Pendidikan

Gandeng Komunikasi UMM, LSF Galakkan Sensor Mandiri

Jumat, 11 Juni 2021 - 14:00 | 19.05k
Gandeng Komunikasi UMM, LSF Galakkan Sensor Mandiri
Nasrullah (kiri), Rahadi (tengah), Rommy Fibri Hardiyanto (kanan). (FOTO: Dokumen Universitas Muhammadiyah Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperoleh mitra strategis untuk melanjutkan program-programnya. Kali ini Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia menggandeng prodi tersertifikasi internasional AUN QA ini untuk berkolaborasi dalam penguatan literasi film.

Menandai kegiatan pertama kerja sama kedua pihak, Komunikasi UMM dan LSF menggelar seminar nasional perfilman, Rabu (9/7/2021). Agenda yang diadakan secara daring dan luring ini mengangkat tema “Sensor Film diantara Kebebasan Berkreasi dan Menjaga Budaya Bangsa”.

Foto-bersama-Prodi-Ilmu-Komunikasi-Universitas-Muhammadiyah-Malang-dan-Lembaga-Sensor-Film-Indonesia.jpgFoto bersama Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dan Lembaga Sensor Film Indonesia. (FOTO: Dokumen Universitas Muhammadiyah Malang)

Tampil sebagai narasumber, Ketua LSF Rommy Fibri Hardiyanto, dan dosen Komunikasi UMM, Nasrullah. Acara dibuka Wakil Rektor I, Prof Dr Syamsul Arifin.

Ketua Prodi Komunikasi UMM, M Himawan Sutanto menyatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU yang dilangsungkan kedua pihak bulan lalu di Jakarta.

Selain seminar, kerja sama juga meliputi penguatan kapasitas tenaga sensor, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pemagangan, penguatan gerakan Desa Sensor Mandiri, serta sedang dijajaki sertifikasi.

“Ini merupakan langkah awal. Selanjutnya, sebagaimana arahan rektor, Komunikasi UMM dan LSF akan mewujudkan kerjasama ini untuk memperkuat KMMB (Kampus Merdeka, Merdeka Belajar),” terang Himawan.

Diskusi berlangsung menarik karena sebagian peserta yang mengikuti langsung di lokasi acara maupun secara online lewat channel Youtube Komunikasi UMM menyampaikan pertanyaan kritis. Salah seorang penanya dari Cirebon, misalnya bertanya apa urgensi LSF saat ini ketika kreatvitas seharusnya tidak perlu dibatasi.

Sebelumnya, dalam pemaparannya, Nasrullah mengungkapkan film ada di antara tiga posisi strategis. Yakni sebagai industri, komunikasi massa, dan kebudayaan.

Ilmu-Komunikasi-Universitas-Muhammadiyah-Malang.jpgLembaga Sensor Film dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. (FOTO: Dokumen Universitas Muhammadiyah Malang)

Sebagai industri, perfilman merupakan bisnis yang menggiurkan yang melibatkan tidak hanya insan film di bidang produksi, tepai juga distribusi dan penayangannya. Profit dari sebuah film yang bagus dan box office bisa berlibat ganda.

Di sisi lain, film merupakan komunikasi massa yang sangat tergantung dari apa isi dan bagaimana teknologi infomasi yang membawanya sampai kepada penonton. Film dalam hal ini dapat digunakan untuk propaganda hingga agitasi. “Kekuatan film sangat dahsyat mempengaruhi khalayak,” kata Nasrullah seraya mencontohkan film propaganda anti-vaksinasi di Amerika Serikat, Vaxxed.

Film juga merupakan produk budaya yang penting. Kata Nasrullah, film merupakan lanskap peradaban sehingga untuk melihat kemajuan sebuah bangsa dapat dilihat dari filmnya. “Jika Korea dapat menggoncang dunia melalui Korean Wave, maka seharusnya Indonesia bisa menggerakkan anak-anak muda di belahan dunia lain untuk menggandrungi kuliner rendang, tarian pendet, kepulauan di Labuhan Bajo atau Raja Ampat,” ungkapnya.

Rommy setuju jika kampus menjadi entitas strategis dalam menggalakkan kajian kritis sekaligus mendorong literasi publik pada film. LSF, menurutnya, tidak akan mampu menjangkau semua film yang diproduksi untuk disensornya.

“Kami memerlukan mitra strategis seperti Komunikasi UMM ini,” katanya.

Urgensi Sensor Mandiri

Saat ini, menurut Rommy, sedang terjadi tsunami tontonan. Masyarakat dibanjiri dengan film-film yang hadir diberbagai platform yang berbeda. Tidak hanya di bioskop dan televisi, di platform digital publik justru lebih bebas memilih.

“Di sinilah urgensinya sensor mandiri. Masyarakatlah yang harus memilih dan memilah sendiri tontonan yang sehat untuk diri sendiri dan keluarganya,” terang Rommy menyinggung konsep Sensor Mandiri.

LSF mulai tahun ini akan memasifkan gerakan Sensor Mandiri ini. Gerakan itu dimulai dari mengajak masyarakat untuk ikut menjadi bagian dari khalayak film yang kritis. LSF tidak akan lagi menjadi tukang potong film.

“Paradigma baru LSF bukan lagi menggunting film, tetapi berdialog dengan produser film untuk menentukan batas usia penonton, mendiskusikan mengenai adegan yang perlu direvisi atau dihilangkan, sampai menemukan titik temu yang tidak mengganggu jalan cerita film tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai budaya bangsa kita,” terangnya.

Dalam waktu singkat, tayangan live di channel Youtube seminar ini trending. Tak kurang 5.400 orang telah menonton diskusi menarik ini. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd, mendukung agar Komunikasi UMM menindaklajuti kerjasama dengan LSF ini lebih produktif lagi.

“Banyak program-program UMM yang bisa dikolaborasikan, termasuk rencana mau membuka Kelas Film yang bisa diambil oleh mahasiswa dari jurusan apapun asal memiliki posion dan minat yang kuat. Silakan dimatangkan lagi,” pungkas rektor usai menerima ketua Rommy yang didampingi anggota LSF Joseph Samuel di kantor Rektorat. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Menggali Potensi Eks Tambang Galian C di Panceng Gresik
    Menggali Potensi Eks Tambang Galian C di Panceng Gresik
    25/06/2021 - 18:05
  • Kasus Covid-19 di Kota Cirebon Melonjak, Lima Dokter Puskesmas Positif Covid-19
    Kasus Covid-19 di Kota Cirebon Melonjak, Lima Dokter Puskesmas Positif Covid-19
    25/06/2021 - 17:58
  • Polres Ciamis Serahkan 850 Paket Sembako untuk Warga
    Polres Ciamis Serahkan 850 Paket Sembako untuk Warga
    25/06/2021 - 17:54
  • Pemkab Pangandaran Terbitkan Regulasi Transaksi Hasil Tangkapan Laut
    Pemkab Pangandaran Terbitkan Regulasi Transaksi Hasil Tangkapan Laut
    25/06/2021 - 17:50
  • Hari Ini 66 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19, Satgas Kota Banjar Siaga 1
    Hari Ini 66 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19, Satgas Kota Banjar Siaga 1
    25/06/2021 - 17:46

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Integrasi Bisnis-SDGs untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
    Integrasi Bisnis-SDGs untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
    25/06/2021 - 16:26
  • Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    25/06/2021 - 08:05
  • Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    24/06/2021 - 17:30
  • Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    24/06/2021 - 16:06
  • BTS Meal dan Masyarakat Modern
    BTS Meal dan Masyarakat Modern
    24/06/2021 - 15:35
  • Birokrasi Adaptif di Era Digital
    Birokrasi Adaptif di Era Digital
    24/06/2021 - 14:02
  • Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    24/06/2021 - 13:00
  • Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    24/06/2021 - 12:24

KULINER

  • Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    25/06/2021 - 03:36
  • Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    24/06/2021 - 12:00
  • Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    24/06/2021 - 02:34
  • Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    23/06/2021 - 09:00
  • Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    22/06/2021 - 01:16