Kopi TIMES

Implikasi Pengenaan PPN Terhadap Jasa Pendidikan

Rabu, 16 Juni 2021 - 19:32 | 34.36k
Implikasi Pengenaan PPN Terhadap Jasa Pendidikan
Ados Aleksander Sianturi | Mahasiswa Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi | Kader GMNI Jambi.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAMBI – Pendidikan merupakan komponen vital yang memiliki kontribusi penting untuk membangun kualitas suatu bangsa. Segala hal yang mendorong kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh keberlangsungan pendidikan.

Di Indonesia sendiri pendidikan masih dihadapkan pada problema yang sangat kompleks. Akibatnya,  Sumber Daya Manusia (SDM) belum memiliki kualitas sebagaimana yang diharapkan untuk mencapai garis kemajuan bangsa. Beberapa hal diantaranya yaitu : mahalnya biaya pendidikan, sulitnya akses pendidikan, hingga pada kondisi ketidakmerataan pendidikan. Solusi untuk menghadapi situasi ini sebenarnya haruslah menjadi konsentrasi pemerintah guna menggenjot kualitas SDM sebagai aktor utama pembangunan negara.

Baru – baru ini timbul wacana pemerintah mengenai penambahan objek pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Wacana tersebut tertuang dalam Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang diajukan oleh pemerintah yang selanjutnya akan dibahas bersama DPR. Tak lama, hal ini langsung menuai kontroversi dari berbagai lapisan masyarakat karena penambahan objek PPN dinilai tidak etis dan tidak selaras dengan amanat konstitusi.

Salah satu objek pengenaan PPN pada wacana tersebut adalah jasa pendidikan. Dalam draft RUU KUP yang beredar, sektor pendidikan dihapus dari daftar jasa yang tidak dikenakan PPN. Artinya, jasa pendidikan akan segera dikenakan PPN bila revisi UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP)  disahkan. Sebelumnya jasa pendidikan tidak dikenakan PPN sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 223/PMK.011/2014 tentang kriteria jasa pendidikan yang tidak dikenai PPN. Ada pun jasa pendidikan yang di maksud dalam hal ini tentang kriteria jasa pendidikan yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai yaitu PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga  Bimbingan Belajar (Bimbel).

Selain menjadi tanggung jawab moral, keberlangsungan pendidikan juga adalah tanggung jawab konstitusional yang harus dijalankan oleh pemerintah. Sebagaimana sudah diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945, salah satu tujuan negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini penyelenggara negara atau pemerintah, haruslah mengambil peran besar dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.  Mengingat pendidikan merupakan agenda yang sangat penting dalam pelaksanaan program kerja negara dan pendidikan adalah modal yang sangat urgensif untuk mewujudkan cita –cita bangsa.

Berbagai macam regulasi telah dicanangkan untuk terus menegaskan adanya hak menerima pendidikan oleh setiap warga negara. Salah satunya Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Akan tetapi implementasinya masih jauh dari harapan teks konstitusi yang tertulis.

Pengenaan PPN terhadap pendidikan (sekolah) merupakan suatu kebijakan yang tentunya menimbulkan implikasi serius pada keberlangsungan pendidikan di negara kita. Kebijakan ini apabila disahkan, tentu akan menciptakan suatu kesenjangan yang besar pada masyarakat. 

Pengenaan PPN ini seakan menjelaskan bahwa pemerintah ingin lepas tangan dari tanggung jawab akan keberlangsungan pendidikan yang sudah disumpah akan dijalaninya. Dengan situasi krisis seperti sekarang ini pemerintah kerap membahas suatu kebijakan yang tak luput dari penolakan – penolakan masyarakat karena kontradiktif terhadap kebutuhan masyarakat dan kebutuhan negara. 

Pajak merupakan penyumbang terbesar pendapatan negara. Akan tetapi pengenaan pajak terhadap jasa pendidikan merupakan satu  kesalahan langkah karena edukasi mengenai urgensi pembayaran pajak akan sulit dilakukan. Akibatnya angka partisipasi pembayaran pajak pada objek yang layak akan semakin menurun. Sebab, warga negara yang ingin mengenyam pendidikan akan dihadapkan pada permasalahan biaya pendidikan yang pastinya akan mahal.

Biaya pendidikan yang mahal memanglah tidak terlalu berdampak signifikan bagi masyarakat dengan ekonomi menengah keatas. Akan tetapi hal ini tentunya akan memberatkan bagi masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah terlebih masyarakat-masyarakat kecil.

Pengenaan PPN terhadap jasa pendidikan akan mengakibatkan melunjaknya tingkat pelajar yang putus sekolah dan perlahan akan menurunkan partisipasi pendidikan di Indonesia. Selain itu, angka pengangguran dan kriminal jelas akan meningkat dan berujung pada rendahnya kualitas SDM Indonesia. Rendahnya kualitas SDM ini akan berdampak nyata pada ketidakberlangsungan pembangunan yang berkelanjutan, dan masih banyak lagi masalah baru yang akan muncul.

Pada situasi pandemi covid-19 yang masih menggerogoti negara ini, pemerintah seharusnya memberikan harapan dengan memberikan stimulus yang bisa membangun ekonomi masyarakat. Tentu bukan dengan menciptakan suatu rencana yang berpotensi menambah beban masyarakat. Pemerintah sebaiknya mengkaji ulang rencana ini karena sekecil apapun pajak yang dikenakan terhadap jasa pendidikan tentu akan berdampak nyata pada ekonomi masyarakat terkhusus masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah.

***

*) Oleh: Ados Aleksander Sianturi | Mahasiswa Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi | Kader GMNI Jambi.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • The Students of Untag Banyuwangi Help the Locals Created Their Own Snacks
    The Students of Untag Banyuwangi Help the Locals Created Their Own Snacks
    29/07/2021 - 06:07
  • Airlangga Park, an Iconic Wanna be Destination at Lamongan
    Airlangga Park, an Iconic Wanna be Destination at Lamongan
    29/07/2021 - 05:30
  • Meski Tinggi Lemak, Makanan Ini Baik untuk Kesehatan
    Meski Tinggi Lemak, Makanan Ini Baik untuk Kesehatan
    29/07/2021 - 04:40
  • Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    29/07/2021 - 03:07
  • Royal Singosari Hospitality of Gili Trawangan Joining the Business
    Royal Singosari Hospitality of Gili Trawangan Joining the Business
    29/07/2021 - 02:17

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    29/07/2021 - 03:07
  • Semua Bisa Jadi Wartawan
    Semua Bisa Jadi Wartawan
    29/07/2021 - 01:22
  • Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    28/07/2021 - 20:50
  • Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    28/07/2021 - 20:43
  • Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    28/07/2021 - 20:35
  • Membingkai Pendidikan Melalui Keteladanan
    Membingkai Pendidikan Melalui Keteladanan
    28/07/2021 - 19:00
  • Catatan Harian KKN Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi
    Catatan Harian KKN Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi
    28/07/2021 - 18:23
  • Mahasiswa, BEM UI, dan Jokowi
    Mahasiswa, BEM UI, dan Jokowi
    28/07/2021 - 17:39

KULINER

  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56
  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27
  • Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    17/07/2021 - 09:22