Peristiwa Internasional

Dampak Lingkungan Tenggelamnya Kapal X-Press Pearl di Kolombo Srilanka Jadi Nyata

Jumat, 02 Juli 2021 - 19:11 | 11.78k
Dampak Lingkungan Tenggelamnya Kapal X-Press Pearl di Kolombo Srilanka Jadi Nyata
Puluhan penyu mati telah terdampar di pantai. (FOTO: BBC/Reuters)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tenggelamnya kapal peti kemas X-Press Pearl di laut lepas Kolombo, Srilanka mulai memberi dampak terhadap lingkungannya seperti kekhawatiran para ahli sejak awal.

Ratusan penyu, 20 ikan lumba-lumba, 4 ikan paus mati dan terdampar sejak peristiwa itu. Pengadilan Srilanka juga telah mengetahui hal itu.

Sejak awal para ahli mengkhawatirkan kapal peti kemas yang membawa berton-ton minyak di tangkinya dan tenggelam dalam peristiwa kebakaran itu akan menjadi bahaya lingkungan selama beberapa dekade.

Ikan-dan-kura-kura-mati-telah-terdampar-di-Negombo.jpgIkan dan kura-kura mati telah terdampar di Negombo (FOTO: BBC/ EPA)

Kapal X-Press Pearl waktu itu membawa 278 ton bahan bakar minyak bunker dan 50 ton minyak gas ketika terbakar pada 20 Mei. Kapal itu juga membawa 25 ton asam nitrat, bersama dengan bahan kimia dan kosmetik lainnya.

Satu kelompok lingkungan sebelumnya mengatakan muatan beracun kapal mengancam akan membuat sup kimia di daerah tersebut. Seorang menteri pemerintah mengatakan tidak biasa kematian hewan tinggi pada saat ini.

"Selama musim monsun barat daya, makhluk laut tidak pernah mati dengan cara ini," kata Menteri Lingkungan Srilanka, Mahinda Amaraweera kepada wartawan seperti dilaporkan Reuters.

"Sebagian besar bangkai hewan ini ditemukan di pantai barat yang terkena dampak langsung kapal karam," ujarnya.

Kapal sepanjang 186m (610ft) itu meninggalkan pelabuhan Hazira di India menuju Kolombo pada 15 Mei. Kebakaran terjadi ketika berlabuh di pelabuhan Kolombo.

Kapal-tenggelam-pada-awal-Juni.jpgKapal tenggelam pada awal Juni(FOTO: BBC/EPA)

Pantai tersebut kemudian dipenuhi polusi minyak, puing-puing dan pelet plastik, ertab kehidupan laut yang mulai mati dan hanyut. Penangkapan ikan di daerah tersebut pada awalnya dilarang meskipun beberapa pembatasan tersebut telah dicabut.

Pemerintah Sri Lanka juga telah mengajukan klaim asuransi awal sebesar $40 juta untuk biaya pemadaman kebakaran dan kompensasi hilangnya pendapatan bagi sekitar 50.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah nelayan.

Para pejabat Sri Lanka percaya bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kebocoran asam nitrat yang telah diketahui oleh para kru sejak 11 Mei. Asam yang sangat korosif ini banyak digunakan dalam pembuatan pupuk dan bahan peledak.

Pemilik kapal mengkonfirmasi bahwa kru telah mengetahui kebocoran tersebut, tetapi mengatakan mereka tidak diberi izin oleh Qatar dan India untuk merapat kapal di sana.

Sekarang ada kemarahan yang tumbuh di Sri Lanka bahwa kapal itu diizinkan memasuki perairan negara itu. Kapten kapal Rusia, yang telah dilarang meninggalkan negara itu, muncul di pengadilan pada hari Kamis meskipun ia belum dituntut.

Sementara 14 orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya kapal peti kemas X-Press Pearl ini. Proses pengadilan Srilanka akan dilanjutkan pada 15 Juli. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Dosen Psikologi UIN Maliki Malang ini Kupas Masalah Tantrum, Apa Itu?
    Dosen Psikologi UIN Maliki Malang ini Kupas Masalah Tantrum, Apa Itu?
    01/08/2021 - 08:24
  • Bahas Efek Covid dan Mag Kronis, Tim PRO EM-1 dan AMRO Institute Kunjungi RS Gotong Royong
    Bahas Efek Covid dan Mag Kronis, Tim PRO EM-1 dan AMRO Institute Kunjungi RS Gotong Royong
    01/08/2021 - 07:31
  • Ketahuan Berwisata, Atlet Georgia Dikeluarkan dari Olimpiade Tokyo 2020
    Ketahuan Berwisata, Atlet Georgia Dikeluarkan dari Olimpiade Tokyo 2020
    01/08/2021 - 06:26
  • China Kokoh di Puncak Klasemen Olimpiade Tokyo 2020
    China Kokoh di Puncak Klasemen Olimpiade Tokyo 2020
    01/08/2021 - 05:16
  • Sukses Orbitkan Taurus, Oneng Sugiarta Entertainment Rilis Lagu Keras Kepala
    Sukses Orbitkan Taurus, Oneng Sugiarta Entertainment Rilis Lagu Keras Kepala
    01/08/2021 - 03:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    31/07/2021 - 16:38
  • Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    31/07/2021 - 14:55
  • Literasi  Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    Literasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    31/07/2021 - 12:26
  • Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    31/07/2021 - 08:06
  • KH Syamsul Arifin, Kesederhanaan dan Keistiqomahan
    KH Syamsul Arifin, Kesederhanaan dan Keistiqomahan
    31/07/2021 - 07:42
  • Government Error dan Ekses Krisis Pandemi
    Government Error dan Ekses Krisis Pandemi
    30/07/2021 - 21:46
  • Binasakan Infodemi, Berantas Pandemi
    Binasakan Infodemi, Berantas Pandemi
    30/07/2021 - 20:14
  • Dampak Positif Covid-19
    Dampak Positif Covid-19
    30/07/2021 - 13:48

KULINER

  • Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    01/08/2021 - 01:34
  • Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    31/07/2021 - 00:22
  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56
  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00