Kopi TIMES

Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?

Senin, 14 Juni 2021 - 13:06 | 29.37k
Kacamata Akademisi: Tes Wawasan Kebangsaan Berujung Peretasan?
Meliana Risdiyanti, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.

TIMESINDONESIA, MALANG – #BeraniJujurPecat#75PegawaiKPK#SaveKPK#ReformasidiKorupsi#KPKisDead itulah segelintir tagar yang membanjiri akun media sosial saat ini, baik di instagram, twitter dan media sosial yang lain. Faktanya memang inilah yang terjadi, polemik Tes Wawasan Kebangsaan sebagai tes peralihan pegawai KPK menjadi ASN berujung 75 pegawai KPK dinonaktifkan.

Akibat dari peristiwa ini banyak pihak-pihak yang tidak terima, pengakuan pihak pihak terkait isi Tes Wawasan Kebangsaan yang dianggap bias, tidak cocok, sebagai alat penyingkir pihak pihak tertentu membuat isu ini semakin memanas. Hingga asumsi asumsi pelemahan KPK radikalisme bahkan talibanisme mencuat di permukaan yang seolah sengaja digaungkan untuk mendiskriditkan KPK.

Tak heran permasalahan ini digugat oleh banyak kalangan dan menjadi besar karena dari 75 pegawai yang dinonaktifkan tersebut bukan lah pegawai biasa, 9 orang diantaranya  merupakan Kasatgas, 2 orang penyidik dan 2 orang diantaranya  penyelidik yang sedang menangani kasus kelas kakap seperti bansos, kasus korupsi di Kementerian Kelautan dan Perikanan, e-KTP, dan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai dan kasus Harun Masiku yang sampai saat ini pun belum tuntas juga.

Tentunya jika pegawai-pegawai tersebut dinonaktifkan, kasus kasus yang ditangani pun akan terhambat bahkan terhenti pula. Pastinya ini akan membuat masyarakat Indonesia rugi karena tidak tahu kelanjutan kasus tersebut.

Tak sedikit pihak yang menyayangkan nasib 75 pegawai KPK ini, dilihat dari sepak terjang dan kontribusinya yang besar terhadap negara khususnya di lembaga antirasuah ini. Di era pasca reformasi ini upaya pelemahan KPK telah berlangsung lama dan dilakukan dengan telaten dan tidak seketika. Upaya upaya penggerogotan terus dilakukan dan semakin intens di tahun-tahun belakangan.

Puncaknya adalah revisi UU KPK yang dinilai benteng pertahanan paling tebal KPK. Lalu tersingkirnya tokoh-tokoh dengan kredibilitas tinggi dalam seleksi pimpinan KPK, kemudian dipilihnya Jendral Polisi aktif tanpa harus pensiun dulu untuk menjadi ketua KPK. Lalu diubahnya pegawai KPK menjadi PNS yang tentunya berimplikasi pada independensi, hak dan kewajibannya dan yang terakhir ini dengan menyingkirkan pegawai pegawai berdedikasi dan berintegritas sebagai langkah lanjutan dengan dalih tes wawasan kebangsaan. 

Upaya pelemahan KPK saat ini dinilai berlangsung gampang, tidak ada kekuatan politik yang serius menghadang. Yang seakan menolak, tak sungguh-sungguh coba menghalangi. Bahkan, seruan Presiden Jokowi dengan mudah diabaikan malah membuat gebrakan baru dengan kubu 51 dan 24 yang merupakan kubu yang masih bisa dibina dan tidak bisa lagi dibina.

Hal ini perlu jadi menjadi perhatian banyak pihak, hendaknya KPK dan BKN lebih terbuka dan transparan terhadap hasil TWK sehingga polemik tidak terus berkembang di tengah masyarakat yang menyebabkan perang narasi di berbagai media yang menggiring opini publik kearah yang buruk lagi dan menimbulkan kesimpulan-kesimpulan yang ngawur.

Optimalisasi pendidikan karakter serta pendidikan Anti Korupsi dan bijak dalam bermedia masa dirasa sangat perlu dan penting melihat situasi dan kondisi saat ini. Atau mungkin dengan peristiwa ini kita bisa melihat bahwa orang baik harus siap menerima pukulan keras? Apakah anti korupsi sudah dinilai tidak penting lagi? Apakah KPK sedang dimatikan? Atau  KPK main aman?

***

*) Oleh : Meliana Risdiyanti, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • The Students of Untag Banyuwangi Help the Locals Created Their Own Snacks
    The Students of Untag Banyuwangi Help the Locals Created Their Own Snacks
    29/07/2021 - 06:07
  • Airlangga Park, an Iconic Wanna be Destination at Lamongan
    Airlangga Park, an Iconic Wanna be Destination at Lamongan
    29/07/2021 - 05:30
  • Meski Tinggi Lemak, Makanan Ini Baik untuk Kesehatan
    Meski Tinggi Lemak, Makanan Ini Baik untuk Kesehatan
    29/07/2021 - 04:40
  • Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    29/07/2021 - 03:07
  • Royal Singosari Hospitality of Gili Trawangan Joining the Business
    Royal Singosari Hospitality of Gili Trawangan Joining the Business
    29/07/2021 - 02:17

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    29/07/2021 - 03:07
  • Semua Bisa Jadi Wartawan
    Semua Bisa Jadi Wartawan
    29/07/2021 - 01:22
  • Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    28/07/2021 - 20:50
  • Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    28/07/2021 - 20:43
  • Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    28/07/2021 - 20:35
  • Membingkai Pendidikan Melalui Keteladanan
    Membingkai Pendidikan Melalui Keteladanan
    28/07/2021 - 19:00
  • Catatan Harian KKN Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi
    Catatan Harian KKN Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi
    28/07/2021 - 18:23
  • Mahasiswa, BEM UI, dan Jokowi
    Mahasiswa, BEM UI, dan Jokowi
    28/07/2021 - 17:39

KULINER

  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56
  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27
  • Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    17/07/2021 - 09:22