Peristiwa Nasional

Konsultasi Sehat Bersama Probiotik: Alam Melakukan Seleksi, Yang Tidak Selaras Bisa Jadi Korban Pandemi

Kamis, 01 Juli 2021 - 10:24 | 41.80k
Konsultasi Sehat Bersama Probiotik: Alam Melakukan Seleksi, Yang Tidak Selaras Bisa Jadi Korban Pandemi
Ge Recta Geson: Praktisi Probiotik Indonesia.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Healthy Times (konten khusus kesehatan TIMES Indonesia) membuka ruang Konsultasi Sehat bersama Probiotik. Konsultasi ini akan diasuh oleh Apt Ge Recta Geson (praktisi produk Probiotik dari PT AMA) dan Prof Dr dr Subijanto (pakar Probiotik). Konsultasi dapat dikirim ke WA 087757452700. 

***

Pertanyaan:
Pak Recta dan Prof Subijanto yang baik. Saya Made Rai di Kuta, Denpasar. Kondisi krisis ekonomi wisata akibat pandemi ini sepertinya masih lama di Bali. Aku yakin juga terjadi di mana-mana. 

Nah, dari kacamata bapak, sebenarnya sampai kapan pandemi Covid ini berakhir? Apakah setelah semua penduduk divaksin menjamin pandemi berakhir? Bagaimana menyeimbangkan kondisi semacam ini? Mohon pencerahannya pak. 

Made Rai, Denpasar

Jawaban:

Salam sehat dengan probiotik. Bli Made Rai yang baik. Sejauh ini semua referensi mengatakan bahwa virus tidak akan bisa dieradikasi dari muka bumi, termasuk Covid-19. Upaya membunuh, mensterilkan coronovirus dengan desinfektan, antibiotik dan antivirus sebaliknya justru menyebabkan Coronavirus bermutasi menjadi mutan atau varian baru yang lebih liar dan ganas. 

Varian baru inilah yang menjadi penyebab gelombang baru pandemi yang sedang berlangsung. 

Lalu bagaimana pandemi bisa berakhir? Pandemi, seperti dalam tulisan saya terdahulu “Empat Faktor Penyebab Pandemi”, pada dasarnya adalah upaya alam untuk me-rebalancing antara jumlah populasi dan daya dukung (carrying capacity) bumi, supaya tercipta keseimbangan baru. Populasi sudah melampaui daya dukung planet ini. 

Dalam pandemi, alam sejatinya melakukan seleksi. Orang yang tidak layak, tidak selaras dengan alam akan menjadi korban. Memutus komunikasi apalagi melawan alam menyebabkan kerusakan mikrobiota usus dengan akibat masalah imunitas yang menjadi sasaran Covid-19. 

Upaya untuk mencapai keseimbangan baru antara populasi dan daya dukung bumi juga bisa diciptakan dengan menaikkan daya dukung bumi. 

Caranya dengan; pertama: mengurangi emisi kendaraan bermotor dan industri. CO2 melimpah sebaliknya tipis oksigen menciptakan lingkungan yang ekstrem, mengundang datangnya virus dan patogen lain. 

Kedua, mencegah pembusukan limbah organik menjadi gas beracun metan, amoniak dan H2S secara bakterial direcycle menjadi nutrisi yang diperlukan oleh tanaman atau ternak. Sebaliknya siklus alam akan terputus. Gas-gas beracun akibat pembusukan akan menciptakan lingkungan yg ekstrim pula, yang kondusif untuk virus dan patogen lain. 

Ketiga, gunakan pestisida, desinfektan, antibiotik, antivirus secara rasional. Pemakaian yang tidak rasional malah menciptakan varian baru dan membuat lingkungan semakin ekstrim. Virus dan patogen lain jangan dibunuh, tapi diredam, dikontrol, dengan membangun mikrobioma atau mikrobiota. Dalam lingkungan/tubuh yang memiliki mikrobioma/mikrobiota, virus tidak akan menunjukkan keganasan. 

Bagaimana supaya kita selaras dengan alam sehingga tidak mengalami masalah imunitas akibat kerusakan mikrobiota usus? 

Pertama, lakukan aktivitas outdoor seperti bermain di lapangan rumput atau taman, berkebun, berenang disungai atau laut. Kita akan terpapar probiotik alami. 

Kedua, makan makanan bergizi seimbang. Serat dari buah dan sayuran adalah prebiotik, makanan probiotik dalam usus. 

Ketiga, cara praktis untuk mendapatkan probiotik alami adalah suplementasi PRO EM1 yang berisi multistrain probiotik hidup, aktif, dan padat. Melakukan ini semua akan membangun mikrobiota yang sehat. 

Memiliki mikrobiota yang beragam dan seimbang maka akan terbangun pertahanan tubuh yang kuat, yaitu imunitas dengan respons yang seimbang. 

Dua masalah respons imun yang rentan dengan Covid-19 adalah, pertama respon Imun rendah/low imun. Penderita COVID-19 akan mengalami kerusakan paru-paru jika memiliki respons imun rendah. 

Coronavirus berbiak jadi banyak tidak terkendali dalam paru-paru penderita sehingga terjadi kerusakan paru-paru yaitu pneumonia sampai ARDS. 

Kedua, respon imun berlebihan/over imun. Sedikit penempelan coronavirus dalam paru-paru penderita dengan respon imun berlebihan akan berakibat badai sitokin. Kerusakan paru-paru yaitu: Pneumonia sampai ARDS diakibatkan oleh badai sitokin itu. 

Bagaimana orang sehat yang memiliki respons imun seimbang bila terpapar coronavirus? Virus tidak akan berbiak menjadi banyak dan tidak terjadi badai sitokin atau radang yang berlebihan. Orang demikian akan hidup damai dengan coronavirus atau OTG.

Di sinilah PRO EM1 membangun Imunitas dengan respons imun seimbang. Jadi membangun pertahanan yang kuat = membangun mikrobiota usus = imunitas dengan respons seimbang, supaya hidup damai dengan coronavirus. Itu solusi hilir.

Untuk solusi hulu, membuat lingkungan tidak ekstrim, kondusif untuk coronavirus tapi kondusif untuk probiotik. Misalnya dengan menaikkan carrying capacity lingkungan. 

Demikian penjelasan kami Bli Made. Salam sehat selalu di Oulau Dewata.

***

Konsultasi Sehat bersama Probiotik ini akan hadir setiap hari. Ini adalah persembahan Healthy TIMES untuk hidup sehat di tengah pandemi. (*)

**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • 5 Tops Recommended Destinations in West Java for Your Holiday
    5 Tops Recommended Destinations in West Java for Your Holiday
    06/07/2022 - 00:02
  • Ketua MPR RI Dorong KAHMI Sebagai Kekuatan Ekonomi Bangsa
    Ketua MPR RI Dorong KAHMI Sebagai Kekuatan Ekonomi Bangsa
    05/07/2022 - 23:12
  • HNW: Sikap Konstitusional Pemerintah Terkait Pernikahan Beda Agama agar Dipatuhi
    HNW: Sikap Konstitusional Pemerintah Terkait Pernikahan Beda Agama agar Dipatuhi
    05/07/2022 - 22:49
  • Ingin Healing? Ayo Datang ke Kampung Malahing
    Ingin Healing? Ayo Datang ke Kampung Malahing
    05/07/2022 - 22:34
  • Ketua MPR RI Dorong Polri Wujudkan Polri 'Presisi' 
    Ketua MPR RI Dorong Polri Wujudkan Polri 'Presisi' 
    05/07/2022 - 22:24

TIMES TV

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

Nyaman dan Aman, Yuk Belanja ke Matos

10/11/2021 - 09:39

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena

Suara Merdu Dipikat Label Maia Estianty- Ninaya Ilena
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji

Jelajah Kopi Nusantara : Sukron, Anak Desa Bangkitkan Kopi Taji
Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

Pemkot Malang Kuatkan Infrastruktur Digital Penunjang Smart City Melalui Wifi Gratis

iGuides

  • Tawarkan Konsep Baru, Saygon Hotel and Cottage Terekomendasi Iguides 5 Star
    20/03/2022 - 18:00
  • Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    Skipjack, Kuliner Seafood Murah Rasa Bintang Lima, iGuides Recommended!
    28/01/2022 - 10:38
  • Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    Miliki Kolam Ombak Ikonik, Saygon Waterpark Iguides Recommended
    07/12/2021 - 20:06
  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05

KOPI TIMES

  • Perestroika Kapital Demokrasi
    Perestroika Kapital Demokrasi
    02/07/2022 - 17:12
  • Implementasi Ibadah Haji dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    Implementasi Ibadah Haji dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
    02/07/2022 - 14:52
  • Penerapan Inovasi ETLE
    Penerapan Inovasi ETLE
    02/07/2022 - 12:12
  • Dinamika dan Dilema Siswa Masuk Perguruan Tinggi
    Dinamika dan Dilema Siswa Masuk Perguruan Tinggi
    02/07/2022 - 11:19
  • Dampak Perubahan Nama Jalan Terhadap Legalitas Dokumen
    Dampak Perubahan Nama Jalan Terhadap Legalitas Dokumen
    01/07/2022 - 18:22
  • Islam dan Sains Teknologi Modern
    Islam dan Sains Teknologi Modern
    01/07/2022 - 14:04
  • Balang Keris
    Balang Keris
    01/07/2022 - 11:38
  •  Inisiatif Indonesia Mengakhiri  Eskalasi Ketidakpastian Global
     Inisiatif Indonesia Mengakhiri  Eskalasi Ketidakpastian Global
    01/07/2022 - 10:35

KULINER

  • Perluas Market, Toko Kopi Tuku Buka Gerai Kedua di Surabaya
    Perluas Market, Toko Kopi Tuku Buka Gerai Kedua di Surabaya
    05/07/2022 - 20:46
  • Mencicipi Pecel Pithik Dalam Tradisi Tumpeng Sewu Banyuwangi
    Mencicipi Pecel Pithik Dalam Tradisi Tumpeng Sewu Banyuwangi
    05/07/2022 - 13:10
  • Menikmati Kuliner Ikonik Majalengka di Taman Bagja Raharja
    Menikmati Kuliner Ikonik Majalengka di Taman Bagja Raharja
    04/07/2022 - 19:41
  • Kelezatan Nasi Bebek Songkek, Kuliner Pojok Kampung Resep Warisan Leluhur
    Kelezatan Nasi Bebek Songkek, Kuliner Pojok Kampung Resep Warisan Leluhur
    04/07/2022 - 19:22
  • Sukses di Gresik, Cuanki Cep Bewok Rambah Surabaya
    Sukses di Gresik, Cuanki Cep Bewok Rambah Surabaya
    03/07/2022 - 21:06