Kopi TIMES

Tinjauan Sosiologis PAI sebagai Praktik Pendisiplinan

Rabu, 07 Juli 2021 - 21:27 | 20.97k
Tinjauan Sosiologis PAI sebagai Praktik Pendisiplinan
Dwi Noviani, Mahasiswa Program Doktor PAI Universitas Muhammadiyah Malang.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, MALANG – Sekolah merupakan lembaga pendidiakan formal yang secara sistematis merencanakan pembinaan, pengajaran dan pelatihan kepada siswa. Tujuannya agar dapat berkembang sesuai dengan potensinya. 

Sekolah juga memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan keberagamaan siswa. Dalam upaya meningkatkan mutu dan SDM di dunia pendidikan, masing-masing lembaga pendidikan berupaya memajukan pendidikan di daerahnya sehingga muncullah model-model sekolah yang memiliki ciri khas masing-masing. 

Sekolah Nasional Bertaraf Internasional, Sekolah Plus, Sekolah Terpadu, dan Sekolah Unggulan merupakan beberapa sekolah yang memiliki ciri khas. Mereka menawarkan program-program yang pada dasarnya ingin mengembangkan dan memajukan pendidikan daerahnya.

Salah satu sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah daerah sebagai salah satu sekolah unggulan/ plus salah satunya adalah SMA Plus Negeri 17 Palembang. Sekolah tersebut mewajibkan siswanya kelas X untuk tinggal di asrama selama satu tahun penuh. Asrama tersebut untuk membentuk pribadi siswa yang unggul berkomitmen serta disiplin tinggi sebagai representasi dari sekolah unggulan. 

Berdasarkan pada surat Gubernur Sumatera Selatan Nomor 224/SK/VIII/2000 adalah salah satu sekolah unggulan di Palembang. Selain itu, peraturan-peraturan seperti UU Nasional Nomor 23 Tahun 1999, Surat Kakanwil Depdiknas Provinsi Sumatera Selatan Nomor 129/111/KP/2000 juga menjadi dasar penyelenggaraan sekolah unggul. 

Hadirnya asrama karena adanya discouse bahwa SMA umum kurang maksimal dalam mengintegrasikan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara bersamaan. Oleh karenanya, asrama dibangun demi meningkatkan ketiga aspek, sekaligus pembentukan karakter.

Hasil observasi awal, Dwi Noviani melihat bahwa hadirnya asrama justru tidak sepenuhnya mewujudkan sinkronisasi antara aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Hal ini karena pendisiplinan yang terjadi tidak membuahkan kepatuhan tetapi justu penyiasatan terhadap aktifitas afeksi yang dianggap tidak terlalu berdampak pada pembentukan realitas yang dihadapi setelah siswa lulus dari asrama. Implikasinya, para siswa berstrategi terhadap kegiatan keberagamaan baik alasan sakit, mensturasi, terlambat, bolos dan lainnya. 

Berdasarkan hasil observasi tersebut, Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang tersebut mengangkat fenomena tersebut menjadi sebuah penelitian disertasi dengan tajuk ”Pendidikan Agama Islam Sebagai Praktik Pendisiplinan (Suatu Tinjauan Sosiologis)”. 

Melalui penelitian ini, Dwi berusaha mendeskripsikan pendisiplinan kegiatan keagamaan dan implikasinya di sekolah umum berasrama SMA Plus Negeri 17 Palembang. 

Praktik Keberagamaan yang Terbebani

Dwi melihat bahwa pendisiplinan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di sekolah umum berasrama SMA Plus Negeri 17 Palembang untuk melatih kedisiplinan terhadap siswa, juga menanamkan nilai-nilai religius. Siswa yang tinggal di asrama kehidupan sehari-harinya dipengaruhi oleh habitus yang dibentuk oleh pihak sekolah yang telah terprogram dengan baik.

Padatnya kegiatan asrama disusul dengan berbagai kegiatan sekolah untuk memenuhi peningkatan kognitif dan religius siswa dengan berbagai aturan yang membatasinya. Sehingga siswa melupakan sisi moralitas karena waktu dan tenaga telah habis untuk memenuhi tuntutan peningkatan kognitif secara terus menerus. 

Pendisiplinan terhadap praktik keberagamaan di sekolah umum berasrama SMA Plus Negeri 17 Palembang melahirkan homogenitas yang dibentuk melalui jadwal. Keseragaman tersebut tidak terletak pada atribut seragam sekolah saja, tetapi juga terletak pada penyeragaman konsientisasi atau kesadaran siswa, bahwa harus tunduk pada alat pendisiplinan dan pengawasan, yang secara berangsur mengakibatkan hilangnya daya kritis beragama dalam praktik keseharian di sekolah dan asrama. 

Temuan dari penelitian peneliti tersebut merupakan praktik keberagamaan yang terbebani bukan aib atau bahkan kesalahan karena hasil praktik sosial yang dimobilisasi oleh modal. Sehingga, teori pada penelitian ini untuk kasus asrama di SMA Plus Negeri 17 Palembang berbeda dengan teori Bourdieu. Di mana praktik keberagamaan yang terbebani adalah hasil Modal x Habitus + Ranah = Praktik. 

Implikasi Teoritis

Melalui penelitian disertasinya Dwi mengungkapkan bahwa hasil penelitiannya ini  membalikkan teori praktik sosial Bourdieu. Yakni, (habitus x modal) + ranah = praktik, serta menolak temuan Parama (2012), menyatakan pendidikan religiositas membentuk habitus siswa. 

Studi serupa juga dilakukan oleh Pawestri; Kholifah (2020), Rohmatin; Mudzakkir (2013). Berdasarkan penemuan terbaru ini, maka semua teori yang mengatakan praktik sosial/ tindakan dapat tercipta melalui hubungan yang intens antara habitus dan modal yang terjadi pada suatu tempat/ ranah tidak dapat dibenarkan. 

Selain berbeda dengan teori Bourdieu, temuan ini juga menolak pendapat Gaddis (2013), menyatakan pentingnya habitus dalam hubungan antara modal budaya dan prestasi akademik bagi kaum muda yang kurang beruntung. Pendapat ini didukung oleh beberapa sarjana, antara lain Krisdinanto (2014), Daroini; Handoyo (2015).

Pendapat-pendapat ini tidak berdasarkan pada studi lapangan, tetapi bersifat common sense dari observasi sekilas dari kecenderungan yang sedang terjadi.

Praktik keberagamaan yang terbebani adalah hasil (Modal x Habitus) + Ranah = Praktik, yang di dapat dari modal ekonomi, modal sosial, modal kultural, dan modal simbolik dalam ruang pendisiplinan dan pengawasan, sehingga praktik keberagamaan hanya kepatuhan dilingkup asrama.

Dwi berharap hasil penelitiannya ini dapat menjadi rujukan bagi kepala asrama, pembina dan seluruh stakeholder sekolah agar program-program kegiatan keagamaan harus menyesuaikan kondisi fisik siswa, sehingga praktik keberagamaan sesuai dengan tujuan sekolah berdasarkan visi dan misi. (*)

 

*) Penlis: Dwi Noviani, Mahasiswa Program Doktor PAI Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • PPKM Level 4 Berakhir, Gubernur Khofifah Tunggu Instruksi Luhut
    PPKM Level 4 Berakhir, Gubernur Khofifah Tunggu Instruksi Luhut
    25/07/2021 - 15:07
  • Oksigen Tipis, IGD RSUD dr. Moch. Saleh Probolinggo Tak Terima Pasien Baru
    Oksigen Tipis, IGD RSUD dr. Moch. Saleh Probolinggo Tak Terima Pasien Baru
    25/07/2021 - 14:55
  • 418 Kasus Konfirmasi Covid-19, Dinkes Musi Rawas Minta Warga Jangan Lengah
    418 Kasus Konfirmasi Covid-19, Dinkes Musi Rawas Minta Warga Jangan Lengah
    25/07/2021 - 14:49
  • Gara-Gara Skateboard, Tiongkok Dicongkel dari Puncak Peroleh Medali oleh Jepang di Olimpiade Tokyo 2020
    Gara-Gara Skateboard, Tiongkok Dicongkel dari Puncak Peroleh Medali oleh Jepang di Olimpiade Tokyo 2020
    25/07/2021 - 14:40
  • Anggota DPR Agun Gunandjar Sudarsa Ajak Masyarakat Gotong Royong di Masa Pandemi
    Anggota DPR Agun Gunandjar Sudarsa Ajak Masyarakat Gotong Royong di Masa Pandemi
    25/07/2021 - 14:33

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kiai Dan Upaya Memperbaiki Keletihan Sosial
    Kiai Dan Upaya Memperbaiki Keletihan Sosial
    25/07/2021 - 08:12
  • Jadi Pribadi Kecanduan Menulis
    Jadi Pribadi Kecanduan Menulis
    25/07/2021 - 00:21
  • Demokrasi Ilusif Menghantui Indonesia
    Demokrasi Ilusif Menghantui Indonesia
    24/07/2021 - 17:07
  • Memberantas Kecerdasan
    Memberantas Kecerdasan
    24/07/2021 - 16:31
  • Energi Positif Lawan Corona
    Energi Positif Lawan Corona
    24/07/2021 - 15:43
  • Mengenal Sejarah dan Polemik Rokok
    Mengenal Sejarah dan Polemik Rokok
    24/07/2021 - 14:26
  • Rajin Melawan Pemanasan Global
    Rajin Melawan Pemanasan Global
    24/07/2021 - 13:40
  • Perlukah Pemerintah Menggandeng Primary Healthcare Swasta Dalam Penanganan Covid-19?
    Perlukah Pemerintah Menggandeng Primary Healthcare Swasta Dalam Penanganan Covid-19?
    24/07/2021 - 13:20

KULINER

  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27
  • Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    17/07/2021 - 09:22
  • Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    16/07/2021 - 12:43