalangi skandal Jiwasraya melalui skema injeksi modal pada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebesar Rp 2 triliun.

Lebih lanjut, politisi senior Partai Demokrat ini juga mengingatkan pemerintah bahwa APBN telah sangat tertekan. Hingga akhir Mei 2021, total utang Indonesia telah mencapai Rp 6,418 triliun, dengan rasio debt service terhadap penerimaan (DSR) sebesar 46,77 %, jauh di atas batas aman yang ditetapkan IMF sebesar 25-35 %. Di sisi lain, indikator kesinambungan fiskal juga telah berada di angka 4,27 %, yang seharusnya berada di bawah 0 %. Rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan juga telah mencapai angka 19,06 %, jauh di atas batas aman yang ditetapkan International Debt Relief sebesar 4,6-6,8 % dan IMF sebesar 7-10 %.

Sementara di sisi lain, dengan dampak pandemi yang semakin memberatkan rakyat, Presiden Jokowi sudah menegaskan mendahulukan penanganan Covid 19 dahulu dibanding ekonomi. Dengan kebijakan ekonomi tersebut menteri terkait sudah  menyalahi perintah Presiden sementara saat ini Pemerintah terlihat tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan sosial warganya. Padahal Pasal 55 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan tegas-tegas menyatakan pemerintah pusat bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya selama karantina wilayah. Hal inilah yang membuat publik bertanya, kebijakan pemerintah bersifat anomali dan paradoksal. Di satu sisi begitu mudahnya menggelontorkan dana PMN untuk BUMN, sementara abai dengan pemenuhan kebutuhan dasar warganya yang merupakan amanat undang-undang.

“Saya sangat heran kebijakan pemerintah dalam meminta PMN ini. Jika keuangan negara dalam kondisi yang sehat dan Indonesia tidak dilanda pandemi, barangkali hal ini masih harus didukung, namun di tengah situasi sulit ini, pemerintah rasanya tidak memiliki kepekaan sosial. Padahal banyak warga nya dimana mana  menjerit atas kebutuhan dasar hidupnya tidak dapat dipenuhi, dan ini yang harus dipenuhi oleh Pemerintah dari APBN sesuai dengan Undang-undang dan  diperlakukannya PKPM darurat," kata Syarif Hasan. (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • India dan Filipina Dilanda Banjir Karena Hujan Monsun
    India dan Filipina Dilanda Banjir Karena Hujan Monsun
    24/07/2021 - 23:35
  • Penerima Bansos di Banyuwangi Bertambah Lebih dari 3000 Warga
    Penerima Bansos di Banyuwangi Bertambah Lebih dari 3000 Warga
    24/07/2021 - 23:08
  • Penggunaan Lampu Buah Naga Banyuwangi Masuk Top 99 Sinovik Kemenpan RB
    Penggunaan Lampu Buah Naga Banyuwangi Masuk Top 99 Sinovik Kemenpan RB
    24/07/2021 - 22:47
  • DKPKP Pangandaran Catat Ikan Nila Tempati Produksi Tertinggi
    DKPKP Pangandaran Catat Ikan Nila Tempati Produksi Tertinggi
    24/07/2021 - 22:38
  • Patroli Simpatik Ciamis, Bagikan Sembako saat PPKM Level 4
    Patroli Simpatik Ciamis, Bagikan Sembako saat PPKM Level 4
    24/07/2021 - 22:30

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Demokrasi Ilusif Menghantui Indonesia
    Demokrasi Ilusif Menghantui Indonesia
    24/07/2021 - 17:07
  • Memberantas Kecerdasan
    Memberantas Kecerdasan
    24/07/2021 - 16:31
  • Energi Positif Lawan Corona
    Energi Positif Lawan Corona
    24/07/2021 - 15:43
  • Mengenal Sejarah dan Polemik Rokok
    Mengenal Sejarah dan Polemik Rokok
    24/07/2021 - 14:26
  • Rajin Melawan Pemanasan Global
    Rajin Melawan Pemanasan Global
    24/07/2021 - 13:40
  • Perlukah Pemerintah Menggandeng Primary Healthcare Swasta Dalam Penanganan Covid-19?
    Perlukah Pemerintah Menggandeng Primary Healthcare Swasta Dalam Penanganan Covid-19?
    24/07/2021 - 13:20
  • Nasionalisme Masyarakat Perbatasan Kalimantan Utara
    Nasionalisme Masyarakat Perbatasan Kalimantan Utara
    24/07/2021 - 12:48
  • Penanganan Pandemi, Literasi Data dan Pendidikan Kita
    Penanganan Pandemi, Literasi Data dan Pendidikan Kita
    24/07/2021 - 09:00

KULINER

  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27
  • Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    17/07/2021 - 09:22
  • Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    16/07/2021 - 12:43