Kopi TIMES

Kasus Tambang Emas Sangihe, Mari Kita ‘Sumpek’ dengan Elegan

Senin, 14 Juni 2021 - 10:33 | 36.76k
Kasus Tambang Emas Sangihe, Mari Kita ‘Sumpek’ dengan Elegan
Widya Amalia, Penulis.

TIMESINDONESIA, MALANG – Saya sebenarnya jarang ingin ikutan beropini. Tapi karena kali ini saya merasa terancam, makanya saya pun turut tarik napas dan menulis opini singkat ini. Pada suatu siang yang damai saya mau ngopi sambil ngedit berbagai naskah yang mencungul di beranda.

Tapi notifikasi Instagram mengejutkan saya, hingga saya menggeser kursor mouse lalu sampai di lapangan dunia maya instagram. Sialnya, siang saya rusak seketika. Hati saya sakit. Dan tiba-tiba rasa takut merayap dari balik punggung. Ya, itu adalah saat saya melihat tulisan “Nasib Wabup Helmud Hontong Sangihe Usai Tolak Tambang Emas”

Aduh. Tidak lagi. Selalu, di pesawat. Selalu. Selalu dengan jalan menuju kematian yang sama. Dan semua misterinya yang ditutup begitu saja, seperti memadamkan api dengan karung basah. 

Yang pertama kali saya pikirkan adalah, kenapa?

Sedikit banyak saya tahu. Kalau tidak salah, perusahaan yang beroperasi di lokasi tambang Emas Sangihe itu adalah PT Tambah Emas Sangihe (PT TMS). Anak perusahaan dari Baru Gold Corp, yang sebelumnya bernama East Asia Minerals, asal Kanada. Lebih lagi, Baru Gold Corp memegang ‘kemudi’ atas PT TMS dengan mengantongi saham mayoritas. 

‘Potongan kue’ yang kecil dipegang oleh PT Sungai Belayan Sejati, sebesar 10%. PT Sangihe Prima Mineral memegang 11%. Sedangkan PT Sangihe Pratama Mineral memegang 9%. Tapi meski kecil, emas tetap emas. 

Dengan menolak keberadaan tambang emas, apakah investor asing tersebut akan hengkang lalu kita tidak bisa bayar hutang?

Yak. Baik. Kita lupakan untuk apa kehadiran tamu tersebut datang kemari. 

Tapi kerusakan yang bakal terjadi tentu tidak bisa diremehkan. Kepunahan burung endemik, satwa langka, dan bahkan air bersih! 

Perusahaan Tambang Mas Sangihe (TMS) telah mengantongi izin lingkungan dan izin usaha produksi pertambangan emas seluas 42.000 hektare izin wilayah yang meliputi setengah bagian selatan Pulau Sangihe, termasuk di dalamnya adalah gunung purba seluas lebih dari 3.500 hektare tempat habitat burung endemik. Entah izin dari siapa. Entah dengan cara apa. 

Mengejutkannya lagi, menurut UU no. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (WP3K), Sangihe masuk dalam list yang dilarang ditambang. 

Helmud sendiri menilai aktivitas pertambangan berpotensi merusak lingkungan daratan, pantai, komunitas mangrove, terumbu karang dan biota di dalamnya.

Penguasaan wilayah pertambangan pun akan berdampak pada hilangnya sebagian atau keseluruhan hak atas tanah dan kebun warga lokal. Bahkan warga lokal berpotensi terusir dari tanahnya sendiri yang melahirkan masalah sosial yang baru.

Seperti tamu yang tiba-tiba ingin memiliki rumahmu, hanya karena di bawah lantai tempatmu tidur menyimpan banyak berlian.

Kepala saya berputar seperti roller coaster. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Kepunahan jelas menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem yang berbahaya. Tidak hanya kepunahan (yang akan diwariskan dengan dongeng ke anak cucu kita), namun juga berbagai potensi bencana yang makin besar.

Kalau terjadi bencana, apa lagi yang terjadi? Tentu saya tidak tega dengan pihak yang harus mengeluarkan uang dan kerja lembur hingga terpaksa rehat di tempat karaoke. 

Saya jadi mikir, inilah sebabnya kenapa manusia hanya bisa implan beberapa bagian tertentu dengan bahan sintetis tertentu. Jantung cuma bisa dari karet sintetik atau implan payudara dari silikon. Tapi tidak dengan hati emas! 

Dongeng selalu bilang bahwa seseorang yang berhati emas sangat baik budi nan flawless. Oh, tapi emas tidak akan membuatmu merasakan apa-apa. Begitu juga dengan orang berhati emas. Begitu juga dengan siapa pun yang akan mengeruk Pulau Sangihe menjadi remahan kerupuk.

Oh, astaga. 

Jelas saja saya sumpek setengah mati. Penat, jenuh, lelah, seperti berenang di lautan sop buntut. Menjadi pertanyaan klise : siapakah pemilik negara ini?

Setelah saya melihat banyak akun sosial media yang memprotes habis-habisan peristiwa ini, dan beberapa dari mereka yang menyamakan kisah heroik ini dengan insiden Munir, tentu saya semakin sumpek.

Faktanya, masyarakat kita sama sekali tidak siap menanggapi isu genting. Selain, vaksin dimasuki chip, Covid-19 adalah hoaks, Lord Rangga Sunda Empire, atau skandal Ayu Ting Ting. Saya lebih khawatir soal para netijen yang lebih garang membela Lesti Billiar daripada alam tempat tinggal sendiri. Saya pun cukup bersyukur salah satu brand makanan cepat saji mau memampang logo boyband idola sejuta ‘tentara’ fans K-Pop sehingga mereka mau melakukan re-use limbah sampah. Meski motivasinya untuk urusan fangirling, namun lebih melegakan daripada tidak merubah apa-apa. 

Saya begitu heran, sejak kapan sumpek begini sudah ada segmentasi masing-masing. Maksud saya, kenapa masalah sebesar ini tidak sampai ke banyak lapisan masyarakat? Saya berpikir ada baiknya kasus ini diangkat menjadi sinetron supaya keganasan emak-emak di negeri ini tersalurkan daripada membentak kurir online shop. Sinetron adalah media yang paling baik menyampaikan konflik dan pandangan soal isu-isu genting. Bayarlah Aldebaran dengan mahal sebagai pioneer, dan siapa yang berani melawan emak-emak menggusur pertambangan itu?

Saya pikir, orang tidak membicarakan karena memang tidak paham. Pemahaman soal nasib alam dan lingkungan masih sebatas kuku dibandingkan dengan nasib Ria Ricis. Padahal, kemampuan netijen yang sumpek ini bisa dialihkan untuk mengkritisi kasus ini. Kasus konflik agraria begini memang ngeri-ngeri sedap, tapi justru apabila diabaikan bakal melahirkan masalah-masalah baru.

Coba bayangkan. Kemarin Papua, kini Sangihe. Besok, apabila seseorang yang begitu pintar mengatakan di bawah tempat tidurmu terdapat emas, saya tidak akan menjamin bahkan kamu sekadar main TikTok, makan pun tidak bisa. 

Kasus tersebut bisa terjadi dimana saja, kepada siapa saja, dan memakan korban semudah menelan pil obat tidur. 

Nyatanya, kasus konflik agraria semacam ini telah terjadi cukup banyak di berbagai tempat. Berbagai sumber mengatakan, total konflik semacam ini telah terjadi sebanyak 241 kasus. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika. Jumlah tersebut diakumulasi sepanjang tahun 2020.

Konflik agraria tertinggi dialami di sektor perkebunan. Konflik sektor perkebunan terjadi sebanyak 122 kasus. Jumlah ini naik 28 persen dibandingkan pada 2019 yaitu sebanyak 87 kasus. 

Tertinggi kedua konflik agraria terjadi pada sektor kehutanan yaitu sebanyak 41 kasus. Angka ini bahkan meroket 100 persen dari 2019 yang berjumlah sebanyak 20 kasus. Konflik agraria lainnya terjadi di sektor infrastruktur sebanyak 30 kasus, properti 20 kasus, pertambangan 12 kasus, fasilitas militer 11 kasus, pesisir kelautan 3 kasus dan agribisnis 2 kasus.

Lalu kini, Sangihe jadi makanan empuk. Lebih empuk dari empal daging rendang. Empuk sekali.

Namun, tentu saja. Semua rentetan gelisah saya di atas semata adalah opini. Meski ke-sumpek-an saya ini begitu berombak-ombak, namun saya pun tak berani berkata kalau meninggalnya Wabup Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, ada hubungannya dengan tambang emas itu. 

Tapi toh, serupa dengan keresahan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), yang menilai ada yang janggal pada kematian Wakil Bupati (Wabup) Sangihe Helmud Hontong, sehingga saya setuju apabila perlu dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Katanya, Komnas HAM juga mendorong hal serupa untuk meredam spekulasi publik. Termasuk, spekulasi saya. Termasuk sumpek saya ini. 

Toh, saya yakin negeri ini bisa meluruskan banyak hal. Spekulasi vaksin yang ditanami chip sakti antek elit global hingga perseteruan Sunda Empire, bisa diatasi. Saya yakin, untuk kasus ini pun, bisa. Kalau mau.

Karena memang kasus ini sangat ‘nikmat-nikmat’ sedap, sangat diperlukan seni cara sumpek yang tinggi untuk kasus ini, kawan. Maka dari itu, mari kita sumpek dengan elegan. 

***

*)Oleh: Widya Amalia, Penulis.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Huawei Luncurkan Nova 8 SE Life untuk Pasar China
    Huawei Luncurkan Nova 8 SE Life untuk Pasar China
    30/07/2021 - 08:21
  • NASA Terus Berusaha Menemukan Desain Mesin Cuci untuk Luar Angkasa
    NASA Terus Berusaha Menemukan Desain Mesin Cuci untuk Luar Angkasa
    30/07/2021 - 08:10
  • Hari ke 6 Olimpiade Tokyo 2020, China Pimpin Perolehan Medali
    Hari ke 6 Olimpiade Tokyo 2020, China Pimpin Perolehan Medali
    30/07/2021 - 07:51
  • Hawkeye Tayang di Disney Plus Mulai 24 November
    Hawkeye Tayang di Disney Plus Mulai 24 November
    30/07/2021 - 06:42
  • 6 Kebiasaan Buruk yang Akan Membuat Anda Menyesal
    6 Kebiasaan Buruk yang Akan Membuat Anda Menyesal
    30/07/2021 - 06:33

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Puan dan Citra Politik
    Puan dan Citra Politik
    29/07/2021 - 17:52
  • Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    Gempuran Pandemi dan Ancaman Generasi Blank
    29/07/2021 - 03:07
  • Semua Bisa Jadi Wartawan
    Semua Bisa Jadi Wartawan
    29/07/2021 - 01:22
  • Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    Pertukaran Sosial Antara Calon Kepala Desa dan Pemilih
    28/07/2021 - 20:50
  • Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    Tradisi Pendidikan Agama Keluarga Kiai
    28/07/2021 - 20:43
  • Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    Pulih dari Covid-19 dengan Meningkatkan Imunitas Melalui Aspek Psikologis
    28/07/2021 - 20:35
  • Membingkai Pendidikan Melalui Keteladanan
    Membingkai Pendidikan Melalui Keteladanan
    28/07/2021 - 19:00
  • Catatan Harian KKN Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi
    Catatan Harian KKN Mahasiswa IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi
    28/07/2021 - 18:23

KULINER

  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56
  • Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    Nikmatnya Jajan Sambil Donasi di DoubleTree by Hilton Surabaya
    24/07/2021 - 12:00
  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27