Ekonomi PPKM Darurat

Transaksi Anjlok Akibat PPKM Darurat, Pemilik Cafe dan PKL Bondowoso Tagih Kompensasi

Kamis, 08 Juli 2021 - 16:10 | 65.03k
Transaksi Anjlok Akibat PPKM Darurat, Pemilik Cafe dan PKL Bondowoso Tagih Kompensasi
Shaf, alah satu cafe di Kabupaten Bondowoso sepi pengunjung. Tampak satu pengunjung menunggu minuman, itu pun take away (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
FOKUS

PPKM Darurat

Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Penerapan PPKM Darurat menyebabkan kegiatan ekonomi tersendat. Hal inilah yang tengah dialami sejumlah pemilik cafe dan PKL (Pedagang Kaki Lima) di Bondowoso.

Akibat transaksi yang anjlok, dengan berat hati mereka harus merumahkan sebagian besar karyawan.

Pantauan di lapangan, Shaf salah satu cafe di Jalan Letjend Donald Isac Panjaitan Taman Sari Bondowosos, berusaha tetap buka. Tetapi tampak sangat sepi. Hanya ada satu-dua orang yang datang membeli minum. Itu pun dibawa pulang.

Sementara untuk sejumlah PKL di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso harus berhenti berjualan. Sebab alun-alun ditutup total.

Pemilik Cafe Shaf, Pringgo Cahyo mengatakan, penerapan PPKM Darurat justru lebih terasa dampaknya dibandingkan awal pandemi. 

"Sekarang meskipun take away, masyarakat ketakutan juga karena khawatir di-swab. Selain itu pengunjung juga ingin nongkrong tapi tidak diperbolehkan. Akibatnya transaksi anjlok," paparnya.

Menurutnya, saat pelaksaan new normal, kunjungan atau transaksi di cafe miliknya bisa mencapai 100-150 transaksi setiap hari. 

"Tetapi setelah PPKM Darurat ini turun hingga 90 persen lebih. Tanggal 3 Juli transaksi masih 10, tetapi turun setiap hari. Kemarin hanya ada enam transaksi," ungkapnya.

Terpaksa pria yang akrab disapa Pringgo ini harus merumahkan 80 persen karyawannya. Dari 10 karyawan, hanya dua orang yang masuk setiap hari. 

Dua orang yang tetap masuk adalah mereka yang punya tanggungan lebih berat di keluarganya. Diantaranya yakni karyawan yang suaminya tidak bisa bekerja karena kecelakaan.

"Serta ada yang punya tanggungan tiga anak. Diprioritaskan yang lebih membutuhkan. Sementara yang dirumahkan tak membantah, tetapi air mata mereka berlinang. Menangis bahasa qolbu paling tinggi. Mau gimana lagi," jelasnya, Kamis (8/7/2021).

Hal senada juga diakui manajer Cafe Container Laki-Laki, Steven Leo Agusta Ari Irwan. Sejak PPKM Darurat, pendapatan turun hingga 85 persen lebih. 

"Biasanya buka dari Pukul 08.00 sampai 20.00 WIB, pendapatan satu juta. Tapi saat ini maksimal hanya Rp 150 ribu, kadang kurang," jelasnya.

Ia tidak merumahkan karyawan. Sebab kasihan keluarganya yang mengharapkan rezeki dari kerja mereka di cafe tersebut.

"Entah pakai pola apa saja mas. Semoga ada rezeki, supaya minimal kami masih bisa menjadi harapan mengisi perut karyawan mas," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Bondowoso, Mujiati mengatakan, PKL tidak bisa beraktivitas sama sekali. Apalagi jalan ditutup total. "Tidak bisa ngapa-ngapain sama sekali," jelasnya.

Jika harus jualan di tempat lain, pelanggannya belum mengetahui. Apalagi yang di alun-alun adalah kuliner dan harus bawa peralatan. "Jadi ribet jika tidak ada lokasi tetap," akunya.

Sekalipun para PKL memaksa berjualan, pihaknya memastikan tidak akan menututi biaya. Sebab mendorong grobak juga bayar. Ditambah tak ada pelanggan.

"Kalau dihitung tidak nutut. Tapi para PKL tetap berjualan biar ada transaksi. Sebenarnya bukan penurunan tapi mati total," paparnya.

Sekalipun diterapkan take away kata dia, tidak maksimal. "Tidak bisa, sebab banyak orang mau nongkrong," imbuhnya.

Tagih Kompensasi ke Pemkab

Pemilik Cafe Shaf menjelaskan, mulai awal pandemi Covid-19 hingga dilaksanakannya PPKM Darurat, tak ada pendataan oleh Pemkab Bondowoso soal dampak ekonomi yang dialami oleh pengusaha.

"Tak usah ke cafenya, minimal karyawan saya ditanyakan pemenuhan kebutuhan mereka setelah dilakukan pembatasan seperti ini," katanya.

Pihaknya berharap, para Pemimpin di Bondowoso segera bergerak mengatasi dampak ekonomi akibat kondisi darurat ini. Rakyat butuh empati dan butuh solusi.

ppkmDi sisi lain, lokasi tempat jualan PKL di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso tutup total (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Pihaknya mengaku tidak keberatan jika pemerintah melalui Satgas Covid-19 memperketat pengawasan, sampai penindakan kepada masyarakat sesuai aturan PPKM Darurat. 

"Saya sepakat itu untuk menekan tingginya jumlah kasus positif Covid-19," jelasnya saat dikonfirmasi.

Tetapi di sisi lain kata dia, pemerintah juga harus mengerti kondisi psikologis dan dampak ekonomi masyarakat. 

"Sesekali lah para Pemimpin ini turun, tanyakan kepada masyarakat terdampak apakah ada untuk yang dimakan esok hari atau beberapa hari kedepan? Bagaimana cara mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka, anak - anak mereka, di masa pemberlakuan kondisi darurat ini?," ucapnya.

Begitu juga dengan pengakuan Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Bondowoso. Sampai saat ini, PKL belum mendapatkan perhatian pemerintah Kabupaten Bondowoso. 

"Hanya beberapa waktu lalu dapat bantuan UMKM dari pusat awal pandemi. Yang dapat hanya lima orang dari sekian PKL," imbuhnya.

Pihaknya menanyakan APBD yang katanya dianggarkan untuk pemulihan ekonomi. "Sampai sekarang tidak ada apa-apa. Mana APBD yang dikoar-koarkan untuk pemulihan ekonomi? Tidak ada," akunya.

PKL dan sejumlah pemilik cafe di Bondowoso berharap Covid-19 segera berakhir dan PPKM Darurat ini juga tidak diperpanjang oleh pemerintah. "Kami siap patuh pada kebijakan pemerintah. Hanya saja semoga penerintah juga mendengar keluh kesah para pekerja yang tidak mendapat gaji tetap seperti PNS," jelas manajer Cafe Container Laki-Laki.(*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Cerita Ahmad Mokambu, Warga Gorontalo yang Dapat Keajaiban usai Vaksinasi Covid-19
    Cerita Ahmad Mokambu, Warga Gorontalo yang Dapat Keajaiban usai Vaksinasi Covid-19
    30/07/2021 - 17:02
  • Atasi Stunting, Ciamis Perlu Penataan dan Pendisiplinan Sanitasi
    Atasi Stunting, Ciamis Perlu Penataan dan Pendisiplinan Sanitasi
    30/07/2021 - 16:56
  • PT KAI: Jembatan Cirahong Dibuka Kembali untuk Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda 2
    PT KAI: Jembatan Cirahong Dibuka Kembali untuk Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda 2
    30/07/2021 - 16:52
  • Tingkatkan Angka Kesembuhan Covid-19, Ini Upaya Pemkab Ciamis
    Tingkatkan Angka Kesembuhan Covid-19, Ini Upaya Pemkab Ciamis
    30/07/2021 - 16:49
  • Terpapar Covid-19, Ibu dan Anak di Kota Banjar Meninggal Dunia
    Terpapar Covid-19, Ibu dan Anak di Kota Banjar Meninggal Dunia
    30/07/2021 - 16:46

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Dampak Positif Covid-19
    Dampak Positif Covid-19
    30/07/2021 - 13:48
  • Mengkaji Model Pendidikan Karakter Kemandirian pada Santriwati di Pondok Pesantren
    Mengkaji Model Pendidikan Karakter Kemandirian pada Santriwati di Pondok Pesantren
    30/07/2021 - 10:38
  • Puan dan Citra Politik
    Puan dan Citra Politik
    29/07/2021 - 17:52
  • Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    29/07/2021 - 03:07
  • Semua Bisa Jadi Wartawan
    Semua Bisa Jadi Wartawan
    29/07/2021 - 01:22
  • Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    28/07/2021 - 20:50
  • Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    28/07/2021 - 20:43
  • Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    28/07/2021 - 20:35

KULINER

  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56
  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27