Kopi TIMES

Mengulik Karya dari Balik Jeruji Nusakambangan

Senin, 21 Juni 2021 - 21:00 | 25.66k
Mengulik Karya dari Balik Jeruji Nusakambangan
Alvin Dianuddin Pratama, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, CILACAP – Nusakambangan, siapa yang tidak mengenal pulau bersejarah dengan kearifan lokal yang sangat dijunjung tinggi ini. Pulau yang berada pada tepi selatan Kabupaten Cilacap tersebut dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sebagai pulau penjara, tidak heran ketika masyarakat memberikan julukan seperti itu, karena sejatinya terdapat 8 (delapan) Lembaga Pemasyarakatan dan 1 (satu) Balai Pemasyarakatan.

Masyarakat luas memandang Pulau Nusakambangan dengan pandangan negatif. Tidak memungkiri ketika masyarakat beranggapan demikian, karena narapidana-narapidana yang berada di Wilayah Pulau Nusakambangan memiliki resiko tinggi terhadap keamanan masyarakat luas. Tetapi berbeda hal dengan para Petugas Pemasyarakatan yang sehari-hari bekerja, membina, dan memberikan ketrampilan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan di Nusakambangan.

Kreativitas, keterampilan, dan karya adalah hak yang dimiliki oleh Warga Binaan Pemasyarakatan untuk bekal mereka mengabdikan diri kepada bangsa dan negara ketika bebas dari masa pidana. Hal ini selaras dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, bahwa setiap narapidana berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Petugas Pemasyarakatan di Nusakambangan berjuang keras untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, seperti yang dilakukan oleh para petugas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan menjadi bukti bahwa dibalik keterbatasan gerak Warga Binaan Pemasyarakatan masih ada cahaya besar berupa karya yang dapat dibanggakan kepada bangsa dan negara.

Banyak ketrampilan yang Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan berikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai bekal bekerja kemudian hari manakala mereka bebas. Ada beberapa ketrampilan dan bakat yang dapat Warga Binaan Pemasyarakatan salurkan didalam Lapas, seperti halnya bermain musik. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan membuktikan bahwa dengan keterbatasan ruang gerak tidak menyurutkan semangat berkarya melalui lagu.

Alhasil 2 album lagu berhasil dirilis oleh Warga Binaan Pemasyarakatan yang bekerjasama baik dengan Petugas Pemasyarakatan, keharmonisan antar lini pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan menciptakan suatu karya yang mampu memberikan pandangan positif bagi masyarakat luas di luar Pulau Nusakambangan.

Karya Warga Binaan Pemasyarakatan khususnya Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya cukup berhenti disitu saja. Banyak karya-karya yang bernilai jual tinggi hasil dari kerja keras Warga Binaan Pemasyarakatan dan Petugas Pemasyarakatan. Seperti karya seni kaligrafi menjadi bukti bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan tidak lupa akan tanggung jawab sebagai hamba, bahwa dibalik keterbatasan yang mereka terima ada hikmah dibalik setiap kejadian. Melalui karya seni kaligrafi mereka menunjukkan bahwa dengan ketaatan yang lebih mereka tinggikan akan berdampak pada hasil yang tinggi. Karya-karya kaligrafi mereka dilirik oleh pasar nasional, banyak pesanan hadir kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan, hal ini muncul karena Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan berhasil menciptakan galeri seni Lapas yang berisikan karya-karya bernilai jual di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan terus meningkatkan kualitas diri Warga Binaan Pemasyarakatan sehingga tercipta kecintaan yang tinggi akan bangsa dan negara. Sebagai wujud kecintaan Warga Binaan Pemasyarakatan kepada bangsa dan negara, mereka berkarya dengan menciptakan batik-batik yang berkualitas.

Batik-batik yang dihasilkan sangat beragam, ada batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi. Keberhasilan pembuatan jenis-jenis batik tersebut tidak lepas dari kerjasama yang baik dari Petugas Pemasyarakatan dan Warga Binaan Pemasyarakatan sehingga menciptakan karya yang sangat berkualitas dan diakui oleh Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pesanan batik yang hadir di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan.

Batik-batik pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA permisan tidak hanya berkualitas dari segi bahan dan desain, tetapi juga menjadi batik yang cukup populer di Indonesia. Bagaimana tidak populer, mulai dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan hingga Anggota DPR RI dan beberapa instansi lain yang melaksanakan kunjungan dinas ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan sangat antusias melihat galeri batik yang berada didepan Lapas. Bahkan ada yang sudah mengenakan batik karya Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Permisan. Hal ini menjadikan kebanggaan tersendiri bagi Warga Binaan Pemasyarakatan dan Petugas Pemasyarakatan yang berjuang menciptakan karya berkualitas dan membanggakan bagi bangsa dan negara.

Suatu kebanggaan bagi para Petugas Pemasyarakatan yang bertugas di Pulau Nusakambangan. Dengan segala keterbatasan keadaan tidak menyurutkan semangat untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui pengetahuan, pendidikan, dan keterampilan yang kami berikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.

Selaras dengan nasihat pendahulu bangsa Ir. Soekarno, beliau berpesan jangan tanyakan apa yang negara berikan kepada kita, tapi tanyakan pada diri kita apa yang bisa kita berikan kepada negara. Hal ini menjadi bukti bahwa ketekutan yang Petugas Pemasyarakatan di Nusakambangan berikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan adalah bentuk pengabidan kuat dan pengamalan terhadap apa yang bapak bangsa sampaikan sebagai wejangan para generasi penerus bangsa.

Semoga hal baik ini dapat berlanjut dan berkesinambungan sehingga Petugas Pemasyarakatan di Nusakambangan akan tetap mengabdi secara tulus dan penuh tanggung jawab untuk mencetak Warga Binaan Pemasyarakatan yang berperan aktif bagi pembangunan bangsa, dan mereka yang pernah merasakan pahitnya hidup didalam keterbatasan jeruji mampu bersinar membangun kemajuan bangsa dan Negara Indonesia.

***

*) Oleh:  Alvin Dianuddin Pratama, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Per Agustus 2021, Kasus Aktif Covid-19 Turun 10.312
    Per Agustus 2021, Kasus Aktif Covid-19 Turun 10.312
    02/08/2021 - 12:43
  • Joe Biden Sebut Jakarta akan Tenggelam, Ini Tanggapan MUI dan Wagub DKI
    Joe Biden Sebut Jakarta akan Tenggelam, Ini Tanggapan MUI dan Wagub DKI
    02/08/2021 - 12:36
  • Marak Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Wabub Bondowoso: Perketat SOP
    Marak Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Wabub Bondowoso: Perketat SOP
    02/08/2021 - 12:29
  • China Hadapi Meluasnya Infeksi Varian Delta
    China Hadapi Meluasnya Infeksi Varian Delta
    02/08/2021 - 12:22
  • Presiden RI Jokowi akan Umumkan Nasib PPKM Hari Ini
    Presiden RI Jokowi akan Umumkan Nasib PPKM Hari Ini
    02/08/2021 - 12:19

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    02/08/2021 - 11:22
  • Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    02/08/2021 - 10:46
  • Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    02/08/2021 - 09:45
  • Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    02/08/2021 - 06:57
  • Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    31/07/2021 - 16:38
  • Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    31/07/2021 - 14:55
  • Literasi  Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    Literasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    31/07/2021 - 12:26
  • Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    31/07/2021 - 08:06

KULINER

  • Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    01/08/2021 - 13:26
  • Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    01/08/2021 - 01:34
  • Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    31/07/2021 - 00:22
  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56