Peristiwa Nasional MPR Rumah Kebangsaan

HNW Desak Pemerintah Merevisi Aturan Investasi Miras 

Kamis, 10 Juni 2021 - 15:35 | 24.71k
HNW Desak Pemerintah Merevisi Aturan Investasi Miras 
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (FOTO: Dok. MPR RI)
FOKUS

MPR Rumah Kebangsaan

Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo, yang memberi respon positif atas  kritik dan koreksi dari publik, terkait investasi miras atau industri minuman beralkohol (minol).

Jokowi telah  mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 49 tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Dalam Perpres 49/2021, investasi industri minuman beralkohol (minol) dinyatakan tertutup untuk penanaman modal sebagai revisi atas aturan Perpres 10/2021 yang membuka peluang investasi minol. 

Namun Hidayat Nur Wahid menyoroti dimasukkannya secara khusus perdagangan besar hingga perdagangan eceran kaki lima minuman beralkohol sebagai bidang usaha yang diperbolehkan untuk penanaman modal dalam Perpres 49/2021.  Sesuatu yang mestinya diberlakukan sesuai dengan prinsip mengapa perpres itu direvisi.

Tetapi di luar urusan minol, Hidayat juga kembali mengingatkan bahwa Pemerintah pernah mendapatkan penolak dari masyarakat luas dan pemerintah menyampaikan kesediaan untuk melakukan koreksi. Seperti komitmen untuk mengoreksi Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional, Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, dan Kamus Sejarah Indonesia. 

“Kami apresiasi Presiden Jokowi mau merevisi kebijakan minol yang ditolak masyarakat luas, namun komitmen revisi atas kebijakan kontroversial lainnya yang ditolak masyarakat luas, juga harus tetap dijalankan,” disampaikan Hidayat dalam keterangan tertulis di Jakarta Kamis (10/6/2021).

Hidayat yang merupakan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini menjelaskan, dalam Perpres 49 tahun 2021 yang merevisi Perpres nomor 10 tahun 2021, Industri minuman keras mengandung alkohol, anggur, maupun malt dinyatakan tertutup untuk penanaman modal. Namun, dirinya mengkritisi dimasukkannya ayat baru (3a) pada pasal 6 Perpres 10/2021 mengenai penegasan pembukaan investasi untuk perdagangan besar minuman keras (miras), perdagangan eceran miras, hingga perdagangan eceran kaki lima miras. Memang, keterbukaan 3 sektor tersebut sudah ada sejak rezim Perpres nomor 44 tahun 2016 yang kemudian dicabut oleh Perpres 10/2021. Namun pada Perpres 44/2016 pun keterbukaan investasi perdagangan alkohol hanya dicantumkan di lampiran dan memiliki persyaratan yang jelas. Adapun dalam Perpres 49/2021, selain penegasan di batang tubuh, syarat investasi perdagangan miras hanya disebutkan secara umum di Pasal 6 ayat (1) huruf d tanpa penjelasan lebih lanjut dan tidak terdapat di dalam lampirannya.

“Seolah-olah Pemerintah  menutup investasi industri miras, namun membuka seluas-luasnya investasi perdagangan miras. Ini harus dikoreksi sesuai dengan spirit mengapa revisi perpres itu dilakukan, misalnya dengan diberikan persyaratan yang secara ketat dan jelas dicantumkan dalam peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa HNW,  ini menegaskan, semestinya PR revisi kebijakan Pemerintah tidak berhenti sampai di Perpres investasi miras.

HNW mencatat setidaknya masih ada tiga kebijakan pemerintah yang menuai  penolakan luas, sehingga dijanjikan akan direvisi. Ketiga kebijakan yang ditolak oleh masyarakat luas  tersebut adalah hilangnya frasa Agama dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional (2020-2035). Hilangnya frasa Iman dan Takwa kepada Tuhan YME.  Serta kewajiban memasukkan  pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam PP 57/2021 tentang Standar Pendidikan Nasional. Dan Kamus Sejarah Indonesia yang pada jilid 1 nya (fase dari tahun 1900-1950) tidak mencantumkan tokoh-tokoh Bapak Bangsa dari kalangan Umat Islam, padahal mereka  sangat berjasa dalam fase yang oleh Kamus itu disebut sebagai fase Pembentukan Bangsa (dari tahun 1900-1950).  Seperti,  KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, KH Mas Mansur, Mr Syafrudin Prawiranegara, M Natsir, hingga Jong Islamieten Bond. Sementara pada jilid 1 itu malah memasukkan tokoh-tokoh PKI yang memberontak terhadap pemerintah RI yang sah seperti Alimin, Semaun, Musso, DN Aidit, dan Amir Syarifudin. 

“Langkah konkret Presiden Jokowi yang merevisi aturan perpres investasi miras itu harus dilanjutkan oleh Pemerintah untuk merevisi aturan-aturan kontroversial lainnya, yang ditolak keras oleh masyarakat. Hal ini dalam rangka menjaga marwah negara, kepercayaan masyarakat, menghindarkan dari penyimpangan terhadap UU dan sejarah yang benar,” kata Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid(*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Pemkab Gresik Wajibkan Rekanan Proyek Laporkan Progres Pekerjaan Tiap Termin
    Pemkab Gresik Wajibkan Rekanan Proyek Laporkan Progres Pekerjaan Tiap Termin
    25/06/2021 - 17:12
  • Menjabat Sebagai Kepala BPS yang Baru, Inilah Profil Margo Yuwono
    Menjabat Sebagai Kepala BPS yang Baru, Inilah Profil Margo Yuwono
    25/06/2021 - 17:00
  • Sejumlah Karyawan Positif Covid-19, Kantor Dinkes Bondowoso Lockdown
    Sejumlah Karyawan Positif Covid-19, Kantor Dinkes Bondowoso Lockdown
    25/06/2021 - 16:57
  • Baznas Sumedang Terjunkan Tim BTB, Tiap Perkantoran Disemprot Disinfektan
    Baznas Sumedang Terjunkan Tim BTB, Tiap Perkantoran Disemprot Disinfektan
    25/06/2021 - 16:52
  • Kasus Covid-19 Mengganas, RSUD Kota Bekasi Terpaksa Dirikan Tenda Darurat
    Kasus Covid-19 Mengganas, RSUD Kota Bekasi Terpaksa Dirikan Tenda Darurat
    25/06/2021 - 16:44

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Integrasi Bisnis-SDGs untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
    Integrasi Bisnis-SDGs untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19
    25/06/2021 - 16:26
  • Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    25/06/2021 - 08:05
  • Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    24/06/2021 - 17:30
  • Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    24/06/2021 - 16:06
  • BTS Meal dan Masyarakat Modern
    BTS Meal dan Masyarakat Modern
    24/06/2021 - 15:35
  • Birokrasi Adaptif di Era Digital
    Birokrasi Adaptif di Era Digital
    24/06/2021 - 14:02
  • Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    24/06/2021 - 13:00
  • Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    24/06/2021 - 12:24

KULINER

  • Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    25/06/2021 - 03:36
  • Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    24/06/2021 - 12:00
  • Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    24/06/2021 - 02:34
  • Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    23/06/2021 - 09:00
  • Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    22/06/2021 - 01:16