Kopi TIMES

Meningkatkan Selera Humor Masyarakat

Jumat, 09 Juli 2021 - 15:46 | 23.99k
Meningkatkan Selera Humor Masyarakat
Misbah Priagung Nursalim, S.S., M.Pd.; Kaprodi Sastra Indonesia di Universitas Pamulang.

TIMESINDONESIA, PAMULANG – Humor menjadi hiburan alternatif masyarakat. Masyarakat memilih humor sebagai persinggahan sementara dari rutinitas harian yang menjemukan. Melalui tontonan humor, masyarakat terhibur.

Poin utama dari humor adalah titik lucu. Kelucuan humor dapat memancing gelak tawa pendengarnya. Orang mencari humor agar bisa tertawa.

Dono Warkop pernah berpendapat bahwa tantangan terbesar pelawak adalah membuat pendengarnya tertawa. Itu sebabnya apabila penontonnya tidak tertawa maka humor itu gagal. "Dua menit pertama penonton tidak tertawa rasanya keringat dingin mulai keluar" ujarnya dalam wawancara yang disiarkan oleh stasiun televisi swasta.

Humor yang baik adalah humor yang mendidik. Meski humor harus memberikan efek tawa kepada pendengarnya, bukan berarti segala hal bisa dibuat humor. Seperti mencela orang lain ataupun menyiksa orang lain sebagai bahan candaan. Komedi dengan menjadikan perundungan orang lain dikenal dengan komedi slapstick. Komedi semacam itu pernah populer pada 1920-an yang dipopulerkan oleh kelompok Three Stoogies.

Humor tersebut menjadikan orang lain sebagai target perundungan dengan dipukul, ditaburi bedak, didorong hingga jatuh, atau juga menghina fisik. Komedi slapstik ini pernah populer lagi di Indonesia tahun 2010-an.

Humor merupakan keterampilan permainan bahasa. Hanya orang yang cerdas dalam berbahasa yang bisa melakukannya. Komedian harus bisa menuangkan humor melalui bahasa. Dalam studi linguistik, humor terjadi karena adanya pelanggaran prinsip kerja sama. Untuk itu, komedian perlu berlatih merangkai kata dengan melakukan pelanggaran prinsip kerja sama. Di Indonesia, komedi dengan menciptakan pelanggaran prinsip kerja sama pernah dipopulerkan oleh Grup Srimulat, Warkop, Bagito, dan diikuti oleh pelawak lainnya.

Humor juga bisa dilakukan dengan menertawakan diri sendiri. Humor ini sering dipakai oleh Gus Dur. Melalui buku Mati Ketawa Ala Rusia, Gus Dur menyampaikan humor segar tanpa menghakimi orang lain. Bukan hanya dalam buku itu saja, ia juga menjadikan humor dalam hidupnya. Melalui bahasa, ia ciptakan momentum humor yang membuat pendengarnya terpingkal-pingkal. Tertawa merupakan fitrah manusia. Tertawa menjadi naluri alami yang perlu dilakukan setiap hari untuk mencegah stres.

Tahun 2011-an humor tunggal mulai populer di Indonesia. Humor tunggal dikenal dengan istilah Stand up Comedy. Berbeda dengan humor lain, humor yang diciptakan dalam komedi ini lebih berat. Hal itu karena komedian harus menciptakan humor seorang diri. Bisa dikenal dengan humor searah.

Komedi ini pertama diperkenalkan di Indonesia oleh Basiyo. Namun masih sepi peminat. Komedian Taufik Savalas juga pernah mengangkat model humor ini sebagai humor alternatif kala itu. Lagi-lagi belum berhasil juga. Baru di era 2011-an komedi ini populer hingga saat ini.

Maraknya humor tunggal ini, membuat program studi dengan konsentrasi linguistik perlu menghadirkan mata kuliah humor untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa. Keterampilan dalam mengkaji ataupun keterampilan dalam menciptakan humor. Humor bisa menjadi mata kuliah pilihan atau mata kuliah inti.

Humor menuntun komedian banyak membaca. Melalui membaca, komedian mendapatkan banyak informasi yang bisa diolah menjadi humor. Humor akan tercipta apabila komedian dan pendengar memiliki pemahaman yang sama terkait objek humornya. Jika tidak, maka sulit membuat pendengar tertawa. Jadi, pendengar dan komedian harus sama-sama cerdas.

Kecerdasan komedian dan masyarakat tentunya dilahirkan melalui pengalaman membaca. Dengan membaca korpus data di dalam otak akan semakin kaya. Membaca perlu dilakukan secara berulang-ulang dan berkali-kali. Membaca secara berulang-ulang untuk meningkatkan pemahaman. Membaca berkali-kali untuk menambah wawasan.

Selain humor tunggal, sekarang juga populer dengan budaya menjahili seseorang. Jahil dijadikan metode humor. Metode ini dikenal dengan nama prank. Metode ini banyak dipraktikkan pelawak dalam sinetron ataupun panggung teater. Namun, era media sosial mengalihkan metode jahil bukan dalam sinetron dan panggung teater saja. Metode jahil juga diterapkan dalam dunia nyata untuk keperluan konten agar menarik minat penonton sebanyak-banyaknya.

Metode jahil untuk menciptakan humor menjadi tidak manusiawi. Apalagi demi konten. Prank yang membahayakan orang lain juga sering diperagakan bukan hanya oleh satu-dua orang pemilik konten. Dan itu menjadi tontonan masyarakat umum.

Tontonan masyarakat tergantung dari selera pasar. Sebuah tontonan tidak akan dibuat apabila minat masyarakat sedikit. Jadi yang perlu diubah adalah selera masyarakat terhadap humor. Masyarakat perlu diberikan edukasi humor yang positif dan mendidik. Bukan humor yang merugikan orang lain. Maka dari itu, mata kuliah humor perlu diadakan untuk menciptakan pelaku humor yang cerdas dan mengarahkan selera humor masyarakat menjadi berkelas. Melalui humor yang berkelas tentunya mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

***

 

*)Oleh: Misbah Priagung Nursalim, S.S., M.Pd.; Kaprodi Sastra Indonesia di Universitas Pamulang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Peselancar Indonesia Rio Waida Masuk Putaran 3 Olimpiade Tokyo 2020
    Peselancar Indonesia Rio Waida Masuk Putaran 3 Olimpiade Tokyo 2020
    25/07/2021 - 16:11
  • Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Pesantren Sidoarjo
    Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Pesantren Sidoarjo
    25/07/2021 - 15:51
  • Data Kemenkes RI, 94 Persen Kematian Pasien Covid-19 Karena Belum Vaksin Covid-19
    Data Kemenkes RI, 94 Persen Kematian Pasien Covid-19 Karena Belum Vaksin Covid-19
    25/07/2021 - 15:40
  • Perangi Covid-19, TNI AL Konsisten Gelar Serbuan Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Maritim  
    Perangi Covid-19, TNI AL Konsisten Gelar Serbuan Vaksinasi Covid-19 Masyarakat Maritim  
    25/07/2021 - 15:21
  • PPKM Level 4 Berakhir, Gubernur Khofifah Tunggu Instruksi Luhut
    PPKM Level 4 Berakhir, Gubernur Khofifah Tunggu Instruksi Luhut
    25/07/2021 - 15:07

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kiai Dan Upaya Memperbaiki Keletihan Sosial
    Kiai Dan Upaya Memperbaiki Keletihan Sosial
    25/07/2021 - 08:12
  • Jadi Pribadi Kecanduan Menulis
    Jadi Pribadi Kecanduan Menulis
    25/07/2021 - 00:21
  • Demokrasi Ilusif Menghantui Indonesia
    Demokrasi Ilusif Menghantui Indonesia
    24/07/2021 - 17:07
  • Memberantas Kecerdasan
    Memberantas Kecerdasan
    24/07/2021 - 16:31
  • Energi Positif Lawan Corona
    Energi Positif Lawan Corona
    24/07/2021 - 15:43
  • Mengenal Sejarah dan Polemik Rokok
    Mengenal Sejarah dan Polemik Rokok
    24/07/2021 - 14:26
  • Rajin Melawan Pemanasan Global
    Rajin Melawan Pemanasan Global
    24/07/2021 - 13:40
  • Perlukah Pemerintah Menggandeng Primary Healthcare Swasta Dalam Penanganan Covid-19?
    Perlukah Pemerintah Menggandeng Primary Healthcare Swasta Dalam Penanganan Covid-19?
    24/07/2021 - 13:20

KULINER

  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27
  • Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    17/07/2021 - 09:22
  • Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    16/07/2021 - 12:43