Kopi TIMES

Tenang vs Tegang

Selasa, 29 Juni 2021 - 09:14 | 28.02k
Tenang vs Tegang
Ach Dhofir Zuhry.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Selain sumber daya jasmani, manusia juga dianugerahi sumber daya rohani berupa keyakinan hati, kemantapan tekad, ketenangan pikiran, kepercayaan diri dalam melangkah dan mengambil keputusan.

Secara gampang, dua sumber arus utama itu adalah energi tenang dan energi tegang. Dan, kabar buruknya, kita lebih sering di luar kendali terjebak dan atau bahkan sengaja menjerat diri pada energi tegang dalam setiap aktivitas dan rutinitas.

Energi tegang dicirikan dengan dengan ketegangan otot, stres berlebih, cemas, jantung berdebar, depresi dan kekakuan sikap yang dipicu hormon-hormon ketegangan berupa adrenalin dan kortisol. Tegang dalam bersikap tidak lantas berarti kuat, apalagi tegas. Ia rapuh dan gampang dibakar. Keras itu gampang dipecahkan. Kaku itu mudah dipatahkan.

Misal, Anda bangun tidur dalam keadaan lelah, otot kaku dan temperatur batin yang kacau karena semalam terpaksa lembur kerja yang tak hanya menyita fisik tapi juga pikiran dan mental. Namun demikian, manakala aroma kopi atau teh hangat yang disajikan penuh kasih-sayang oleh isteri Anda melintasi syaraf dan kerongkongan, sejenak Anda dihingapi ketenangan. Energi tenang mulai dipompa ke sekujur tubuh Anda. Kini sumber daya positif siap mengantar Anda menuju tempat kerja.

Sembari mengantar anak-anak ke sekolah, kemacetan lalu lintas pagi, telepon dari klien dan rekan kerja, serta teror dari atasan, praktis menguras habis secangkir semangat yang Anda bawa dari rumah. Anda bisa menebak apa yang terjadi kemudian dengan produktivitas kerja Anda?

Yang tadinya fine-fine saja, kini sepanjang jalan klakson-klakson  pengendara lain terdengar berdentum seolah ingin menabrak Anda, seluruh pengguna jalan seakan memusuhi Anda, semua mitra kerja yang menyapa dan tersenyum ramah nampak seakan hendak menerkam Anda, dan memasuki ruang kerja tak ubahnya menghadapi hukuman pancung.

Pertanyaan sederhana bisa kita ajukan: mengapa gangguan kecil dan sandungan ringan deakan menjadi rintangan besar? Mangsa gundukan tanah tampak bagai gunung sehingga frustrasi meninggi? Ya, energi tegang pemicunya. Sebenarnya, yang menjalani hukuman mati bukan Anda, tapi vitalitas, kreativitas dan produktivitas Anda.

Nah, inilah yang kelihatannya Anda tunggu-tunggu: bagaimakah cara meraih dan mempertahankan energi tenang justru dalam situasi tegang penuh tekanan? Baik, seruput teh hangat Anda, tarik napas dalam-dalam dan lepaskan ketegangan Anda perlahan-lahan, kalau perlu lahan perlaha, he.

Energi manusia secara kuat dipengaruhi oleh biologi waktu atau kronobiologi yang mengukur naik-turunnya energi manusia berdasarkan tatakelola dan penggunaan waktu secara alami, tepat dan berdaya guna. Kenaikan dan penurunan atau aliran energi tegang dan energi tenang terjadi bukan semata karena kerja berat dan aktivitas padat, tapi juga sikap mental kita kepada waktu. Prinsip ini disebut ritme ultradian atau saya menyebutnya sebagai seni mengelola energi dalam waktu.

Bagaimana mengatur ritme kerja, kapan harus jeda ngopi dan istirahat, bagaimana mendayagunakan hormon endorfin agar tetap semangat dan produktif bahkan di usia todak produktif, bagaimana bisa mencapai hasil lebih banyak dengan sedikit ketegangan dan minus tempramen, cara apakah yang harus ditempuh untuk mengurangi sampah dunia maya dan radiasi gawai dalam dunia kerja serta yang terpenting: bagaimana agar tetap bahagia dalam bekerja?

Nah, jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan, jika Anda mencintai tugas-tugas dan kewajiban, Anda tidak perlu (merasa) bekerja pada siapapun dan tertekan oleh apapun sepanjang hidup Anda. Orang-orang bahagia tidak menunggu dan berhitung apa yang akan terjadi, mereka hanya berfokus memberikan penghargaan pada dirinya (self-esteem) dengan cara bekerja sebaik-baiknya, menghargai waktu saat ini dengan setinggi-tingginya dan bersyukur dalam doa sedalam-dalamnya. Inilah mantra dalam bekerja.

Saat bekerja dalam tekanan dan tenggat waktu yang mepet, saya justru mengambil jeda tidur siang 45 menit, menjauhkan gawai, berdoa dan membaca satu-dua ayat favorit saya dari Kitab Suci sebelum dan setelah bangun tidur untuk sekadar reenergize semangat. Anda tahu hasilnya apa?

Ketentraman, kemakmuran dan kebahagian tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh, satu tarikan nafas dengan rasa syukur untuk melakukan apapun yang kita cintai. Cinta adalah energi tenang itu sendiri. Segala yang Anda lakukan dengan cinta akan diwarnai dengan energi kulaitas. Anda akan tetap tenang dalam situasi sulit. Dan, kabar baiknya, tenang adalah ciri pemenang, gegabah adalah ciri orang kalah, selalu tegang adalah gaya para pecundang. Hemat saya, jika tersedia waktu hanya 4 jam untuk Anda menebang pohon, maka gunakanlah 3 jamnya untuk mengasah kapak. (*)

 

*) Penulis: Ach Dhofir Zuhry

 

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

______
**)
Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Let's Find Out Why OP Shirt Becomes the Local's Favorite Brand
    Let's Find Out Why OP Shirt Becomes the Local's Favorite Brand
    04/08/2021 - 05:24
  • 5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    04/08/2021 - 04:30
  • 20:20  Bedjosport, Best Place to Get Your Custom Jersey
    20:20 Bedjosport, Best Place to Get Your Custom Jersey
    04/08/2021 - 03:16
  • Best Vegetables for Beautiful Skin
    Best Vegetables for Beautiful Skin
    04/08/2021 - 02:05
  • Iron-Packed Foods for Combatting Anemia
    Iron-Packed Foods for Combatting Anemia
    04/08/2021 - 01:22

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    02/08/2021 - 11:22
  • Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    02/08/2021 - 10:46
  • Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    02/08/2021 - 09:45
  • Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    02/08/2021 - 06:57
  • Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    31/07/2021 - 16:38
  • Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    31/07/2021 - 14:55
  • Literasi  Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    Literasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    31/07/2021 - 12:26
  • Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    31/07/2021 - 08:06

KULINER

  • 5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    5 Makanan Berikut Kenyataannya tak Sesehat Iklannya
    04/08/2021 - 04:30
  • Bolu Kijing Bang Opan Padaherang Bikin Susi Pudjiastuti Ketagihan
    Bolu Kijing Bang Opan Padaherang Bikin Susi Pudjiastuti Ketagihan
    03/08/2021 - 13:33
  • Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    01/08/2021 - 13:26
  • Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    01/08/2021 - 01:34
  • Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    31/07/2021 - 00:22