Kopi TIMES

PPN Sekolah Panen Penolakan, Seriuskah Pemerintah Majukan Pendidikan?

Selasa, 22 Juni 2021 - 18:32 | 37.61k
PPN Sekolah Panen Penolakan, Seriuskah Pemerintah Majukan Pendidikan?
Choirul Amin.

TIMESINDONESIA, MALANG – Tindakan pemerintah yang terburu-buru melempar wacana dalam rencana RUU terkait revisi UU Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (KUP) terus mendapat kritikan. Banyak kalangan bahkan memastikan akan menolak jika revisi UU KUP ini akhirnya dianggap merugikan. 

Beberapa hal yang akan diajukan pemerintah terkait revisi UU KUP ini memang bisa memunculkan polemik dan sejumlah isu krusial. Seperti, isu pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) komoditi sembako, dan jasa pendidikan yang kemungkinan tetap akan dikenai PPN. 

Skema revisi UU 6/1983 tentang KUP yang diwacanakan Kementerian Keuangan disebut-sebut akan menghapus pengecualian pajak bagi jasa pendidikan, yang sebelumnya termasuk yang dikecualikan. Artinya, sangat mungkin nantinya jasa pendidikan juga dikenai pajak pertambahan nilai (PPN) seperti beberapa sektor lainnya. 

Wacana dan isu ini belakangan menggelinding bak bola liar dan menjadi polemik. Dalam sebuah kesempatan, Menkeu Sri Mulyani sempat menyesalkan munculnya polemik ini. Pihaknya merasa tidak secara eksplisit menyebut rencana ini, dan menyebut terjadi tafsir publik yang kebablasan. 

Terlepas kemunculan polemik ini, pastinya draf RUU revisi UU 6/1983 KUP ini tetap dilakukan. Sehingga, dimungkinkan bisa muncul polemik baru jika kebijakan yang akan dihasilkan justru akan merugikan dan kontraproduktif terhadap komitmen pembangunan yang berkeadilan bagi rakyat nantinya. 

Protes dan kritik wacana PPN terhadap pendidikan ini seperti dilontarkan pihak PGRI Jawa Timur. Pemberlakun pajak bagi sekolah, dianggap sebagai produk kebijakan yang salah dan bertentangan dengan komitmen memajukan pendidikan sebagaimana yang sudah diperkuat dengan perundangan sebelumnya. 

"(Jika diberlakukan) PPN bagi jasa pendidikan jelas-jelas salah dan melanggar konstitusi dan perundang-undangan sebelumnya. Pendidikan mestinya diistimewakan (dikecualikan), tidak lantas dibebani pajak dalam penyelenggaraannya," demikian ditegaskan Ketua PGRI Jawa Timur, Teguh Sumarno, Selasa (16/6/2021).

Adanya PPN bagi jasa pendidikan atau sekolah, dianggap PGRI Jawa Timur pada akhirnya juga akan membebani rakyat dalam memeroleh pendidikan. Sementara, pendidikan dan pencerdasan kehidupan bangsa menjadi hak rakyat yang harus dilindungi dan dipastikan dipenuhi sesuai Konstitusi dan undang-undang (UU).

Menurut PGRI Jatim, masih banya alternatif lain yang bisa dilakukan pemerintah jika serius memajukan dan memprioritas pendidikan. Seperti, mencari sumber pendanaan lain dari obligasi untuk lebih mengoptimal anggaran pendidikan. Termasuk, yang berasal dari perusahaan swasta, BUMN, atau lainnya. 

Bagaimana jika pemberlakuan PPN ini karena alasan adanya praktik komersialisasi pendidikan? Soal ini, Teguh mengakui memang ada sekolah swasta dengan biaya mahal. Akan tetapi, menurutnya jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan sekolah swasta yang ada.

"Pemberlakuan PPN bagi sekolah, sama halnya melakukan swastanisasi atau privatisasi pendidikan. Jika pemerintah tetap ngeyel, kami akan lakukan permohonan untuk judicial review," tegas Teguh Sumarno. 

Pihak PGRI Jatim kini juga tengah menggalang diskusi membahas khusus penolakan pada wacana PPN sekolah, bersama sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur.  

Prihatin Wacana PPN Jasa Pendidikan, Ini Sikap Forum Guru Muhammadiyah 

Sebelumnya PP Muhammadiyah juga sudah menyatakan keras menolak jika PPN jasa pendidikan diberlakukan. Rencana ini pun memantik keprihatinan dan sensitivitas berbagai kalangan. Salah satunya, dari Forum Guru Muhammadiyah (FGM).

Bagi pengelola pendidikan swasta, kebijakan ini dirasa akan memberatkan jika benar-benar diberlalukan nantinya. Damaknya, dikhawatirkan justru akan kontraproduktif dengan upaya membangun sumberdaya manusia dan mencerdaskan anak bangsa. 

Forum Guru Muhammadiyah yang juga bernaung di organisasi Muhammadiyah menyatakan keprihatinannya terhadap rencana pemerintah ini. FGM berencana menyatakan sikap resminya kepada pemerintah juga legislatif yang membahas RUU revisi UU KUP tersebut. 

Ada 7 (tujuh) poin yang menjadi keprihatinan dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Forum Guru Muhammadiyah. FGM menyatakan keberatan dan menolak rencana pemerintah memberlakukan PPN di sektor jasa pendidikan. 

"Kami meminta Pemerintah RI, DPR RI, Menteri Keuangan, Menteri Pendidikan Kebudayaan Ristek, untuk Membatalkan RUU revisi UU Nomor 6/1983, khususnya pada sektor jasa pendidikan yang akan dihapus dari daftar jasa yang tidak kena PPN," demikian pernyataan sikap yang ditandatangani ketua PP FGM, H Pahri, dan sekretaris jendral, Tri Ismu Husnan Purwono, di Jakarta, 12 Juni 2021. 

Mengapa ada penolakan RUU revisi UU Perpajakan ini? Dalam suratnya, FGM menegaskan sejumlah alasan keberatan PPN dikenakan pada jasa pendidikan. Ditegaskan FGM, pembebanan pajak pada lembaga pendidikan tidak mengedepankan asas berkeadilan, terlebih pada sekolah swasta kecil. 

Selain itu, pemberlakuan PPN pada jasa layanan pendidikan juga dianggap tidak sesuai dengan kebijakan perluasan akses dan pemerataan pendidikan. Ada kekhawatiran, masyarakat nantinya menjadi ikut terbebani karena juga menanggung beban pajak yang dihimpun dari sekolah. 

Untuk sekolah bisa memberatkan, karena biaya pendidikan yang menjadi mahal. Dampaknya, beban wali siswa akan semakin berat, sehingga bisa menyebabkan jumlah siswa putus sekolah semakin banyak.

FGM juga menegaskan, dengan tantangan daya saing dan keunggulan yang berat, ditambah belum pulihnya kondisi normal akibat pandemi akhir-akhir ini, kebijakan PPN bagi jasa pendidikan akan memperburuk kondisi dan menambah beban dan permasalahan baru.

"Jika jasa pendidikan masuk daftar jasa yang kena PPN, maka dikhawatirkan beban operasional sekolah semakin tinggi, kesejahteraan guru semakin menurun, dan pengadaan sarana pendidikan tidak jalan," demikian alasan penolakan dalam pernyataan sikap PP Forum Guru Muhammadiyah. (*)

***

*)Penulis: Choirul Amin.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • 6 Kebiasaan Buruk yang Akan Membuat Anda Menyesal
    6 Kebiasaan Buruk yang Akan Membuat Anda Menyesal
    30/07/2021 - 06:33
  • Asyik, Banyak Promo di Hotel The Alana Surabaya saat PPKM
    Asyik, Banyak Promo di Hotel The Alana Surabaya saat PPKM
    30/07/2021 - 05:22
  • Check These Interesting Discounts of Waterboom Ternate
    Check These Interesting Discounts of Waterboom Ternate
    30/07/2021 - 04:33
  • 6 Foods to Eat when You Have Cold
    6 Foods to Eat when You Have Cold
    30/07/2021 - 03:37
  • Manfaat Makanan Organik untuk Kesehatan Tubuh
    Manfaat Makanan Organik untuk Kesehatan Tubuh
    30/07/2021 - 02:33

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Puan dan Citra Politik
    Puan dan Citra Politik
    29/07/2021 - 17:52
  • Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    29/07/2021 - 03:07
  • Semua Bisa Jadi Wartawan
    Semua Bisa Jadi Wartawan
    29/07/2021 - 01:22
  • Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    28/07/2021 - 20:50
  • Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    28/07/2021 - 20:43
  • Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    28/07/2021 - 20:35
  • Membingkai Pendidikan Melalui Keteladanan
    Membingkai Pendidikan Melalui Keteladanan
    28/07/2021 - 19:00
  • Catatan Harian KKN Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi
    Catatan Harian KKN Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi
    28/07/2021 - 18:23

KULINER

  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56
  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27