Hukum dan Kriminal

Petani Miskin di Banyuwangi Jadi Korban Penipuan Bermodus KUR

Kamis, 24 Juni 2021 - 11:44 | 121.04k
Petani Miskin di Banyuwangi Jadi Korban Penipuan Bermodus KUR
Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Marhadin bersama Atmaji, petani miskin buta huruf korban dugaan penipuan proram pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR). (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Nahas nasib Atmadi, warga Dusun Karangrejo, Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Petani miskin buta huruf ini harus menerima kenyataan dirinya diduga telah menjadi korban dalam pelaksanaan program pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

KUR yang dia urus melalui Kelompok Tani (Poktan) ‘Permata’ Desa Wongsorejo, sesuai buku rekening Bank BNI, sebesar Rp 25 juta. Namun yang dia terima dari SN, si Ketua Poktan, hanya sebesar Rp 5 juta saja. Itu pun tidak semuanya berbentuk uang. Melainkan sebagian wajib diwujudkan dengan bibit tanaman dan obat pertanian, sehingga nominal KUR yang diterima dalam bentuk cash hanya Rp 1,2 juta.

Tak hanya itu, pijaman KUR milik Atmaji bukan hanya diserahkan Rp 5 juta saja, tapi juga disebut telah dipotong Rp 500 ribu oleh Ketua Poktan ‘Permata’ Desa Wongsorejo. Dengan dalih untuk pembayaran bunga Bank.

Pemuda Pancasila Banyuwangi 3Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Marhadin bersama Atmaji, petani miskin buta huruf korban dugaan penipuan proram pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR). (Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

Kepada TIMES Indonesia, Atmadi bercerita, dia baru sadar menjadi korban penipuan pada 14 Juni 2021 lalu. Saat itu petani paruh baya tersebut hendak melunasi KUR di Bank BNI Banyuwangi. Karena mengira hanya memiliki tanggungan Rp 5 juta, dia pun datang dengan membawa uang dengan besaran yang sama.

Dan bagai disambar petir ketika petugas Bank BNI menjelaskan padanya bahwa pinjaman KUR atas nama dirinya sebesar Rp 25 juta.

“Saya kaget sekali. Saya itu kan tidak bisa baca tulis, jadi tidak pernah membuka buku rekening. Buku rekening baru saya buka dari amplop yang diberikan Bank BNI, ya saat saya datang ke Bank,” katanya, Kamis (24/6/2021).

Merasa telah menjadi korban penipuan, sepulang dari Bank BNI Banyuwangi, Atmadi langsung mendatangi sesama petani yang ikut mengajukan KUR. Di Desa Wongsorejo, sedikitnya ada 8 orang petani yang menjadi peserta. Dan rata-rata mereka tidak bisa baca dan tulis.

“Seperti saya, mereka juga tidak pernah membuka buku rekening dari Bank. Karena ya tidak bisa membaca dan menulis. Begitu saya beri tahu, mereka baru buka buku rekening, dan mereka langsung kaget utangnya ternyata Rp 25 juta. Padahal yang diterima hanya Rp 5 juta, itupun tidak berwujud uang semua,” jelasnya.

Merasa tidak terima, Atmaji pun mengadu ke Kantor Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Banyuwangi. Dan langsung melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polresta Banyuwangi.

“Tanggal 14 Juni 2021, kita telah melaporkan ke Polresta Banyuwangi, dan tanggal 22 Juni 2021, kami telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” ucap Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Marhadin.

Disampaikan, dugaan penipuan program pemerintah KUR terhadap Atmaji bermula pada akhir tahun 2020 silam. Kala itu, SN, ketua Pokt an ‘Mutiara’ Desa Wongsorejo, memberitahukan bahwa ada program KUR di Bank BNI. Dengan pinjaman sebesar Rp 5 juta per petani. Lantaran butuh biaya untuk bercocok tanam, Atmaji pun menyambut baik kabar tersebut.

Kala itu SN menjelaskan bahwa besaran pinjaman Rp 5 juta tersebut tidak seluruhnya berbentuk uang. Namun sebagian diwujudkan dalam bentuk bibit tanaman dan obat pertanian. Karena niatan mengajukan KUR memang untuk biaya bertani, Atmaji pun sepakat.

Tak berselang lama, SN meminta Atmaji dan 8 orang petani yang mengajukan KUR di Bank BNI, diminta untuk mengambil bibit tanaman dan obat pertanian kerumahnya. Kala itu, Atmaji mengambil bibit tanaman jagung sebanyak 20 kilogram dan obat pertanian jenis Gramason sebanyak 13 liter.

Sekitar bulan Februari 2021, Atmaji beserta pemohon KUR di Bank BNI dipanggil SN, si Ketua Poktan ‘Permata’ untuk datang ke Kantor Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo. Untuk melakukan tanda tangan pengajuan KUR Bank BNI.

Tanpa pernah diberi salinan perjanjian pemohon KUR Bank BNI, tanggal 17 Februari 2021, Atmaji beserta 8 orang pemohon lainnya dipanggil kembali keruman Ketua Poktan, untuk penyerahan pinjaman. Dengan dipotong kewajiban untuk pembelian bibit tanaman dan obat pertanian, serta Rp 500 ribu untuk pembayaran bunga, Atmaji hanya menerima Rp 1,2 juta saja. Karena menurut SN, si Ketua Poktan ‘Permata’ besaran pinjaman KUR milik Atmaji di Bank BNI Banyuwangi, hanya Rp 5 juta.

“Namun, pada tanggal 14 Juni 2021, ketika Bapak Atmaji hendak melunasi tanggungan KUR ke Bank BNI Banyuwangi, baru diketahui bahwa hutang Bapak Atmaji sesuai yang tertera dalam buku rekening Bnk BNI, sebesar Rp 25 juta. Dan perlu diketahui, Bapak Atmaji ini buta huruf atau tidak bisa baca dan tulis,” ungkap Marhadin.

Atas kejadian ini, MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, berharap ketegasan pihak Polresta Banyuwangi. Agar tidak ada lagi pihak yang memainkan program pemerintah untuk kepentingan tertentu. Terlebih program KUR bagi pemegang kartu tani, yang mana program tersebut diluncurkan demi mendorong kesejahteraan petani serta mendorong program kesuksesan Program Swasembada Pangan Nasional.

“Dari hasil investigasi lanjutan kami, bibit tanaman dan obat pertanian yang diwajibkan untuk dibeli para penerima KUR di Bank BNI ini disinyalir ada keterlibatan oknum PPL,” cetus Marhadin.

Hingga kini, TIMES Indonesia masih berusaha untuk melakukan klarifikasi kepada SN, Ketua Poktan ‘Pertama’ Desa Wongsorejo, Kecamatan Wongsorejo. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Get a Peaceful Ambience by Staying at ASTON Sidoarjo
    Get a Peaceful Ambience by Staying at ASTON Sidoarjo
    25/09/2021 - 02:55
  • JETE TWS T3 New Color Edition, Suara Paten Warna Lebih Keren
    JETE TWS T3 New Color Edition, Suara Paten Warna Lebih Keren
    25/09/2021 - 01:37
  • Limbah Kulit Kelapa dari Pangandaran Beredar Hingga Asia
    Limbah Kulit Kelapa dari Pangandaran Beredar Hingga Asia
    25/09/2021 - 00:09
  • Cetak Gol Cepat, Timnas Putri Indonesia Pukul Singapura
    Cetak Gol Cepat, Timnas Putri Indonesia Pukul Singapura
    24/09/2021 - 23:38
  • Gubernur Khofifah Lantik 5 Pejabat Eselon II, Tiga Staf Ahli Dapat Tugas Khusus
    Gubernur Khofifah Lantik 5 Pejabat Eselon II, Tiga Staf Ahli Dapat Tugas Khusus
    24/09/2021 - 23:00

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    Program Kotaku di Indramayu: Apa dan Bagaimana?
    24/09/2021 - 19:12
  • Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    Upaya Sederhana Basmi Dosa Besar Dalam Dunia Pendidikan
    24/09/2021 - 11:01
  • ”Bahasa” Orang Miskin
    ”Bahasa” Orang Miskin
    21/09/2021 - 15:55
  • Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    Vaksin Dipacu, Wsbk Melaju
    21/09/2021 - 13:14
  • Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    Menuju Pendidikan yang Berkualitas
    21/09/2021 - 12:55
  • Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    Agama Cinta Gus Dudung Abdurrachman, Sang Jenderal Bernasab Sunan Gunung Jati
    21/09/2021 - 09:58
  • Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    Mengenang Isa Hasanda Pendiri SBT, 12 Tahun Dari Bui ke Bui
    20/09/2021 - 17:51
  • Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    Pengakaran Kembali Pancasila di Masyarakat
    20/09/2021 - 13:25

KULINER

  • Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    Steamboat Jumbo Luminor Hotel Jakarta Kota Sukses Curi Perhatian Penikmat Kuliner
    23/09/2021 - 16:30
  • Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    Asyiknya Nikmati Senja di ASTON Sidoarjo City Hotel & Conference Center
    23/09/2021 - 01:33
  • Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    Berburu Lezat Gurih Es Kopi Susu Tetangga di Toko Kopi Tuku Surabaya
    20/09/2021 - 05:30
  • Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    Unik, Ada Bakso Berbentuk Rantai di Sidoarjo
    20/09/2021 - 01:25
  • 154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    154 Tempat Wisata di Jatim Sudah Buka, Perhatikan Hal Ini
    19/09/2021 - 14:50