Peristiwa Nasional MPR Rumah Kebangsaan

Syarief Hasan: Belum Ada Urgensi Amandemen UUD 1945, Cukup Payungi Melalui UU

Minggu, 13 Juni 2021 - 17:15 | 29.84k
Syarief Hasan: Belum Ada Urgensi Amandemen UUD 1945, Cukup Payungi Melalui UU
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. (FOTO: MPR RI)
FOKUS

MPR Rumah Kebangsaan

Pewarta: | Editor: Dody Bayu Prasetyo

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan menyampaikan hasil kajiannya mengenai rencana amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurutnya, rencana amandemen UUD 1945 belum memiliki urgensi untuk dilakukan hari ini setelah mendengarkan masukan dan saran dari berbagai pihak.

Syarief Hasan menilai, Amandemen UUD NRI Tahun 1945 berpotensi melebar pada pembahasan lain yang tidak diperlukan.

“Setelah melalui kajian bersama para akademisi, kami mendapatkan masukan bahwa Amandemen UUD NRI Tahun 1945 berpotensi melebar dan tidak terkontrol sehingga tidak perlu untuk dilakukan," ungkap Syarief Hasan.

Menurut Syarief Hasan, para akademisi dan masyarakat melihat ada potensi perubahan yang berlebihan ketika dilakukan amandemen UUD NRI Tahun 1945.

"Masyarakat khawatir, Amandemen UUD NRI 1945 digunakan sebagai ruang untuk semakin mengokohkan kekuasaan, seperti Masa Jabatan Presiden/Eksekutif yang sering didengungkan oleh beberapa oknum," ucap Syarief Hasan, Minggu (13/6/2021).

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menjelaskan, RPJPN sudah cukup menjadi rancangan pembangunan yang berkelanjutan.

"Dari masukan akademisi di berbagai perguruan tinggi, RPJPN sudah cukup menjadi landasan untuk pembangunan yang berkelanjutan. Kita hanya perlu melakukan penguatan sehingga RPJPN tersebut dilaksanakan pada setiap era kepemimpinan," ungkap Syarief Hasan.

Ia juga menceritakan masukan-masukan yang didapatkan dari para sivitas akademika di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Sebagian besar sivitas akademika perguruan tinggi di berbagai wilayah yang kami datangi lewat program FGD MPR RI menyatakan GBHN belum perlu dihadirkan hari ini, sebab kita sudah memiliki RPJPN yang memuat rancangan pembangunan yang berkelanjutan," jelas dia.

Syarief Hasan juga menceritakan, pada masa Pemerintahan SBY, pembangunan yang berlandaskan RPJPN berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita melihat, selama 10 tahun SBY memerintah, Income Perkapita rakyat naik dari USD 1.100 menjadi USD 3.850. Ini adalah buah dari konsistensi dan terarah berdasarkan UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No. 17 tahun 2007 tentang RPJPN," tutur Syarief Hasan.

Tidak hanya itu, Syarief Hasan menambahkan, pengangguran dan kemiskinan juga menurun tajam.

"Berkat konsistensi menjalankan program sesuai RPJPN, kemiskinan di era kepemimpinan SBY turun tajam dari 16,7% menjadi 10,96% persen. Pengangguran juga turun drastis dari 9,9% menjadi 5,7%. Hal ini menunjukkan urgensi RPJPN dalam pengelolaan pembangunan Indonesia," jelas Syarief Hasan.

Ia juga menilai, konsistensi pembangunan yang dilakukan di masa Pemerintahan SBY membuktikan RPJPN masih relevan untuk digunakan, tanpa perlu amandemen UUD NRI 1945.

"Asalkan setiap era kepemimpinan konsisten mengikuti RPJPN maka pembangunan pasti akan terarah. Namun pertanyaannya sekarang adalah apakah era setelah SBY, pembangunan berkelanjutan masih diterapkan?" ungkap Syarief Hasan.

Syarief Hasan menilai, masukan dari perguruan tinggi yang merupakan pilar dalam kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara sangat dibutuhkan hari ini.

"Kami sejak awal melibatkan perguruan tinggi untuk memberikan masukan. Mereka menolak amandemen UUD NRI 1945 secara keseluruhan. Meskipun ada yang menerima amandemen UUD NRI 1945 secara terbatas, namun jumlahnya kecil sehingga kami melihat akademisi dan masyarakat dominan menolak amandemen," cerita Syarief Hasan.

Politisi senior Partai Demokrat ini menegaskan, Pimpinan MPR RI akan melibatkan seluruh masyarakat dalam pembahasan berbagai isu strategis ketatanegaraan Indonesia.

"Semua masyarakat, khususnya akademisi akan terus kami libatkan untuk memberikan kritikan, masukan, dan saran dalam pembahasan isu-isu ketatanegaraan. Kami dari Partai Demokrat akan mengawal aspirasi rakyat Indonesia, termasuk harapan untuk tidak dilakukannya amandemen dan cukup menggunakan UU RPJPN dalam merancang pembangunan berkelanjutan," jelas Syarief. 

Syarief Hasan menegaskan, perlu dilakukan kajian mendalam secara komprehensif mengenai rencana Amandemen UUD 1945. "Kami berkewajiban mendengarkan aspirasi masyarakat dari semua stakeholder. Saya memilih fokus menyerap aspirasi dan pandangan dari kalangan intelektual perguruan tinggi. Itulah mengapa saya hadir di berbagai kampus-kampus di Indonesia dan mendengarkan aspirasi mereka," tutup Syarief. (*) 



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Lima Langkah Perlindungan Anak Surabaya dari Covid-19
    Lima Langkah Perlindungan Anak Surabaya dari Covid-19
    24/07/2021 - 00:31
  • PKB Bangkalan Doakan Gus Muhaimin Jadi Presiden
    PKB Bangkalan Doakan Gus Muhaimin Jadi Presiden
    23/07/2021 - 23:42
  • Kepala BKKBN Malut Temui Gubernur KH Abdul Gani Kasuba Kampanyekan Program Bangga Kencana
    Kepala BKKBN Malut Temui Gubernur KH Abdul Gani Kasuba Kampanyekan Program Bangga Kencana
    23/07/2021 - 23:40
  • Ikhtiar Menjaga Bangsa, PKB Jatim Gelar Khataman Al-quran di Harlah ke-23
    Ikhtiar Menjaga Bangsa, PKB Jatim Gelar Khataman Al-quran di Harlah ke-23
    23/07/2021 - 23:34
  • PKB Jombang Dukung Gus Muhaimin Maju Pada Pilpres 2024
    PKB Jombang Dukung Gus Muhaimin Maju Pada Pilpres 2024
    23/07/2021 - 23:28

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pendidikan Islam dalam Pandangan Salafi di Pondok Pesantren As-Salafiyah Medan
    Pendidikan Islam dalam Pandangan Salafi di Pondok Pesantren As-Salafiyah Medan
    23/07/2021 - 05:41
  • Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus
    Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus
    23/07/2021 - 05:34
  • Peran Perempuan dalam Sustainability Sumber Daya Alam
    Peran Perempuan dalam Sustainability Sumber Daya Alam
    22/07/2021 - 18:50
  • PHK Meningkat Dampak PPKM Darurat
    PHK Meningkat Dampak PPKM Darurat
    22/07/2021 - 14:36
  • PPKM Darurat, UMKM Sekarat?
    PPKM Darurat, UMKM Sekarat?
    22/07/2021 - 13:20
  • Celana Robek
    Celana Robek
    22/07/2021 - 11:33
  • Pembelajaran Pendidikan Ismuba Berbasis Multitalenta
    Pembelajaran Pendidikan Ismuba Berbasis Multitalenta
    22/07/2021 - 10:25
  • Makna Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa Muhammadiyah
    Makna Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa Muhammadiyah
    22/07/2021 - 10:23

KULINER

  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27
  • Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    17/07/2021 - 09:22
  • Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    16/07/2021 - 12:43
  • Terinspirasi Drakor, Mahasiswa Ubaya Bagikan Resep Kimchi Sehat
    Terinspirasi Drakor, Mahasiswa Ubaya Bagikan Resep Kimchi Sehat
    15/07/2021 - 12:31