Di Modifikasi, Angkot di Kota Banjar ini Beri Kenyamanan untuk Penumpangnya
Berbagai cara dilakukan pengemudi angkutan kota (angkot) satu ini untuk mengundang minat masyarakat terhadap transportasi umum yang kini mulai banyak ditinggalkan.

BANJAR – Berbagai cara dilakukan pengemudi angkutan kota (angkot) satu ini untuk mengundang minat masyarakat terhadap transportasi umum yang kini mulai banyak ditinggalkan.
Adalah Anton, pengemudi angkot 07 Jurusan Banjar-Pamarican yang bermimpi untuk bisa membuat penumpang betah dan nyaman mengendarai transportasi umum ini. Terinspirasi saat dirinya mendapatkan charteran dari warga yang membooking angkotnya ke Pantai Pangandaran.
Anton (42) mengaku ingin membuat penumpangnya senang dan tidak bosan selama berada di angkotnya. Untuk itu, dengan merogoh koceknya yang lumayan besar, pria berperawakan tinggi besar ini mulai mewujudkan impiannya dengan memodifikasi interior angkotnya.
"Sekitar tujuh juta rupiah saya habiskan untuk membuat interior di angkot saya dan walaupun belum maksimal penumpang saya cukup puas," ungkapnya kepada TIMES Indonesia.
Selain mengganti jok pengemudi dan penumpang dengan sofa empuk dan nyaman, Anton juga memasang Televisi LCD yang saat ini sedang dalam proses untuk bisa karaoke.

"Alhamdulillah, sejak ganti interior bookingan charter angkot saya meningkat," imbuhnya.
Kendati demikian, Anton masih mengeluhkan minimnya penumpang harian angkot kendati angkotnya telah di modifikasi sedemikan rupa.
"Penumpang harian masih minim padahal tarif ongkos yang diberlakukan tidak mengalami kenaikan, masih Rp10 ribu untuk trayek Pamarican-Banjar dan untuk anak sekolah berlaku setengahnya," katanya.
Hal senada dikatakan Rozikin Prasetyo, Pengemudi yang beberapa kali meraih penghargaan sebagai pengemudi teladan di Kota Banjar.
"Kami mohon pihak-pihak terkait mengamankan travel gelap yang selama ini telah merugikan transportasi umum karena mereka itu mengambil trayek angkot saat mengantar jemput penumpang," ucapnya.

Rozikin bahkan mengungkap ulah para pengemudi travel gelap yang telah membuat trayek sendiri.
"Bahkan ada travel gelap yang membuka trayek Cikupa-Tasikmalaya, itu jelas mematikan usaha transportasi umum berpelat kuning seperti kami," lanjutnya.
Rozikin berharap dengan peningkatan fasilitas maupun pelayanan transportasi umum, penumpang dapat melirik kembali angkot sebagai moda transportasi umum. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

