Kuliner

Terinspirasi Drakor, Mahasiswa Ubaya Bagikan Resep Kimchi Sehat

Kamis, 15 Juli 2021 - 12:31 | 56.34k
Terinspirasi Drakor, Mahasiswa Ubaya Bagikan Resep Kimchi Sehat
Marcella Reina mahasiswi Ubaya saat membagikan resep membuat kimchi sehat. (FOTO: Ubaya)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Terinspirasi nonton drama Korea saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat, mahasiswi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) berkreasi membuat resep kimchi sehat.

 Marcella Reina, mahasiswi semester enam ini ingin membagikan resep kimchi buatannya agar bisa menjadi ide makanan atau camilan sehat yang mudah dibuat sendiri oleh semua orang di rumah saat PPKM darurat.  

Marcella mengatakan, resep kimchi tersebut sangat mudah dibuat dan cocok dinikmati ketika menonton drama Korea atau bersantai. Disamping itu, dirinya juga ingin mengingatkan kepada masyarakat agar terus meningkatkan imunitas tubuh dengan melakukan aktivitas yang positif dan tetap mengonsumsi makanan sehat selama PPKM darurat. Salah satunya boleh mencoba membuat kimchi sendiri di rumah.

“Waktu itu suka kimchi karena sering nonton drama Korea. Kemudian ingin makan kimchi, tapi takut kalau pesan online nanti rusak atau sudah nggak fresh lagi selama di perjalanan. Karena ada waktu cukup panjang di rumah, jadinya mulai coba berkreasi membuat sendiri,” ucap Marcella.

Marcella menjelaskan ada keuntungan lain dengan membuat kimchi sendiri di rumah. Menurutnya, dengan membuat sendiri maka masyarakat bisa mengatur kadar keasaman dari kimchi. Hal itu disebabkan karena adanya proses fermentasi pada pembuatan kimchi. Proses fermentasi tersebut terjadi ketika kimchi ada pada tahap penyimpanan.

membagikan-resep-membuat-kimchi-sehat.jpg

Berikut adalah tahapan dan proses pembuatan kimchi. Pertama, siapkan bahan utama yaitu sawi putih utuh yang segar. Kemudian dipotong memanjang dan dicuci bersih dengan air matang.

Selanjutnya gunakan garam dan ratakan pada seluruh bagian sawi. Pada bagian ini bisa didiamkan selama 3 sampai 4 jam hingga air pada sawi keluar dan ketika ditekuk sawi tidak patah. Setelah itu, sawi dicuci bersih dan dibilas dengan air matang.

Tahap kedua, rebus kelp dan jamur shitake hingga berwarna cokelat dan masukkan kedalam campuran air dengan tepung maizena. Pastikan campuran air dan tepung maizena tidak menggumpal.

Kemudian tambahkan gochugaru sebanyak 70 gram atau menyesuaikan. Jika tidak ada gochugaru, bisa menggunakan bubuk cabai. Supaya menimbulkan rasa kimchi tradisional jangan lupa tambahkan kecap ikan sebanyak 75 ml.

Jangan lupa juga untuk menambahkan 15 siung bawang putih dan 1 ruas jahe.

Sebagai bahan opsional, masyarakat bisa menambahkan wortel, daun bawang, lobak, dan sebagainya yang sudah dipotong memanjang seperti korek api. Setelah itu semua bahan dicampur hingga merata. Proses ini disebut dengan pembuatan bumbu gochujang.

Pada tahap ketiga, campurkan sawi yang telah disiapkan dengan bumbu gochujang dan lumuri hingga merata. Selanjutnya, masukkan ke dalam wadah yang kedap udara.

Gunakan wadah yang memiliki penutup atau pengunci rapat di bagian kedua atau keempat sisinya. Jika memiliki wadah yang tidak memiliki penutup maka bisa menggunakan alumunium foil dan plastic wrap sebagai penutup. Setelah itu letakkan wadah ini pada suhu ruang minimal 2 hari.

Setelah terfermentasi, masukkan kimchi pada kulkas. Penyimpanan kimchi pada suhu dingin dapat memperlambat proses fermentasi sehingga rasanya tidak terlalu asam.

“Jika kimchi sudah timbul jamur seperti bintik atau titik hitam, biru atau hijau sebaiknya dibuang. Kimchi yang diolah dan disimpan dengan tepat biasanya bisa bertahan lama, tapi karena saya pencinta kimchi 5 hari saja langsung habis.

Kimchi ini bisa langsung dikonsumsi atau dihidangkan dengan mie maupun makanan lain, atau diolah lagi menjadi omelet dan nasi goreng kimchi,” terangnya.

Dr. Gabriel Tirtawijaya, S.Pi., M.Si., M.Eng., Dosen Fakultas Teknobiologi Ubaya yang saat ini sedang menjalani Post-Doctoral di Seafood Research Center, Industry – Academic Cooperation Foundation (IACF) Silla University, Korea Selatan menyampaikan bahwa kimchi sering dikonsumsi warga Korea karena telah menjadi tradisi mereka sejak lama. Selain itu, warga Korea juga mempercayai jika kimchi memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Cita rasa yang ada pada kimchi pun sesuai dengan makanan harian mereka.

“Kimchi merupakan sayuran fermentasi yang mengandung multivitamin. Mulai dari vitamin A, B kompleks, dan C. Ditambah juga, mineral seperti kalsium, magnesium, kalium, dan zat besi. Serta adanya karotenoid yaitu beta-karoten dan lutein, serat pangan, dan bumbu fungsional seperti bawang putih dan jahe. Sebagai makanan fermentasi, kimchi merupakan alternatif probiotik non susu yang berperan sebagai pangan fungsional,” jelasnya.

Senyawa yang terkandung dalam kimchi seperti b-sitosterol, benzyl isothiocyanate, thiocyanate, polifenol, dan glukosinolat terbukti memelihara kesehatan pencernaan serta memiliki aktivitas antikanker, antiobesitas, antioksidan, dan meningkatkan imunitas. Menurutnya, sayuran yang umum difermentasikan adalah sawi putih (chinese cabbage; Brassica rapa pekinensis). Namun, dapat juga menggunakan sayuran lainnya seperti lobak, timun, atau sawi hijau.

“Tentunya jenis sayur yang berbeda memiliki komposisi nutrisi yang berbeda pula. Rasanya yang khas, asam dan pedas, menjadikan kimchi cocok sebagai makanan pendamping harian. Jadi kimchi baik dikonsumsi untuk memelihara dan menjaga kesehatan,” pungkas Dosen Fakultas Teknobiologi Ubaya itu. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Let's Find Out Why OP Shirt Becomes the Local's Favorite Brand
    Let's Find Out Why OP Shirt Becomes the Local's Favorite Brand
    04/08/2021 - 05:24
  • 5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    04/08/2021 - 04:30
  • 20:20  Bedjosport, Best Place to Get Your Custom Jersey
    20:20 Bedjosport, Best Place to Get Your Custom Jersey
    04/08/2021 - 03:16
  • Best Vegetables for Beautiful Skin
    Best Vegetables for Beautiful Skin
    04/08/2021 - 02:05
  • Iron-Packed Foods for Combatting Anemia
    Iron-Packed Foods for Combatting Anemia
    04/08/2021 - 01:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    02/08/2021 - 11:22
  • Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    02/08/2021 - 10:46
  • Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    02/08/2021 - 09:45
  • Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    02/08/2021 - 06:57
  • Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    31/07/2021 - 16:38
  • Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    31/07/2021 - 14:55
  • Literasi  Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    Literasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    31/07/2021 - 12:26
  • Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    31/07/2021 - 08:06

KULINER

  • 5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    04/08/2021 - 04:30
  • Bolu Kijing Bang Opan Padaherang Bikin Susi Pudjiastuti Ketagihan
    Bolu Kijing Bang Opan Padaherang Bikin Susi Pudjiastuti Ketagihan
    03/08/2021 - 13:33
  • Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    01/08/2021 - 13:26
  • Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    01/08/2021 - 01:34
  • Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    31/07/2021 - 00:22