Kasus Harian Tertinggi Saat PPKM Darurat, Sehari 91 Warga Positif Covid-19 di Kota Malang
Kasus terkonfirmas positif Covid-19 di Kota Malang tembus hampir seratus warga per hari. Data tersebut telah terlampir dalam laporan data harian kasus Covid-19 yang diunggah di akun instagram Pemkot Malang.

MALANG – Kasus terkonfirmas positif Covid-19 di Kota Malang tembus hampir seratus warga per hari. Data tersebut telah terlampir dalam laporan data harian kasus Covid-19 yang diunggah di akun instagram Pemkot Malang.
Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sebanyak 91 warga positif dalam sehari pada Senin (12/7/2021) kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan bahwa kasus terkonfirmasi yang terjadi pada Senin (12/7) kemarin adalah kasus harian terbanyak selama pandemi Covid-19 terjadi di Kota Malang.
"Ya, kalau melihat hariannya ini tertinggi selama pandemi (Covid-19 di Kota Malang)," ujar Husnul, Selasa (13/7/2021).
Hal itu disebabkan, kata Husnul, karena banyak faktor. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat untuk melakukan swab tes masih kurang.
"Kemudian juga tracing daripada puskesmas yang melakukan kontak-kontak di sekitar warga yang positif itu," ungkapnya.
Ironisnya, rekor kasus tertinggi ini terjadi di Kota Malang saat masuk dalam massa pelaksanaan PPKM Darurat sejak 3 hingga 20 Juli 2021.
Husnul menyebutkan bahwa PPKM Darurat yang sudah berjalan lebih dari sepekan ini masih ada kekurangan. Hal tersebut pun pastinya akan selalu dilakukan evaluasi selama pelaksanaan PPKM Darurat.
"Salah satunya (kekurangan) mobilisasi warga dan prokes (protokol kesehatan) warga. Sepekan ini bisa dibilang efektif, tapi perlu kesadaran masyarakat," katanya.
Oleh karena itu, Husnul menegaskan kepada masyarakat untuk selalu menjauhi kerumuman, membatasi mobilisasi dan memperkuar prokes. Hal itu yang menjadi kekurangan selama PPKM Darurat berjalan.
"Tetap dijalankan ada evaluasi PPKM Darurat . Ada kekurangan harus dievaluasi. Jadi masyarakat harus bisa mematuhi peraturan dan prokesnya," tuturnya.
Belum lagi, seluruh RS Rujukan Covid-19 di Kota Malang yang sudah penuh dan melebihi kapasitas, membuat para pasien Covid-19 mau tidak mau harus menjalani isolasi mandiri.
"Kalau isoman itu harus lapor ke puskesmas setempat. Nantinya akan dijelaksan oleh puskesmas untuk prosedurnya. Jika sudah melapor, nanti akan segera ditindaklanjuti," pungkasnya menanggapi kasus Covid-19 di Kota Malang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


