Pemerintahan MPR Rumah Kebangsaan

Audiensi Bersama Tokoh Papua, Syarief Hasan: Perlu Duduk Bersama Bangun Bangsa

Kamis, 10 Juni 2021 - 22:27 | 11.26k
Audiensi Bersama Tokoh Papua, Syarief Hasan: Perlu Duduk Bersama Bangun Bangsa
Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. (FOTO: Dok. MPR RI)
FOKUS

MPR Rumah Kebangsaan

Pewarta: | Editor: Imadudin Muhammad

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menilai kehadiran para tokoh Papua dalam audiensi bersama Pimpinan MPR RI menunjukan bahwa semua masih NKRI. Menyalurkan aspirasi ke MPR RI dikatakan sebagai sebuah langkah yang tepat sebab lembaga ini merupakan pemegangan kedaulatan rakyat. 

“Menyampaikan aspirasi kepada MPR dilindungi oleh undang-undang (UU Otsus Papua)," ucap Syarief Hasan dalam acara audiensi pimpinan MPR RI bersama para tokoh Papua di Ruang GBHN, Komplek Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta (10/6 2021).

Hadir dalam acara itu, anggota Majelis Rakyat Papua, pejabat Pemerintahan Provinsi Papua, dan wakil rakyat dari DPR RI dan DPD asal Papua. Kehadiran para tokoh Papua di MPR RI untuk menyampaikan berbagai permasalahan terkait rencana revisi Undang-Undang No 21 Tahun Otonomi Khusus Papua.

Sebagai sesama anak bangsa yang cinta NKRI menurut Syarief Hasan harus duduk bersama untuk membangun bangsa. “Ini adalah hakikat daripada kedaulatan rakyat," imbuh pimpinan MPR RI asal Fraksi Partai Demokrat tersebut.
 
Terkait otonomi khusus, Syarief Hasan menilai, masalah ini sudah banyak dibahas pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hasil revisi dari undang-undang yang ada dikatakan kelak akan menjadi payung hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Langkah pertama dalam pembangunan di Papua menurut Menteri Koperasi dan UMKM di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu adalah  mendengar aspirasi masyarakat Papua.
 
Pembangunan Papua disebut harus dikawal sesuai dengan sistem ketatanegaraan. Dana otonomi khusus yang diberikan harus dilihat bagaimana dampaknya terhadap pembangunan. Untuk itu kehadiran para tokoh Papua di MPR diharap membawa aspirasi dan evaluasi. 

Masalah-masalah yang ada selanjutnya bisa dimasukan dalam daftar invetaris masalah. Revisi yang ada disebut sebaiknya menyeluruh sehingga semua permasalahan yang ada bisa diselesaikan. “Tujuan kita berbangsa dan bernegara adalah terciptanya masyarakat sehat dan sejahtera," ujarnya. 
 
Menurut Syarief Hasan, apa yang disampaikan oleh para tokoh Papua sebagai wakil masyarakat di sana patut didengar dan selanjutnya disalurkan kepada DPR dan pemerintah. “Sebagai wakil rakyat kita harus menyampaikan apa yang dibawa oleh para tokoh Papua," tambahnya. 

Dikatakan, proses aspirasi yang ada harus dilakukan lewat dua arah, yakni dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Sebagai NKRI, keputusan dan kebijakannya yang ada harus betul-betul mengayomi seluruh warga negara.
 
Syarief Hasan menegaskan, masalah otonomi khusus tidak hanya memberikan dana otonomi khusus namun banyak hal yang menjadi prioritas. Untuk itu revisi undang-undang yang ada harus mampu menyelesaikan seluruh aspek. “Bukan hanya tentang bagaimana mengantarkan anggaran ke Papua," tuturnya. 

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan kemudian mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam revisi UU Otsus Papua, misalnya terkait kewenangan, sistem kelembagaan di Papua, masalah sosial, politik, dan budaya. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Kembali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah yang Menerapkan PPKM Level 4
    Kembali Diperpanjang, Ini Daftar Daerah yang Menerapkan PPKM Level 4
    03/08/2021 - 11:27
  • 5 Rekomendasi Game Lokal saat Perpanjangan PPKM
    5 Rekomendasi Game Lokal saat Perpanjangan PPKM
    03/08/2021 - 11:12
  • Pertamina dan Pupuk Indonesia Bidik Pengembangan Hidrogen
    Pertamina dan Pupuk Indonesia Bidik Pengembangan Hidrogen
    03/08/2021 - 10:54
  • Semifinal Sepakbola Olimpiade 2020: Meksiko vs Brasil, Jepang vs Spanyol
    Semifinal Sepakbola Olimpiade 2020: Meksiko vs Brasil, Jepang vs Spanyol
    03/08/2021 - 10:24
  • Heboh Teror Ketuk Pintu Tengah Malam, Ini Penjelasan Wabup Ngawi
    Heboh Teror Ketuk Pintu Tengah Malam, Ini Penjelasan Wabup Ngawi
    03/08/2021 - 10:06

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    Spiritualisme Kemanusiaan di Tengah Covid-19
    02/08/2021 - 11:22
  • Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    Melegalkan Korban Massal dengan Gerakan Menolak Berita Pandemi
    02/08/2021 - 10:46
  • Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    Catatan Ketua MPR RI: Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
    02/08/2021 - 09:45
  • Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    Kembangkan Teknologi Ikan Rucah Pantura Lamongan sebagai Bahan Makanan
    02/08/2021 - 06:57
  • Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    Respon IHSG Terhadap Penurunan Indonesia Menjadi Negara Menengah Bawah
    31/07/2021 - 16:38
  • Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    Menghidupkan Nalar Beragama Di Indonesia
    31/07/2021 - 14:55
  • Literasi  Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    Literasi Kesehatan Tentang Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Pemuda Milenial
    31/07/2021 - 12:26
  • Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    Menyebarluaskan Bantuan Hukum Struktural Melalui LPBH NU Tangerang
    31/07/2021 - 08:06

KULINER

  • Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    Baru Tahu, Ternyata Makanan Ini Bisa Bantu Redakan Gejala Anemia
    01/08/2021 - 13:26
  • Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    Bumbu Wijen Tabur Saus Pedas Ayam Jeletot Bikin Mata Melotot
    01/08/2021 - 01:34
  • Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    Hotel di Gresik Sajikan Kudapan Peningkat Imun, Sup Daun Kelor
    31/07/2021 - 00:22
  • JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    JW Marriott Rayakan Festival Pertengahan Musim Gugur dengan Bingkisan Kue Bulan Mewah
    29/07/2021 - 10:04
  • Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    Dorong Ekonomi Saat Pandemi, Mahasiswa Untag Banyuwangi Buat Produk Jajanan
    27/07/2021 - 08:56