Kopi TIMES

Kiai Ma'ruf Amin dan Konstelasi Politik Menuju Pilpres 2024

Senin, 12 Juli 2021 - 16:37 | 22.40k
Kiai Ma'ruf Amin dan Konstelasi Politik Menuju Pilpres 2024
KH. Ma'ruf Amin, Wakil Presiden RI.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Isu yang berkembang terkait posisi KH. Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden mengingatkan kita akan peristiwa tahun 354 SM dimana Negara Zhao di Tiongkok mendapat serangan dari Negara Wei. Untuk membantu Negara Zhao, seorang penasihat militer Negara Qi, Sun Bin, menerapkan setrategi "Serang titik lemah lawan untuk memenangkan pertempuran".

Sun Bin menyarankan agar tidak menyerang tentara Wei secara langsung di negara Zhao, karena disanalah pusat kekuatan musuh terkonsentrasi. Sebaliknya dia menyarankan agar menyerang negara Wei terutama ibu kotanya, Da Liang, karena di situlah titik lemahnya.

"Sebaiknya hindari berhadapan langsung dengan musuh yang berkuatan penuh. Pecahlah mereka menjadi beberapa titik konsentrasi dan serang di titik yang lemah, "begitu saran Sun Bin kepada panglima perang Negara Qi. Atas saran tersebut, Jenderal perang Tian Ji  memimpin 8000 pasukan mengepung Negara Wei. 

Mendapat laporan bahwa Negara mereka diserang, tentara Wei yang dipimpin Pang Juan dengan terburu-buru segera kembali untuk menyelamatkan negaranya. Namun, pada saat yang bersamaan, sebagian tentara Qi sudah menunggu di sepanjang jalur yang akan dilalui oleh tentara Wei. Saat tentara Wei melewati jalur ini, mereka dijebak dan dikalahkan tentara Qi.

Hari ini Presiden Joko Widodo sedang sedang berkosentrasi untuk mengatasi penyebaran Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Di saat pemerintah mengarahkan sumber daya untuk mengatasi pandemi Covid-19, sekelompok orang memanfaatkan situasi dengan menyerang KH. Ma'ruf Amin yang menjabat sebagai Wakil Presiden. 

Tujuan serangan ini jelas untuk mendelegitimasi posisi Kyai Ma'ruf Amin dengan cara mendiskreditkan peran sebagai Wapres dan mengadu domba dengan Presiden Joko Widodo. 

Benarkah Kyai Ma'ruf Amin Lemah ?

Ma'ruf Amin dianggap sebagai titik lemah dalam pemerintahan Jokowi periode kedua ini. Opini ini sudah dihembuskan jauh hari sejak Jokowi memilih mantan Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai pasangan calon wakil presiden tahun 2019. Kyai Ma'ruf Amin digambarkan sebagai sosok pelengkap saja yang dimanfaatkan Jokowi untuk memenangkan pertarungan politik pemilu presiden.

Opini ini jelas keliru dan salah besar. Kyai Ma'ruf Amin adalah tokoh besar yang memiliki latar belakang kuat secara politik maupun sosial kemasyarakatan. Kyai Ma'ruf Amin adalah sosok ulama kharismatik, ahli fiqh Indonesia yang memiliki gelar profesor dan guru besar pada bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Keahliannya dalam ilmu agama, mengantarkan Kyai Ma'ruf Amin hingga menyandang dua jabatan yang sangat penting, yakni Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rais 'Aam Nahdlatul 'Ulama. Saat di MUI, Kyai Ma'ruf Amin mengeluarkan 25 fatwa tentang ekonomi syariah sejak 2015. Di antaranya, terkait Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah, Pedoman Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan Syariah, hingga soal Uang elektronik Syariah. Dari sini, Kyai Ma'ruf Amin sering mendapat julukan kehormatan Bapak Ekonomi Syariah Indonesia. 

Bukan rahasia umum lagi bahwa, Kyai Ma'ruf Amin merupakan keturunan dari Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Ma'ruf Amin merupakan cicit Syaikh Nawawi, ulama besar asal Banten yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram di Mekah, Saudi Arabia.

Dalam dunia politik, Kyai Ma'ruf Amin pernah menjadi anggota DPR dari Utusan Golongan (1971–1973) dan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 1973-1977. Lalu juga pernah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dari PPP (1977–1982). Beliau pernah pula menjadi anggota MPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 1997–1999. Bersama PKB, ia lagi-lagi pernah menjadi anggota DPR pada periode 1999–2004. Lulusan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, ini pun pernah dua kali menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yakni, pada 2007-2010 dan 2010-2014.

Konstelasi Politik Menuju Pilpres 2024

Pengalaman politik dan kematangan dalam bidang sosial kemasyarakatan menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tepat memiliih sosok Kyai Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Dan ini terbukti dengan kemenangan pada pemilihan presiden 2019 lalu. Keberadaan Kyai Ma'ruf Amin menjadi salah satu faktor penentu kemenangan Jokowi. 

Sebagai wakil presiden, Kyai Ma'ruf Amin tentunya berjalan dan bekerja berdasar peraturan perundangan yang ada. Undang Undang Dasar 1945 telah mengatur tugas dan kemenangan seorang wakil presiden. Wakil Presiden, menurut pasal 4 ayat (2) UUD 1945 jelas merupakan pembantu bagi presiden, dalam melakukan kewajiban kepresidenan. Sesuai dengan kewajibannya waki presiden itu bertindak mewakili presiden dalam hal presiden berhalangan untuk menghadiri kegiatan tertentu atau melakukan sesuatu dalam lingkungan kewajiban konstitusional presiden.

"Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang wakil Presiden". UUD 1945 tidak memberikan penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan kata "dibantu". Menurut Wiryono Prodjodikoro perkataan dibantu itu menandakan bahwa presiden tetap merupakan the first man dan wakil presiden merupakan the second man (Wiryono, 1973: 53).

Secara khusus, Presiden Joko Widodo memberi tugas kepada Kyai Ma'ruf Amin untuk membantu di bidang penanggulangan kemiskinan, kesejahteraan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Presiden juga menugaskan Ma'ruf mengembangkan perekonomian syariah di Indonesia dan industri halal. 

Sosok Kyai Ma'ruf Amin yang low profile dan rendah hati, jauh dari hingar bingar pemberitaan nampaknya disalahartikan oleh sekelompok orang dengan menuduh tidak bisa kerja dan lain sebagainya.

Berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Kyai Ma'ruf Amin berkontribusi besar pada keberhasilan pemerintahan Jokowi yang membawa tagline Indonesia Maju. Survei Litbang Kompas menunjukkan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebesar 69,1 persen.

Khusus untuk sektor kesejahteraan sosial yang menjadi tanggung jawab Wakil Presiden Kyai Ma'ruf Amin, tingkat kepuasan terhadap pemerintah pada survei kali ini mencapai 71,3 persen.

Jadi, melihat latar belakang dan prestasi kinerja Kyai Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden, dapat disimpulkan bahwa serangan terhadap beliau hanya gimik politik menuju gelaran Pemilu Presiden 2024. Kyai Ma'ruf Amin tidak perlu risau dengan opini miring yang berkembang. 

Sebagai Wakil Presiden, Kyai Ma'ruf Amin bertanggung jawab langsung kepada presiden Joko Widodo tanpa perlu pemberitaan bombastis di media massa. Bekerja dalam senyap, begitulah prinsip yang dipegang tegug Kyai Ma'ruf Amin.(*) 

***

*)Oleh : Arief Luqman El Hakiem. Pegiat Media dan Pemerhati Kebijakan Publik, Senior Konsultan Strategic Development, Pemimpin Redaksi Bhayangkara Indonesia News

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Ini Pedoman Peringatan HUT ke-76 RI yang Wajib Diketahui
    Ini Pedoman Peringatan HUT ke-76 RI yang Wajib Diketahui
    30/07/2021 - 14:12
  • PPKM Level 4, Milenial di Banyuwangi Luncurkan Aksi Sedekah Jalanan
    PPKM Level 4, Milenial di Banyuwangi Luncurkan Aksi Sedekah Jalanan
    30/07/2021 - 14:06
  • Cegah Biopolitik Vaksin Covid, Menko Perekonomian RI Ingatkan Vaccine Nationalism untuk Indonesia
    Cegah Biopolitik Vaksin Covid, Menko Perekonomian RI Ingatkan Vaccine Nationalism untuk Indonesia
    30/07/2021 - 13:54
  • Dampak Positif Covid-19
    Dampak Positif Covid-19
    30/07/2021 - 13:48
  • Kota Mojokerto Kembali Meraih Predikat Kota Layak Anak
    Kota Mojokerto Kembali Meraih Predikat Kota Layak Anak
    30/07/2021 - 13:36

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Dampak Positif Covid-19
    Dampak Positif Covid-19
    30/07/2021 - 13:48
  • Mengkaji Model Pendidikan Karakter Kemandirian pada Santriwati di Pondok Pesantren
    Mengkaji Model Pendidikan Karakter Kemandirian pada Santriwati di Pondok Pesantren
    30/07/2021 - 10:38
  • Puan dan Citra Politik
    Puan dan Citra Politik
    29/07/2021 - 17:52
  • Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    29/07/2021 - 03:07
  • Semua Bisa Jadi Wartawan
    Semua Bisa Jadi Wartawan
    29/07/2021 - 01:22
  • Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    28/07/2021 - 20:50
  • Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    28/07/2021 - 20:43
  • Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    28/07/2021 - 20:35

KULINER

  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56
  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27