Peristiwa Nasional

Soal Amandemen Terbatas UUD 1947, Bamsoet Sepakat dengan Usulan Megawati

Jumat, 11 Juni 2021 - 20:55 | 34.23k
Soal Amandemen Terbatas UUD 1947, Bamsoet Sepakat dengan Usulan Megawati
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo selfie bersama Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR RI Puan Maharani usai acara pengukuhan Gelar Profesor Kehormatan Megawati Soekarnoputri di Universitas Pertahanan RI Bogor, Jumat (11/6/21). (FOTO: MPR RI)
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo sepakat dengan Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, tentang diperlukannya amandemen terbatas Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (UUD 1945) untuk menghadirkan haluan negara.

Haluan negara dibutuhkan agar arah pembangunan nasional berjalan baik, terencana, dan berkesinambungan.

"Ibu Megawati tadi menegaskan ada baiknya amandemen UUD Tahun 1945 dilakukan sekali lagi, agar bisa dihadirkan kembali haluan negara. Sehingga, bangsa Indonesia memiliki bintang penunjuk arah pembangunan nasional," ujar Bamsoet usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Pertahanan untuk Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, di kampus Universitas Pertahanan RI, Bogor, Jumat (11/6/21).

Hadir antara lain Ketua DPR RI Puan Maharani, Menhan Prabowo Subianto, Mendikbudristek Nadiem Makarim, Mensos Tri Rismaharini, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, Seskab Pramono Anung, Kepala BIN Budi Gunawan, Kasad Jenderal Andika Perkasa, Kasal Laksamana Yudo Margono, Kasau Fadjar Prasetyo. Turut hadir pula putra Megawati yakni Mohammad Rizki Pratama dan Mohammad Prananda Prabowo.

Bamsoet dan Megawati 1Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Megawati Soekarnoputri, Menhan RI Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan Mharani foto bersama dengan hadirin yang hadir di acara pengukuhan Gelar Profesor Kehormatan Megawati Soekarnoputri di Universitas Pertahanan RI Bogor, Jumat (11/6/21). (FOTO: MPR RI For TIMES Indonesia)

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan, berbekal pengalaman memimpin Indonesia sejak 2001-2004, membuat Megawati mendukung agar MPR RI memiliki kewenangan menyusun dan menetapkan haluan negara. Megawati merasakan sendiri, ketiadaan haluan negara membuat roda pembangunan tidak berjalan lancar.

"Karena ketiadaan haluan negara, pembangunan yang dilakukan Indonesia kerap maju-mundur dalam pembangunan. Maju selangkah, mundur dua langkah. Maju dua langkah, mundur selangkah. Seperti menari Poco-Poco. Keberlanjutan dan kesinambungan antara pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat dengan daerah pun tidak terjadi," urai Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini turut mengapresiasi pengukuhan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Stratejik yang diberikan Universitas Pertahanan Republik Indonesia kepada Megawati. Mengajukan paper ilmiah "Kepemimpinan Presiden Megawati pada Era Krisis Multidimensi, 2001-2004", Ketua Umum PDI Perjuangan ini melakukan self reflection terhadap perjalanannya selama memimpin Indonesia.

"Dalam dunia akademik, menulis paper tentang pengalaman pribadi merupakan sebuah kelaziman. Terlebih pengalaman yang disampaikan Bu Mega tersebut berisi banyak pelajaran penting, yang bisa digunakan ssbagai bekal bagi para generasi muda dan calon pemimpin bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan multidimensi yang kelak akan dihadapi Indonesia," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, selama memimpin Indonesia Megawati Soekarnoputri berhasil menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan dalam bidang ekonomi, politik, dan sosial. Di bidang ekonomi, misalnya, Megawati berhasil menaikan pendapatan per kapita bangsa Indonesia. Dari sekitar USD 465 pada tahun 1997, menjadi USD 930 pada tahun 2004.

Unhan.jpgKetua MPR RI Bambang Soesatyo dan Megawati Soekarnoputri foto bersama dengan hadirin yang hadir di acara pengukuhan Gelar Profesor Kehormatan Megawati Soekarnoputri di Universitas Pertahanan RI Bogor, Jumat (11/6/21). (FOTO: MPR RI For TIMES Indonesia)

"Selama kepemimpinan Bu Mega, nilai ekspor Indonesia berhasil naik. Dari USD 57,158 miliar pada tahun 2002 menjadi USD 61,02 miliar pada tahun 2003. Berkat kepemimpinamnnya, Bu Mega juga berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis energi, setelah berhasil meyakinkan banyak pimpinan perusahaan migas internasional untuk berinvestasi di Indonesia, dengan nilai total mencapai Rp 200 triliun per tahun," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, Megawati juga berhasil menyelesaian konflik Poso yang telah berlangsung sejak 1998. Serta penyelesaian konflik Aceh dan Ambon. "Beliau jugalah yang mengantarkan Indonesia menerapkan pemilihan presiden-wakil presiden secara langsung oleh rakyat. Sekaligus sukses penyelenggarakan Pemilu Presiden dan suksesi kepemimpinan nasional secara damai, aman, dan kondusif," kata Bamsoet. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Ketua DPR RI Puan Maharani Sampaikan Duka Cita Gugurnya Nakes di RSD Wisma Atlet
    Ketua DPR RI Puan Maharani Sampaikan Duka Cita Gugurnya Nakes di RSD Wisma Atlet
    25/06/2021 - 15:57
  • Cerita Kesaktian Mbah Kethok Jenggot, Sang Babat Alas Desa Tremas Pacitan
    Cerita Kesaktian Mbah Kethok Jenggot, Sang Babat Alas Desa Tremas Pacitan
    25/06/2021 - 15:53
  • Urus SIM di Polres Probolinggo, Gratis Vaksin Covid-19
    Urus SIM di Polres Probolinggo, Gratis Vaksin Covid-19
    25/06/2021 - 15:40
  • Sudah 154 Orang yang Bekerja di Lingkungan DPR RI Positif Covid-19
    Sudah 154 Orang yang Bekerja di Lingkungan DPR RI Positif Covid-19
    25/06/2021 - 15:32
  • Wujud Pengabdian Masyarakat, Dosen Unusa Ajarkan Olahraga bagi Penderita Diabetes
    Wujud Pengabdian Masyarakat, Dosen Unusa Ajarkan Olahraga bagi Penderita Diabetes
    25/06/2021 - 15:21

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    25/06/2021 - 08:05
  • Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    24/06/2021 - 17:30
  • Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    24/06/2021 - 16:06
  • BTS Meal dan Masyarakat Modern
    BTS Meal dan Masyarakat Modern
    24/06/2021 - 15:35
  • Birokrasi Adaptif di Era Digital
    Birokrasi Adaptif di Era Digital
    24/06/2021 - 14:02
  • Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    24/06/2021 - 13:00
  • Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    24/06/2021 - 12:24
  • Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    23/06/2021 - 09:18

KULINER

  • Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    25/06/2021 - 03:36
  • Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    24/06/2021 - 12:00
  • Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    24/06/2021 - 02:34
  • Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    23/06/2021 - 09:00
  • Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    22/06/2021 - 01:16