Advertisement
Peristiwa Daerah

PPKM Darurat Diperpanjang, Warga Surabaya Swadaya Dirikan Posko Covid-19

Kebijakan PPKM Darurat yang mulanya akan selesai empat hari lagi ternyata diperpanjang. Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan kabar tersebut dalam sebuah pertemuan di Yogyakarta.

TIMES Indonesia,
PPKM Darurat Diperpanjang, Warga Surabaya Swadaya Dirikan Posko Covid-19
Warga di salah satu perkampungan Surabaya menutup akses keluar-masuk merespons tingginya angka positif Covid-19. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Kebijakan PPKM Darurat yang mulanya akan selesai empat hari lagi ternyata diperpanjang. Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan kabar tersebut dalam sebuah pertemuan di Yogyakarta.

"Tadi rapat kabinet terbatas yang saya ikuti di Sukoharjo, sudah diputuskan Bapak Presiden [PPKM Darurat] dilanjutkan sampai akhir Juli," ungkapnya pada Jumat (16/7/2021).

Advertisement

Meski PPKM Darurat sudah berjalan hampir dua pekan, di Surabaya contohnya, tambahan kasus positif Covid-19 masih sangat tinggi. Berdasarkan data yang dirilis Pemerintah Provinsi Jawa Timur per tanggal 15 Juli 2021, terdapat 1022 tambahan kasus baru di Kota Pahlawan.

Penyekatan-yang-dilakukan-di-Bundaran-Waru.jpg
Penyekatan yang dilakukan di Bundaran Waru, perbatasan Surabaya-Sidoarjo pada masa PPKM Darurat. (FOTO: Khusnul Hasana/TIMES Indonesia)

Sehingga total ada 5,690 jiwa yang tengah berjuang melawan Covid-19 di Surabaya. Kendati demikian, masih ada rasa solidaritas antar sesama warga. Hal tersebut dicontohkan masyarakat Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari.

Tepatnya dilakukan warga RT/RW 01/09 yang bergotong royong membentuk Posko Relawan Peduli Covid-19. Menurut laporan pengurus RT setempat, terdapat 7 keluarga atau total 14 warga yang terpapar Covid-19 dan tengah melakukan isolasi mandiri (isoman).

"Awalnya karena kita melihat kondisi Covid-19 semakin naik dan warga ekonominya kurang. Jadi tergerak mendirikan posko ini demi membantu saudara-saudara kita yang lagi isoman," ungkap Manan, pengurus RT setempat.

Advertisement

Warga setempat yang terpapar akan dipisah tempat tinggalnya, kemudian dipantau melalui hotline 082233610595. “Misalkan minta dibelikan obat, vitamin, dan lain-lain tinggal menghubungi kami di nomor itu. Jadi kami yang belikan dan kirimkan begitu,” jelasnya.

“Soal dana, dari kami sendiri swadaya. Ada yang juga sampai kartu ATM itu diberikan dengan kata lain bentuk kepercayaan kepada warga,” imbuhnya.

Reni-Astuti.jpg
Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengunjungi Posko Relawan Peduli Covid-19 di Kelurahan Ploso, Tambaksari. (FOTO: Ammar Ramzi/TIMES Indonesia)

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti yang mengetahui adanya posko tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa hormat.

“Ini semangatnya dari warga untuk warga. Luar biasa kreativitas dan kepeduliannya. Jadi dengan diperhatikan dia tidak akan merasa sendiri dan imunnya bisa naik. Nah panjenengan (Anda) sendiri yang berbagi juga ikut bahagia karena kalau orang berbuat kebaikan maka akan menimbulkan hormon cinta. Jadi hormon bahagia muncul dalam diri kita," jelasnya.

Politisi perempuan asal fraksi PKS itu juga datang langsung ke lokasi posko untuk memberikan bantuan berupa sembako dan vitamin. “Moga-moga bermanfaat ya,” ucap Reni.

Terakhir, Pimpinan DPRD Surabaya itu meminta agar warga yang sedang sakit juga dilakukan pendataan oleh Puskesmas setempat. “Apakah nanti beliaunya memilih untuk isoman di rumah, setidaknya sudah terdata. Dan kami mendorong Puskesmas agar juga terus memantau kondisinya supaya tidak semakin berat. Kalau semakin berat harus segera tertangani,” pintanya.

Di tengah situasi sulit PPKM Darurat ini, ternyata masih banyak warga yang mau peduli dengan sesama. "Saya kira ini menginspirasi bahwa siapapun kita sebenarnya bisa membantu orang dari yang kita miliki sesuai dengan kemampuan kita. Terima kasih, sehat selalu dan jaga kesehatan untuk kita semua," tutup Wakil Ketua DPRD Surabaya meninjau posko swadaya milik warga. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAmmar Ramzi (MG-235) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia