Pendidikan

Tingkatkan Imunitas Tubuh di Masa Pandemi dengan Probiotik Komunitas 

Sabtu, 17 Juli 2021 - 12:00 | 35.43k
Tingkatkan Imunitas Tubuh di Masa Pandemi dengan Probiotik Komunitas 
Webinar “Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi dengan Probiotik Komunitas” Komisariat ITB-97.(FOTO: ITB for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Ahmad Sugriwa

TIMESINDONESIA, BANDUNGProbiotik Komunitas merupakan solusi sederhana, di mana hanya dengan mengkonsumsinya sudah mampu untuk memperkaya mikrobioma tubuh kita. Agar tubuh tetap sehat, maka mikrobioma di dalam tubuh juga harus dijaga supaya tetap beragam dan seimbang. 

Probiotik Komunitas mampu meningkatkan imunitas tubuh dan diyakini menjadi antivirus atau penawar virus Covid-19. 

Hal ini terungkap dalam webinar bertema “Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi dengan Probiotik Komunitas” yang digelar Komisariat ITB-97, Kamis (15/7/21) lalu.

Webinar Series #03 Komisariat ITB-97 ini enghadirkan beberapa pembicara seperti Dosen FKM UNAIR Dr.(cand) dr. Farid Lusno, M.Kes, Dosen Mikrobiologi FMIPA UNHAS juga Dosen S2 FK UNHAS Dr. Sulfahri, M.Si. Webinar juga dihadiri pembicara Basuki Rokhmad, owner dan founder PT BIOS Pro Siklus dan Produsen Biosyafa. 

Dosen Mikrobiologi FMIPA Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas),  juga Dosen S2 Fakultas Kedokteran Unhas, Dr. Sulfahri, M.Si menyampaikan, banyak faktor yang dapat menentukan imunitas kita, salah satunya adalah makanan dan juga pola hidup.  

Menurut Sulfahri makanan di sini penting karena sebagai sumber nutrisi. Sedangkan pola hidup termasuk didalamnya pola makan (apa yang dikonsumsi, kapan itu dikonsumsi dan berapa jumlah makanan yang dikonsumsi), pola olahraga, dan pola tidur.  

"Sesuai dengan hasil penelitian, salah satu makanan yang berpengaruh nyata untuk meningkatkan imunitas adalah madu dan herbal, serta makanan organik dan non GMO, juga Probiotik," jelas Sulfahri. 

Dalam Probiotik Komunitas, lanjut Fahri, ketiga makanan tersebut dijadikan satu kesatuan dan dilakukan suatu proses fermentasi dalam waktu yang cukup lama dengan menggunakan teknologi yang canggih.  

Sumber senyawa aktif yang dikandung madu dan herbal akan dipecah menjadi lebih kecil oleh bakteri menjadi ukuran partikel nano, sehingga lebih mudah diserap tubuh.  

"Sehingga bisa dikatakan jika kita mengkonsumsi Probiotik Komunitas, kita memakan senyawa aktif yang sudah dinanokan dan memakan bakteri hidup dalam jumlah yang melimpah," jelas Fahri.

Kenapa tubuh membutuhkan banyak bakteri? Karena menurut Fahri dalam tubuh ada sekitar 100 T bakteri dan 30 sd 40 T sel tubuh. Sehingga bakteri disebut juga sebagai organ keenam. 

Di samping itu, bakteri dalam tubuh dianggap penting karena merupakan penghasil senyawa aktif,  penghasil enzim pencernaan, penghasil protein, serta penghasil vitamin dan mineral. 

Fahri membeberkan, salah satu vitamin yang sedang viral terkait dengan covid ini adalah Vitamin D. Namun menurutnya anjuran untuk mengkonsumsi vitamin D dosis tinggi tidak akan efektif, jika bakteri dalam tubuh kurang. Sebab bakteri berperan dalam metabolisme vitamin D. 

"Jadi sebanyak apapun vitamin D yang diminum dan selama apapun berjemur, jika bakteri dalam perut kurang, makan bioavailability-nya juga rendah," tukas Fahri. 

Secara lebih detil Fahri memaparkan, bakteri dalam Probiotik Komunitas mampu menghasilkan berbagai senyawa metabolit. Diantaranya adalah Dibutyl phthalate, 4-Methoxycinnamic acid, Cyclo(phenylalanyl-prolyl), Linolenic acid ethyl ester, Bis(2-ethylhexyl) phthalate, Eicosapentaenoic acid, dan Sedanolide. 

Senyawa metabolit tersebut dapat menjadi kandidat terapi SARS-CoV2 berdasarkan uji molecular docking. 

"Senyawa aktif alami tersebut bekerja dengan dua cara dalam melawan virus SARS-CoV2," kata Fahri.  

Cara yang pertama adalah dengan menghambat protein SARS-CoV2 menempel pada reseptor ACE-2 pada tubuh manusia, di mana reseptor ini banyak terdapat di paru-paru dan perut, serta sedikit di dalam mulut.  

"Sedangkan cara kedua adalah dengan menghambat replikasi virus SARS-CoV2.  Sehingga jika ada virus yang terlanjur menempel akan dihambat penyebarannya dengan cara kedua ini," jelas Fahri.

Menurutnya, binding affinity dari senyawa aktif yang dikandung oleh herbal dan yang dihasilkan oleh Probiotik Komunitas tersebut bahkan lebih baik dari antivirus redemsivir dan cloroquinon. 

"Dan senyawa-senyawa tersebut berkerjasama dari berbagai sisi sehingga mampu menetralisir virus Covid-19 dalam hitungan hari bahkan hitungan jam, karena bioavailability-nya yang bagus tersebut," ungkap Fahri. 

Lebih dari itu berat molekul senyawa aktif tersebut juga lebih ringan jika dibandingkan dengan berat molekul obat kimia redemsivir dan cloroquinon.

"Karena jika terlalu berat molekul suatu senyawa, maka darah pun akan terlalu berat mengangkutnya, sehingga butuh kerja keras yang menyebabkan kita akan oleng jika minum obat kimia tersebut," papar Fahri.

Karena Probotik Komunitas  berasal dari herbal yang difermentasi itu lulus uji toksisitas, sehingga efek ke tubuh juga tidak toxic atau aman untuk dikonsumsi.  

"Jika virus Covid-19 menyerang tubuh, maka ada dua kemungkinan yang terjadi pada sistem imun tergantung pada kondisi tubuh, yaitu respon imun yang kurang reaktif (tubuh akan memberikan respon anti infamsi) dan respon imun yang over reaktif (tubuh akan memberikan respon pro inflamasi)," papar Fahri.

Menurutnya, salah satu penyebab pasien meninggal karena Covid-19 itu sebenarnya adalah karena respon imun yang terlalu reaktif yang menimbulkan badai sitokin yang menyebabkan paru-paru kaku, sehingga tidak bisa mengambil udara. 

"Bakteri dalam Probiotik Komunitas ini mampu menyeimbangkan respon imun sehingga sitokin dihasilkan dalam jumlah yang wajar," pungkas Fahri.(*)



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Komunitas Drone Majalengka Gencar Promosikan Pariwisata dari Udara
    Komunitas Drone Majalengka Gencar Promosikan Pariwisata dari Udara
    06/08/2021 - 01:13
  • Brian Ferreira Resmi Pamit, Pelatih Persela Ungkap Dampaknya Bagi Tim
    Brian Ferreira Resmi Pamit, Pelatih Persela Ungkap Dampaknya Bagi Tim
    05/08/2021 - 23:39
  • Pekan Depan, Nakes di Kota Batu Terima Vaksin Dosis Ketiga
    Pekan Depan, Nakes di Kota Batu Terima Vaksin Dosis Ketiga
    05/08/2021 - 23:30
  • Hujan Deras di Pangandaran Sebabkan TPT Ambrol
    Hujan Deras di Pangandaran Sebabkan TPT Ambrol
    05/08/2021 - 23:22
  • Satpol PP Kota Batu Tutup Proyek Penjualan Tanah Kavling
    Satpol PP Kota Batu Tutup Proyek Penjualan Tanah Kavling
    05/08/2021 - 23:13

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Medali Olimpiade dan Nasionalisme kita di Ruang Virtual
    Medali Olimpiade dan Nasionalisme kita di Ruang Virtual
    05/08/2021 - 16:16
  • Resistensi Media Mainstream dalam Semarak Media Sosial
    Resistensi Media Mainstream dalam Semarak Media Sosial
    05/08/2021 - 15:33
  • Educational Data Mining dan Evaluasi Kinerja Institusi Pendidikan
    Educational Data Mining dan Evaluasi Kinerja Institusi Pendidikan
    05/08/2021 - 14:24
  • Peran Pendidikan Agama Islam dalam Menyempurnakan Akhlak
    Peran Pendidikan Agama Islam dalam Menyempurnakan Akhlak
    05/08/2021 - 13:14
  • Pandemi, Isu Korupsi dan Aktivisme Digital
    Pandemi, Isu Korupsi dan Aktivisme Digital
    05/08/2021 - 12:31
  • Akses Hiburan: TV Digital vs TV Berlangganan?
    Akses Hiburan: TV Digital vs TV Berlangganan?
    05/08/2021 - 11:37
  • Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Islam
    Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Islam
    05/08/2021 - 11:08
  • Menyalakan Literasi Kala BDR
    Menyalakan Literasi Kala BDR
    05/08/2021 - 10:40

KULINER

  • 5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    04/08/2021 - 04:30
  • Bolu Kijing Bang Opan Padaherang Bikin Susi Pudjiastuti Ketagihan
    Bolu Kijing Bang Opan Padaherang Bikin Susi Pudjiastuti Ketagihan
    03/08/2021 - 13:33
  • Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    01/08/2021 - 13:26
  • Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    01/08/2021 - 01:34
  • Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    31/07/2021 - 00:22